The Bianchis

The Bianchis
Duo Bianchi Yang Bikin Pening



Mansion Blair Staten Island New York


Joey dalam perjalanan ke mansion Opanya dengan perasaan tidak enak. Tadi Rhea, sang Oma, meminta agar dirinya sepulang dari rumah sakit, segera ke mansion. Duh! Oma kenapa ya? Atau Opa jangan-jangan. Tapi kok nggak manggil Oom Fuji atau dokter pribadinya yang lain?


Joey menggeber Range Rover nya di jalan tol demi sampai secepatnya di mansion Blair yang memang terletak cukup jauh dari rumah sakit Bellevue. Perjalanan dari New York ke Staten Island membutuhkan waktu sekitar 45 menit lewat tol i-278.



Gambaran peta bagian kota New York



Jarak yang ditempuh Joey ke Staten Island.


Joey berharap tidak terjadi apa-apa dengan kedua opa dan omanya karena bagaimanapun dirinya tidak mau mereka sakit.


Setibanya di mansion Al Jordan, Joey bergegas masuk ke dalam dan betapa terkejutnya dirinya melihat kedua orangtuanya sudah duduk bersama Duncan dan Rhea dengan tatapan judes.


"Mom! Dad! Kapan datang? Kok nggak ngabarin?" tanya Joey terkejut. Josephine tidak menjawab namun segera berdiri menghampiri putranya dan menjewer telinganya. "Aduuuhh duh duh... Mom!"


"Dasar biang kerok!" umpat Josephine sambil menyeret Joey untuk duduk di sofa dekat mereka.


"Haaahhh?" Wajah Joey langsung pias. Gawat! Pasti Oom Kieran cerita ke mommy dan Daddy. Joey mengusap telinganya yang terasa pedas kena jewerannya Josephine.


"Kamu itu apa-apaan sih? Main lamar anak orang? Yang benar saja Joey! Georgina itu sepupu kamu!" bentak Mario.


"Yang karena Tante Kaia nikah sama Oom Rhett. Gadha hubungan darah lagi Dad. Georgina anaknya Oom Kieran, bukan anaknya Oom Rhett jadi jauuuuuhhhh hubungan darahnya. Dad, aku tuh dokter jadi tahu lah!" balas Joey santai.


"Nggak gitu juga Joey! Kamu itu nggak ada angin hujan ataupun lisus kok bisa-bisanya seperti itu sama Georgina?" bentak Josephine. "Padahal kalian nyaris tidak pernah bertemu!"


"Namanya jodoh juga" jawab Joey kalem.


"Kamu beneran jatuh cinta sama Georgina? Memangnya Georgina seneng sama kamu?" selidik Mario.


"Belum sih kalau G tapi aku sudah suka sama tuh cewek. Sesuai idaman, bar-bar, gak menyek-menyek dan tidak gampang terpesona sama aku meskipun aku gantengnya seperti ini" cengir Joey yang membuat Duncan dan Rhea terbahak sedangkan Josephine hanya bisa memegang pelipisnya.


"Ya Allah Jeoffree! Mbok jangan ikutan recehnya Opa Hiroshi kenapa sih?" omel Josephine.


"Lho memang Opa Hiroshi juga receh kah mom?" tanya Joey.


"Tanya Opa Duncan sana! Kan nggak mungkin mommy suruh tanya ke Opa Joshua."


Joey pun menoleh ke arah Duncan yang hanya tersenyum. "Beneran Opa? Apa Opa Hiroshi juga receh?"


"Well, iya sih. Oom Hiroshi itu termasuk receh meskipun nggak separah Daddy Edward dan Papa Abimanyu sih" kekeh Duncan.


"Kalau Daddy dan papa Edward tuh julid receh bang. Hal sepele juga diributin kali" sambung Rhea sambil tertawa.


"Tuh kan mom! Jadi aku memang ada turunannya. Makanya jangan heran dong!" cengir Joey.


"Ya jangan anak orang kamu kerjain begitu, Joey!" tegas Mario.


"Siapa yang ngerjain? Wong aku serius kok sama Georgina!"


"Mommy yakin kamu pasti ada alasan lain kenapa ngebet sama Georgina. Ayo, bilang!" Josephine menatap tajam ke Joey.


Joey mengusap tengkuknya. "Well, lihat Luca sama Emi kan aku jadi iri mom. Lagipula aku sama dengan si Darth Vader, bukan tipe yang gampang tertarik dengan lawan jenis. Aku dan Luca punya selera yang hampir sama, suka cewek bar-bar dan semua ada di Georgina. Jadi aku nekad lah berusaha membuat Georgina tertarik denganku dengan cara sedikit anti mainstream. Ajak nikah! Pacaran setelah nikah kan paling nikmat."


Joey menatap ke kedua orangtuanya. "So, mumpung kalian berdua disini, kenapa nggak sekalian saja melamar Georgina ke Oom Kieran? Aku dengar Oom Kieran besok mau datang ke New York bertemu dengan Oom Rhett."


Keempat orang di sana hanya melongo.


***


Kediaman Takara Tokyo Jepang


Takeshi Takara dan Emi menyambut kehadiran keluarga Bianchi termasuk Joshua dan Miki Akandra. Mereka semua datang dengan membawa beberapa seserahan khas Jepang.


Yang membuat Takeshi terkejut adalah, Luca memilih memakai kimono lengkap dengan haori dan hakama lengkap bewarna hitam. Begitu juga dengan keluarga Akandra dan Bianchi yang datang dengan pakaian tradisional Jepang.


Emi yang tampak tegang, menatap tidak percaya Luca berani datang mengenakan kimono untuk acara lamaran dan tunangan mereka.




Anggap aja begini yaaa si bang Luca


"Saya tidak menyangka kalian akan datang dengan pakaian tradisional Jepang" senyum Takeshi yang memilih memakai jas.


"Kami kan menghormati kalian" kekeh Marco.


"Mari silahkan masuk" Takeshi mempersilakan calon besannya untuk masuk ke dalam ruang tamu yang sudah dipersiapkan acara lamaran.


Miki dan Marissa meletakkan seserahan untuk Emi dan Takeshi lagi - lagi terkesan dengan calon besannya yang ternyata sangat menghormati adat istiadat leluhur Takeshi.



"Sebenarnya kami ingin menggunakan adat Jawa atau pun Italia tapi waktunya tidak cukup karena adat Jawa jauh lebih ribet. Jadi kami memakai adat Jepang karena waktunya pas" ucap Miki Al Jordan Akandra.


"Terimakasih Nyonya Akandra. Sejujurnya saya yang merasa salah kostum karena saya memakai jas sendiri" kekeh Takeshi. "Tapi yang penting kan acaranya, bukan? Dan saya sangat tersanjung calon besan saya sangat perhatian dengan adat istiadat kami."



Camer Jelangkung nya Luca


Luca menatap Emi yang meskipun jutek karena gugup tapi tampak cantik dengan kimononya. Kini mereka semua sudah duduk berhadapan antara dua keluarga.


"Em, B ajah lah. Aku cuma mansukin cincin ke jari, belum belutku... Addduuuhhh!" Kepala Luca kena pukul kipas yang dipegang Miki.


"Mulutmu itu .... hiiihhhh! Oma kruwes nanti!" pendelik Miki gemas.


"Duh Oma. Pakai kipas apa sih mukulnya? Lumayan bikin pening ih!" gerutu Luca sambil mengusap kepalanya.


"Bashō sen nya ( kipas bashō ) master Roshi" sahut Miki cuek.


"Astaghfirullah! Pantas pedes!" sahut Luca.


"Ini kenapa malah bahas Dragon Ball sih?" desis Joshua bingung istrinya ikutan receh.


Emi cekikikan mendengar keributan receh Oma Miki dan Luca yang lupa ini acara apa.


"Ehem, mom. Soal Songoku kita bahas nanti ya. Sekarang yang penting acara lamarannya dulu" dehem Marco yang berusaha se cool mungkin.


"Eh iya lupa. Maaf ya Takeshi, Emi. Habis cucu aku ini memang membagongkan" senyum Miki manis sedangkan Joshua hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"So, apa maumu Bianchi?" tanya Takeshi.


"Er Mr Takara, Bianchi yang mana?" tanya Luca.


"Junior!" sahut Takeshi judes.


"Ooohh kirain Daddy. Kalau ditanya mau saya apa, hari ini lamaran dan tunangan besok nikah. Gimana?" cengir Luca.


"Astaghfirullah! LUCAAAAA!" omel Marissa.



Bashō sen nya Kakek Kamesenin or Master Roshi


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️