
Ruang Rawat Inap Leia Bianchi Mauriziano Umberto Hospital
Omar pagi-pagi sudah datang ke ruang rawat inap Leia dan melihat dua pengawal gadis itu tampak menahan kantuk.
"Kopi boys" senyum Omar sambil memberikan empat gelas kopi yang dibelinya.
"Thanks Zidane tapi kami sudah kebanyakan kopi" cengir Vernon.
"Kalian pulang saja, lagipula aku tidak yakin kalian bisa berantem dengan kondisi ngantuk begitu." Omar menyuruh keduanya pulang untuk beristirahat. "Sekalian kirimkan pengawal pengganti kalian."
Setelah berbincang sebentar, Vernon dan Juan menunggu pengawal pengganti yang datang baru keduanya pulang ke mansion Bianchi untuk tidur.
Omar pun mengetuk pintu dan membuka pelan ketika melihat Dante sedang ribut dengan Leia soal makanan.
"Aku bisa makan sendiri Dante!" hardik Leia kesal.
"Tapi kan lebih enak kamu tinggal buka mulut aku suapi!" Dante menatap gemas ke gadis yang sedang mode galak.
"Ehem!" Omar berdehem membuat kedua orang yang sedang berseteru menoleh.
"Pagi Omar" sapa Leia ramah.
"Pagi Leia. Pagi Mr Mancini." Omar pun mengambil kursi dan duduk di sebelah Leia bersebrangan dengan Dante yang menatapnya sebal.
"Ngapain kamu datang pagi-pagi kemari?" tanya Dante judes.
"Hanya memberitahukan, dua orang yang sketsanya kamu berikan, ditemukan meninggal di sebuah jurang dekat pegunungan Alpen. Pihak keluarga Diazo menyatakan bertanggung jawab atas kematian keduanya karena sudah melanggar peraturan keluarga mereka." Omar menatap kedua orang yang tampak terkejut.
"Perwakilan keluarga Diazo membuat statement tidak ada hubungan dengan kasus pembunuhan Rowan Jesper dan bersedia membantu siapa anak buah mereka yang berkhianat. Bahkan Storm Grimaldi sudah menghubungi Arjuna McCloud untuk meluruskan semuanya."
Leia hanya memegang pelipisnya. "Duh! Bakalan pada ke Turin deh!"
"Maksudmu...?" Dante menatap Leia.
"Daddy, Luke dan Kedua Opa."
***
Luca dan Luke Bianchi datang ke Turin yang langsung menuju ruang rawat inap putrinya. Kedua generasi Bianchi itu tampak geram dengan para penjahat kelas teri yang berniat menghasut tiga keluarga.
"Mereka itu bodoh atau kurang literasi sih? Bianchi dan Diazo itu berteman baik bahkan dari jaman Opamu masih hidup!" Luca mengomel panjang lebar. "Benar-benar cari mati. Siapa sih dalang pelakunya? Bisa-bisanya otaknya miring dengan berusaha mengadu domba tiga keluarga yang tidak pernah gegeran!"
"Memang kalian terakhir gegeran kapan?" tanya Luke yang menatap datar ke arah jalan setelah mereka berdua dijemput oleh Alexis.
"Kita? Astagaaa, jaman Opa Ghani masih di NYPD, Luke! Dan opamu itu belum menikah dengan Oma Alexandra. Wong Opa Edward Blair dan Oma Yuna masih hidup! Kan tidak masuk akal persahabatan seabad bakalan dibuat reseh oleh kecoa - kecoa itu!"
Alexis hanya tersenyum mendengar Omelan Luca.
"Kedua orang yang berusaha membunuh Signora Bianchi sudah dihabisi oleh keluarga Diazo, Signore Bianchi" ucap Alexis.
"Bagaimana kamu tahu, Alexis?" tanya Luca.
"Keluarga Diazo mengakui dan mereka membunuh dengan style mereka."
"Harusnya ditanyai terlebih dahulu" sungut Luke.
"Signor Storm Grimaldi sudah menghubungi Signor Arjuna McCloud dan sudah memberikan semua yang mereka dapatkan ke FBI."
"Gara-gara si Rowan orang Amerika, FBI jadi ikut campur!" Luke mendengus sebal.
"Setidaknya kakakmu selamat Luke. Daddy tidak tahu kalau si kampret itu tidak mengikuti Leia dan berhasil menyelamatkan putri Daddy."
"Daddy memberikan restu sama si Dante Inferno?" Luke menoleh ke arah Luca.
"No Luke. Daddy hanya menyerahkan semuanya pada kakakmu karena dia yang akan menjalani hidup bersama dengan pria yang dipilihnya kelak." Luca menatap Luke. "Begitu juga kamu, Luke dan kau Alexis. Apakah kalian sudah punya kekasih?"
"Saya belum Signore. Belum mendapatkan gadis yang tepat" kekeh Alexis.
"Jangan-jangan jodohmu masih di luar Turin" ledek Luke.
"Mungkin..."
"Antonio sendiri bagaimana Alexis?" tanya Luca soal keponakannya.
Luke dan Luca berpandangan.
"Jangan bilang Savrinadeya McCloud, anaknya Rama dan Astuti?"
"Iyes Signor. Signor Antonio jatuh cinta dengan Signora McCloud saat mereka bertemu di acara RR's Meal New York."
"Oh my God! Mereka beda usia hampir lima belas tahun!" seru Luke.
"Deya memang menurun Astuti yang tuna rungu, tapi adiknya Devan normal. Are you sure Antonio mencintai Deya?" Luca menatap asisten keponakannya.
"Signor Antonio sangat tergila-gila dengan Signora McCloud tapi Signora merasa tidak pantas karena dirinya memiliki kekurangan."
"Astagaaa Deya! Selesai ini, aku ke New York membuat anak itu melek!" geram Luke ke sepupu cantiknya.
"Tidak usah, Luke. Lagipula Rama bakalan kebakaran jenggot kalau tahu putrinya ditaksir oleh pria yang jauh lebih tua" gelak Luca. "Biarkan Antonio dan Deya mendapatkan jalannya sendiri. Kalau jodoh, tidak akan lari kemana."
***
Dante dan Leia bersama dengan Omar beserta timnya sedang mendengarkan hasil penyelidikan Bruce Diazo, salah satu cucu keponakan Storm Grimaldi yang merupakan pengacara keluarga Diazo.
"Jadi sebenarnya dua keluarga Italia itu hendak menguasai Turin dengan meminjam tangan anak buah keluarga mafia lain yang celakanya adalah memiliki hubungan baik dengan kedua keluarga yang diincarnya." Leia menatap semua orang. "Baka ( Bodoh )! Idiota!"
"Mereka tampaknya memanfaatkan gegeran kalian sebelumnya antara Leia dan Dante soal tanah milik keluarga Bianchi. Karena berita kalian ribut perebutan wilayah sudah didengar banyak orang" ucap Billy Boyd.
"Padahal kami sudah menyelesaikan dengan baik" jawab Dante sambil memegang tangan Leia yang membuat gadis itu berusaha menarik tangannya tapi pria itu tetap memegangi dengan kuat.
"Apakah benar? Kedua keluarga itu yang menjadi dalang?"
Dante dan Leia melongo melihat Luca dan Luke datang bersama dengan Alexis.
"Esposito dan Ferrara. Apa benar mereka?" tanya Luca yang langsung menghampiri putrinya dan memberikan ciuman di kening. "How are you princess?"
"Annoyed!"
"Why?" kekeh Luca yang tahu alasannya.
"Dia yang membuat ulah!" tunjuk Leia ke Dante.
"Welcome to Turin, Mr Bianchi." Dante mengulurkan tangannya.
"Grazie Dante telah menolong putriku" ucap Luca tulus sambil menyambut uluran tangan Dante dan menjabatnya. "Tapi bukan berarti restu turun dariku. Semua tergantung Leia sendiri."
Dante hanya tersenyum kecut.
"Aku akhirnya ingat siapa dua orang itu !" ucap Tiffany.
"Siapa Tiff?" tanya Omar.
Tiffany mengambil iPadnya dan menunjukkan foto kedua orang yang menyerang Leia.
"Mereka adalah double agent. Mereka sebenarnya adalah bagian dari keluarga Diazo tapi mereka juga menjadi bagian ke keluarga mafia lainnya dengan menyamar. Mereka bersedia menjadi anggota keluarga siapa saja asal mereka dibayar. Dan aku sedang menyelidiki perekrut mereka karena tidak hanya Esposito dan Ferrara yang mereka susupi, tapi juga keluarga mafia lainnya."
"Tiffany, bagaimana kamu tahu?" tanya Maggie bingung.
"Aku pernah di divisi narkotik dan keduanya adalah pengedar OXY di kalangan Hollywood. Tapi siapa yang menjadi bandar dan pemegang mereka, yang jelas bukan keluarga Diazo. Karena Bruce Diazo sendiri yang sudah mengeluarkan mereka dari klan Diazo. Mereka membalas dengan mencuri Ferarri milik keluarga Diazo."
"Tapi Tiffany, mereka kok diam saja mobilnya dicuri?" Omar menatap partnernya.
"Karena mereka juga ingin tahu, siapa biang keroknya. Jadi mereka mengikuti permainan kedua orang ini."
Luke dan Leia hanya saling berpandangan.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift comment
Tararengkyu ❤️🙂❤️