The Bianchis

The Bianchis
Baby Twins On The Way



Tak terasa pernikahan Luca dan Emi sudah berjalan sembilan bulan ( macam hamidun sajo ) namun belum ada tanda-tanda Emi mengandung yang membuat Takeshi Takara bingung. Pria reseh itu ingin segera menggendong cucu tapi putrinya belum isi juga jadi harus menunggu dulu.


Weekend ini adalah giliran kediaman Takara tempat menginap Luca dan Emi. Seperti biasa, Takeshi selalu mengajak Luca main Shogi ... dengan curang yang membuat Luca mendelik kesal.



Shogi Jepang


"Papa curang!" protes Luca. "Itu jalan dilarang!"


"Kapan papa curang?" sanggah Takeshi dengan muka polos.


"Jalan Mentri itu tidak boleh begini!" protes Luca.


"Tapi Takara-sama memang curang" ucap Shiki dingin yang membuat Takeshi mendelik judes.


"Kamu tuh sebenarnya berpihak pada siapa? Bossmu atau hanya anak menantu?" sungut Takeshi kesal.


"Saya hanya mengatakan yang sejujurnya, Takara-sama. Bukankah curang itu menyebalkan bagi yang jujur?" Shiki masih menjawab dengan wajah lempeng.


"Tumben si jelangkung bener!" kekeh Luca.


"Sayang..." panggil Emi yang datang menghampiri ketiga orang yang sedang main Shogi di ruang tengah.


"Kenapa sayang?" Luca melihat wajah Emi tampak pucat. "Kamu sakit?"


"Perut aku kok ga enak ya?" keluh Emi.


"Kamu sih tadi makan sushi pakai wasabinya banyak banget!" ucap Takeshi sambil memainkan bidak shoginya.


"Ke rumah sakit yuk! Kamu pucat banget! Takutnya ada apa-apa" Luca pun berdiri mendekati istrinya yang tampak keringat dingin.


"Shiki! Siapkan mobil! Tampaknya my precious sakit beneran" ucap Takeshi yang melihat putrinya benar-benar lemas.


"Aku gendong saja. Kamu kayaknya nggak kuat jalan" ucap Luca sambil menggendong istrinya. Takeshi pun bergegas menuju ke halaman rumah tempat Mercedes miliknya terparkir.


Shiki pun membukakan pintu untuk Luca dan Emi sedangkan Takeshi duduk di depan dengan asistennya yang menjadi sopir nya.


Emi sendiri tampak lemas dan hanya pasrah dalam pelukan suaminya yang mengelap keringat dingin di dahinya.


Shiki membawa mobilnya menuju St Luke's International Hospital dan tak lama mereka pun tiba.


"Dokter! Tolong putriku!" teriak Takeshi di IGD dan seorang perawat langsung membawa brankar. Luca meletakkan tubuh istrinya diatas brankar dan seorang dokter langsung memeriksa Emi sedangkan Luca dan Takeshi menunggu dengan cemas.


"Emi itu sebenarnya kuat makan wasabi tapi kenapa ini dia sakit perut ya?" gumam Takeshi.


"Mungkin pas perutnya tidak dalam kondisi fit seperti biasanya" balas Luca yang memang tahu istrinya doyan pedas.


"Atau jangan-jangan kamu bikin preciousku sakit?" Takeshi menatap tajam ke menantunya.


"Astaghfirullah! Papa, aku tuh sudah hampir setahun menikah dengan Emi dan menjadi menantu papa, kok ya masih dicurigation terus sih?" Luca memandangi mertuanya dengan tatapan terluka.


"Habis, Emi itu anak yang kuat! Tidak pernah sakit!" Takeshi masih tidak terima putrinya sakit.


"Ya ampun Papa. Emang manusia itu macam Gatotkaca? Otot kawat tulang besi dan ga bakalan sakit? Bahkan Superman saja bisa ambruk kena kryptonite! Batman juga bisa kena encok!" sanggah Luca. "Apalagi Emi! Fisik manusia itu ada kalanya memang harus menurun."


"Bianchi-san? Takara-sama?" panggil dokter itu menginterupsi perdebatan mertua dan menantu.


"Bagaimana dokter dengan istri saya?" tanya Luca.


"Putri saya memang tadi kebanyakan wasabi saat makan sushi. Apa sushinya yang kurang fresh? Nanti saya tuntut restaurannya!" cerocos Takeshi.


Dokter itu hanya tersenyum melihat kehebohan Yakuza dan menantunya.


"Mrs Bianchi memang kebanyakan wasabi tapi sebenarnya ada yang lain Gentlemen."


"Apa itu?" Luca dan Takeshi menatap horor ke arah dokter yang seumuran dengan Bryan Smith.


"Selamat Bianchi-san, Takara-sama... Anda akan menjadi Daddy dan grandpa, Otousan dan Ojichan."


BRUGH!


"Papaaa!" teriak Luca yang kaget melihat ayah mertuanya pingsan.


***


Kamar rawat inap VVIP


Marco dan Marissa tertawa terbahak-bahak mendengar besannya pingsan saat mengetahui putrinya hamil.


"Kamu tidak tahu rasanya. Antara bahagia tapi juga cemas, Co" bisik Takeshi.


"Kenapa cemas? Bukannya kamu ingin punya cucu bahkan lebih heboh dari aku?" Marco melihat besannya yang tampak pucat.


"Aku tidak kebayang kalau besok Emi harus mengeluarkan dua bayi..." ucap Takeshi pelan.


"Dua...bayi?" tanya Marco dan Marissa bersamaan.


"Iya, Emi hamil kembar."


Marco dan Marissa langsung sumringah.


***


Di kamar VVIP lainnya.


Luca tampak bahagia mengetahui istrinya hamil kembar sesuai dengan keinginannya.


"Semoga cowok cewek, semoga cowok cewek..." ucapnya berulang di perut Emi.


"Luca, kenapa ingin cowok cewek? Dan aku yakin kamu bakalan kasih nama Luke dan Leia kan?" senyum Emi yang merasa bahagia akhirnya diberikan kesempatan menjadi seorang ibu.


"Ya jelas! Aku akan memberikan nama Luke Skywalker Takara Bianchi dan Leia Skywalker Takara Bianchi."


"Oh Astagaaa" kekeh Emi sambil memegang pelipisnya. "Kamu belum menjawab pertanyaan ku. Kenapa kamu ingin cowok cewek?"


"Well, kamu kan tahu Daddy dan mommyku kembar seiras jadi seru saja kalau anak kita mix gender. Adil kan?" cengir Luca.


"Iya deh. Yang penting aku dan anak-anak sehat" senyum Emi.


"Congratulations!" seru Marissa dari pintu ruang rawat inap Emi dan langsung memeluk menantunya.


"Thank you mommy" senyum Emi sambil membalas pelukan ibu mertuanya.


"Selamat ya Emi" ucap Marco sambil menepuk kepala menantunya pelan.


"Kok cuma Emi yang dikasih selamat? Aku nggak?" protes Luca.


"Kamu kan cuma nyumbang kecebong tapi Emi yang membawa anak-anak mu sembilan bulan. Jadi harusnya yang dapat perhatian lebih itu istrimu" sahut Marco cuek yang membuat Luca manyun.


"Sudah jalan berapa Em?" tanya Marissa sambil duduk di pinggir tempat tidur Emi.


"Alhamdulillah sudah empat Minggu mommy. Ohya, Otousan kemana? Kan tadi berangkat sama-sama kemari." Emi celingukan mencari Takeshi.


"Ada di kamar sebelah bersama Shiki" jawab Marco. "Luc, kamu belum cerita ke Emi?"


"Belum lah! Aku terlalu excited ada anak-anak ku di dalam perut Emi" sahut Luca.


"Memangnya Otousan kenapa kok bisa dirawat di kamar sebelah? Apa encoknya kumat lagi?" Emi menatap mertua dan suaminya.


"Lebih parah dari itu!" gelak Marco durjana yang mendapatkan pelototan dari Marissa.


"Ayahmu pingsan tadi Em" jawab Marissa.


"Lho kenapa mom?"


"Kaget dengar kamu hamil" kekeh Luca.


"Haaaaahhh? Segitunya? Bukannya Otousan yang paling ribut ingin punya cucu?" Emi tertawa cekikikan.


"Sebenarnya papa pingsan dua kali Em" ucap Luca. "Pertama saat tahu kamu hamil. Setelah sadar, dokter memberitahukan kalau kamu hamil kembar... Eh pingsan lagi!"


"Haaaaahhh? Memangnya kenapa kalau aku hamil kembar?" Emi semakin pusing memikirkan ayahnya yang tambah absurd.


"Tadi ayahmu bilang dia tidak kebayang kamu mengeluarkan dua bayi nanti..." Marco terbahak.


"Astaghfirullah! Otousaaaannn!" Emi hanya bisa beristighfar merasakan kesalnya dia pada ayahnya yang lebay dan super reseh. "Bikin malu saja! Gak sesuai dengan tattoonya !"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️