
Apartemen Blaze dan Samuel di Soho New York
Blaze menyesap kopi yang dibuatkan oleh Bayu sedangkan Samuel mengambil kompres untuk rahangnya yang terkena jotos istrinya.
"Masa kamu tidak ingat kalau kamu sudah menikah?" tanya Bayu sambil menatap gemas ke sepupunya yang bar-bar itu.
"Kagak!"
"Aku bersyukur, Sam, Bee jadi tanggung jawab mu sekarang" kekeh Bayu usil.
"Lha elu ngapain nginap sini?" tanya Blaze bingung.
"Ya elah nih cumi satu yeeee. Semalam elu kebluk tahu! Terus gue yang gendong elu sampai ke kamar dan tanganku terasa pegal habis itu. Badan ceking tapi balungnya berat ya elu itu Bee! Gue mau pulang tapi ngantuk dan ya sudah gue numpang tidur disini dulu lah!" papar Bayu sambil menatap sepupunya yang masih mode Lola aka loading lama.
"Ooohhh..."
Tak lama bel apartemen berbunyi dan Samuel membukakan pintu. Tampak pegawai apartemen datang membawakan pesanan makanan yang dipesan Samuel.
"Yuk sarapan dulu" ajak Samuel sambil menutup pintu.
"Kamu pesan apa?" tanya Blaze.
"Dibawain sama Oom Jendra. Tadi ditawari makanan karena tahu pasti kita nggak sempat masak. Jadi aku iyain saja lah!"
"Ya sudah, kita makan." Blaze mengambil piring dan alat makan lainnya.
Ketiga orang itu pun menikmati sarapan yang dikirimkan oleh Rajendra McCloud.
***
Bayu pun sudah kembali ke apartemen miliknya setelah tadi sarapan dan sekarang pasangan suami istri itu memilih membereskan aparteman mereka.
"Kok aku bisa lupa ya kalau sudah menikah sama kamu, Bebek?" gumam Blaze sambil membuat teh usai membersihkan apartemen.
"Iya saking lupanya, suami sendiri kena tonjok! Kamu tuh kebangetan deh Bee..." gerutu Samuel sambil memegang rahang kirinya yang lumayan senut-senut.
"Ooohh mana, mana? Mana yang sakit? Sini dokter Bianchi bedah sini..." goda Blaze sambil mendekat ke Samuel yang sedang duduk di sofa tengah dengan membawa dua mug teh.
"Dokter Bianchi?"
"Lho memang kenapa?" tanya Blaze sambil menyerahkan satu mug berisikan teh.
"Kamu tetap memakai nama belakang Bianchi?"
"Kalau di rumah sakit mah iya, Bebek. Kalau di luaran..." Blaze memposisikan duduk diatas pangkuan Samuel. "Dan di rumah... I am Mrs Prasetyo..." ucap Blaze dengan nada serak yang kemudian mencium rahang Samuel yang agak bengap akibat jotosannya.
"I love when you said you're Mrs Prasetyo..." balas Samuel yang segera meletakkan mug isi teh di meja kopi. Tangan pria itu lalu menyesap ke dalam kaos crop milik Blaze. "Bee? Masih tanpa tali?"
"Biar gampang" jawab Blaze seduktif dan Samuel melepaskan kaitannya. Penutup dada Blaze pun terlepas membuat Samuel bebas menyentuh milik istrinya.
"Mau disini atau di kamar?" goda Samuel.
"Kamar. Gendong..." rengek Blaze manja. Samuel pun langsung bangun sambil tetap menggendong Blaze seperti koala sambil berciuman dan keduanya langsung menjatuhkan diri di atas kasur empuk itu.
"Kamu mau punya anak berapa?" tanya Samuel sambil melepaskan kaos Blaze.
"Dua ajah! Biar aku nggak repot. Kita nggak repot..." gumam Blaze di sela-sela cum*buan suaminya.
"Dua ya. Cewek cowok?" Samuel mencium perut rata Blaze dan melepaskan celana jeans pendeknya.
"Iya cewek cowok..."
Samuel lalu mencium bibir Blaze panas.
***
Sepasang suami istri yang baru saja menuntaskan malam pertama tertunda dengan insiden KDRT in the morning itu, mulai menetralisir nafas mereka yang sebelumnya memburu menikmati surga dunia untuk pertama kalinya.
Blaze tahu jika Samuel tidak mempermasalahkan soal dirinya karena semua orang tahu bagaimana pergaulan remaja di Amerika ( mungkin di Indonesia juga sudah mulai bebas ) tapi Blaze tetap menjaga miliknya yang paling berharga. Dan sekarang sesudah dia berikan kepada suaminya, pria yang sudah halal dimilikinya, ternyata sensasi nya sangat berbeda. Ada kebanggaan tersendiri dalam dirinya.
"Whoah Bee... " ucap Samuel terengah. "Apa kamu yakin ini pertama kalinya?"
"Bebek, dengar, dalam tubuh aku mengalir darah Italia dan Irlandia. Meskipun ini baru pertama kali dan kamu tahu sendiri buktinya, tapi aku memiliki darah panas kalau di ranjang." Blaze bergulir dan sekarang tubuhnya diatas tubuh Samuel. "Bukankah lebih asyik kalau istri juga bisa mengimbangi keinginan suaminya untuk berhubungan badan?"
"Iya sih jadi kehidupan ranjang tidak monoton."
"Itulah yang mommy bilang. Jadi soal kemeshuman, aku sudah khatam sebab dari kecil terbiasa melihat kemesraan kedua orang tua aku..."
"Jujur Bee, aku tidak menyangka kalau kamu masih sangat menjaga milikmu."
Blaze memukul dada Samuel pelan. "Ya iyalah! Sebadung-badungnya aku paling banter ciuman yang basicnya aku kepo rasanya gimana! Tapi soal milikku, tetap aku jaga! Bagaimana pun aku masih ingat pesan Oma dan Mommy."
"Dan tentu saja kamu akan mengajarkan anak perempuan kita kelak seperti kamu ini?"
"Yes! Karena jika kamu mengumbar milik mu... banyak mudaratnya!"
Samuel mencium bibir istrinya lagi. "Masih tidak nyaman kah?"
"Sedikit" jawab Blaze jujur. "Apa kamu minta lagi?"
"Kalau masih tidak nyaman, aku tidak akan meminta lagi. Kan malam masih bisa apalagi kita dapat cuti tiga hari setelah menikah, bisa dinikmati lah hari-hari kita cuti. Benar kan?"
"Seumur hidup juga bisa kalau kamu masih mampu meskipun sudah aki-aki" kekeh Blaze.
"Kita makannya delivery saja ya? Biar kamu istirahat..."
Blaze merubah posisinya menjadi di samping Samuel yang langsung memeluk istrinya. "Ngantuk..."
"Ya sudah bobok dulu. Openingnya terlalu semangat sih" kekeh Samuel.
***
Tidak terasa hampir dua bulan sudah Blaze dan Samuel menjadi suami istri. Keduanya menikmati kehidupan berumahtangga dan apa yang tidak tampak di pacaran, mulai terlihat saat menikah.
Blaze jauh lebih serampangan dibandingkan Samuel yang rule freak dan sering membuat keduanya ribut tidak jelas. Samuel paling tidak bisa melihat gelas dimana-mana, sedangkan Blaze paling tidak memakai tiga gelas untuk air putih, kopi dan susu.
Meskipun mereka sering berdebat unfaedah tapi satu yang mereka sepakat kompak no debat, urusan ranjang. Samuel mengakui kalau soal memasak, Blaze termasuk jago, sesuatu yang dia tidak duga mengingat bagaimana istrinya bar-bar dan seenaknya sendiri, bisa memasak enak.
Tak heran jika libur, keduanya menikmati acara masak berdua. Samuel lebih terbiasa masakan Indonesia sedangkan Blaze masakan Italia dan Irlandia yang termasuk berat dan berdaging berpasta.
Dan kini keduanya bersiap untuk menghadiri pernikahan Nadira dan Pedro tapi tiba-tiba Blaze merasakan perutnya mual dan segera memuntahkan semua isinya di wastafel. Samuel yang membantu membersihkan istrinya hanya tersenyum smirk.
"Tokcer juga ya ngadon hampir tiap malam" kekeh Samuel yang membuat Blaze mendelik.
"Kalau aku hamil, kok lebih dulu dari Leia?" gumam Blaze sambil mengaplikasi lipstik lagi.
"Siapa bilang. Leia juga lagi hamil jalan empat Minggu, Dante yang bilang di grup chat pria."
"Padahal dia sampai New York dua hari lalu..."
"Kata Dante, mereka tidak tahu kalau Leia hamil..."
"Oh my God..."
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️