
Ruang rawat inap Leia di Mauriziano Umberto Hospital
"Diazo? Tapi mereka sahabat klan Pratomo sejak jamannya Opa Duncan McGregor dan Opa Edward Blair" gumam Leia.
"Apa kalian mengenal mereka?" tanya Omar.
"Opa Storm Grimaldi adalah menantu keluarga Diazo." Leia menatap ke semua pria yang ada di ruangannya.
"Siapa Storm Grimaldi?" tanya Dante bingung dengan silsilah keluarga Leia.
"Opa Storm itu dulu mantan asistennya Opa Arjuna McCloud setelah Opa Ashley menikah dengan Oma Kristal dan memutuskan pindah ke New York. Tapi setelah Opa Storm menikah dengan Brigitta Diazo, sudah tidak menjadi asisten Opa Arjuna lagi."
Omar dan Alexis langsung mencari tahu silsilah keluarga Diazo dan hubungannya dengan Arjuna McCloud.
"Memang benar, Storm Grimaldi menikah dengan Brigitta Diazo memiliki dua anak, Benjamin dan Bernadette. Benjamin menikah dengan kerabat raja Spanyol, sedangkan Bernadette menikah dengan pria blasteran Italia dan Indonesia bernama Gala D'Angelo." Alexis membacakan silsilah keluarga Diazo yang berhubungan dengan Storm Grimaldi.
"Sebelum keluarga besar mu tahu, alangkah baiknya kita selidiki sendiri dulu. Dan aku tidak mau Oom Benji mu sampai datang kemari karena sudah pasti akan buat heboh! Satu orang yang aku tidak harapkan datang juga jangan sampai tahu!" Antonio menatap tajam ke Leia.
"Luke maksud mu?" Leia menatap ke sepupunya.
"Ya!"
***
Turin International Airport
Omar menyambut tim FBI yang datang berjumlah tiga orang, Maggie Grace, Billy Boyd dan Tiffany Russell. Keempatnya pun langsung menuju rumah sakit tempat Leia dirawat karena gadis itu sedang membuat sketsa dua orang pria yang mengejarnya.
"OZ!" panggil Billy. "Apakah Leia Bianchi cantik?" OZ adalah panggilan Omar di kalangan rekan-rekannya.
"Kamu bisa lihat saja sendiri." Omar hanya menatap lurus tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. Posisi Omar sedang menyetir setelah menjemput timnya dari bandara Turin.
"Dasar Billy" kekeh Tiffany, agen FBI berkulit hitam itu yang merupakan partner Billy.
"Omar, kita berhubungan dengan mafia dua negara lho, dua negara!" Maggie menatap partnernya.
"Memangnya di New York ada berapa keluarga Mafia, Maggie? Banyak! Tapi yang ini kan memang gudangnya" ucap Omar ke gadis berambut merah itu.
"Sebenarnya jaman sekarang, pengadu domba itu tidak tahu bahwa di permukaan tampaknya Bianchi dan Mancini berseteru tapi mereka baik-baik saja hubungannya di belakang. Dua keluarga itu tidak pernah berseteru satu abad terakhir ini. Mereka kan baru berseteru akhir-akhir ini saja." Tiffany membaca iPadnya.
Billy melihat profile Leia Bianchi. "Damn! She's so hot!"
"Kenapa Billy?" tanya Maggie.
"Dia benar-benar cewek tangguh. Juara menembak jaman kuliah di Todai, juara Kendo dan juara debat. Pria manapun pasti minder mendekati dia tapi tidak Billy" cengir Billy Boyd.
Omar hanya melirik Billy dari spionnya. Bisa ramai jika bertemu dengan Dante.
***
Ruang rawat inap Leia, Maurizio Umberto Hospital
Leia berhasil membuat sketsa dua orang yang mengejarnya meskipun samar-samar. Kemampuannya menggambar membuat dirinya semakin mudah membuatnya.
"Apa kamu yakin Leia?" tanya Antonio yang masih belum ikhlas adiknya ditemani saingannya.
"Insyaallah yakin Antonio. Mungkin aku cuma lihat sekilas tapi aku yakin."
Dante tanpa sadar mengelus bahu Leia yang tidak terkena perban. "Good job Leia."
Leia hanya tersenyum tipis.
"Halo?" Omar pun datang ke ruang rawat inap itu. "Perkenalkan ini tim aku, Maggie, Billy dan Tiffany. Ada progres apa hari ini?"
"Leia berhasil membuat sketsa dua orang yang disinyalir mencelakakannya kemarin" jawab Antonio sambil menyerahkan dua sketsa itu ke Omar.
"Aku pernah lihat wajah ini dimana ya?" gumam Tiffany.
"Coba kamu ingat - ingat Tif, siapa tahu kita bisa langsung mendapatkan tersangka." Maggie menatap teman satu tim nya.
Omar menatap Leia yang meskipun masih lemah tapi matanya penuh semangat. Wajahmu memang berantakan tapi masih tetap cantik.
Dante yang melihat bagaimana cara Omar menatap Leia, langsung mendekatkan dirinya kepada gadis itu seolah menunjukkan kepemilikannya. Omar hanya tersenyum smirk melihat sikap kekanakan Dante.
***
"Tampaknya klan Diazo tidak ada kaitannya, Antonio." Suara di seberang membuat Antonio bernafas lega.
"Tapi Oom Benji, Alexis mengenali Ferarri hitam itu."
"Itu mobil curian, Antonio. Sengaja mereka mengganti plat nomor dan sebagainya tapi semua asisten hapal ciri khas klan masing-masing."
"Curian? Tapi kok klan Diazo tidak mencari mobilnya ?"
"Ya ampun Oom, mereka itu hampir membunuh Leia!"
"Kamu jangan kaget jika tiba-tiba ada berita dua orang itu mati. Karena mereka sudah tahu apa yang terjadi. Tugas kalian hanya mencari tahu kepala naga semua ini!"
Antonio melongo.
***
Malam harinya Dante tetap mengeyel menemani Leia di ruang rawat inap meskipun Antonio mengatakan ada Vernon dan Juan yang akan berjaga di depan adiknya.
"Awas kalau kamu macam-macam Dante!" ancam Antonio sambil menyelipkan sebilah pisau di bawah bantal Leia.
"Aku tidak mungkin macam-macam dengan adikmu!"
"Masa? Bukannya kamu ingin membuat adikku menjadi milikmu?" sindir Antonio. "Dengan cara yang salah!"
"Aku akan melakukannya dengan benar kali ini Antonio. Dan kita akan menjadi ipar." Dante menatap pria di hadapannya.
"Sainganmu banyak Dante." Antonio membalas tatapan Dante dengan tersenyum licik.
"Akan aku buat Leia hanya melihat aku seorang."
"Good luck for that!" kekeh Antonio.
***
"Aku tidak apa-apa Darth Vader. Itu hanya kecelakaan kecil" ucap Leia via ponselnya dan Dante mendengar saat masuk ke dalam kamar inap gadis itu.
Darth Vader? Luke Bianchi?
"Aku? Aku sama Vernon, Juan dan Pria paling menyebalkan di muka bumi ini."
Sialan!
"Suruh pulang? Sulit Luke. Maunya sih aku ambil muntu uleg dan menyuruhnya dia pulang tapi disini carinya dimana? Tidak mungkin aku pinjam punya Oma."
Muntu uleg? Apa lagi itu?
"Oh tenang saja, Antonio sudah menyisipkan belati di bawah bantal aku" kekeh Leia. "Dia berani macam-macam, habis!"
Dante menatap tajam ke arah gadis yang masih santai menelpon saudara kembarnya.
"Oke Luke. Tenang saja, kamu tidak usah datang. Sudah ada FBI disini" ucap Leia. "Tidak, FBI tidak tahu peristiwa di Belgia, kamu tenang saja."
Belgia? Ada apa di Belgia?
Dante membuka iPadnya dan mencari tahu berita di Belgia. Gara-gara memikirkan Leia, dirinya sampai tidak tahu berita apa saja yang terjadi.
Mata biru Dante menatap berita yang bermunculan di berita online.
Raja Andrew memberikan sayembara bagi yang bisa menemukan putri Zinnia of Léopold.
Pangeran Sean of Léopold tidak bisa menemukan istrinya.
Putri Natalia, istri pangeran Stefanus of Belgium, calon ratu Belgia, menghilang.
Ratu Michelle dituding sebagai biang menghilangnya putri Zinnia of Léopold.
Pangeran Stefanus dilarikan ke rumah sakit akibat depresi yang melandanya, pangeran Sean of Léopold bertugas menggantikan semua tugas kerajaan tanpa putri Zinnia di sisinya.
Dante melongo tidak percaya melihat timeline peristiwa di layar ipadnya. Apa yang kalian lakukan, Leia? Dimana kalian sembunyikan Zinnia dan Natalia?
Pria itu menatap Leia yang hanya memandang nya dengan ekspresi datar.
"Cari apa kamu soal Belgia?" tanya Leia dingin.
"What have you done, Leia?"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Maaf telat
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️