
Apartemen Samuel dan Blaze di Soho New York
Blaze merasa perutnya mulai mulas dan frekuensi kontraksinya agak sering. Bumil bar-bar itu lalu mencoba membangunkan suaminya, Samuel yang baru saja terlelap usai melakukan operasi mendadak.
"Sammy... Sammy" panggil Blaze sambil menggoyangkan bahu suaminya.
"Bee... kalau minta ditengok... besok saja... aku ngantuk..." gumam Samuel sambil terpejam.
"Iiissshhh bebek meshum! Bangun! Anakmu pengen brojol!" pekik Blaze gemas.
"Haaahhh?" Samuel langsung terbangun sambil celingukan. "Brojol dimana?"
"Mau brojol di rumah sakit! Ayo anterin! Udah mules ini!" bentak Blaze.
Samuel bergegas memakai jaketnya.
"Bebek!" panggil Blaze yang berjalan sambil menahan sakit.
"Apa?" balas Samuel sambil memakai sepatunya.
"Kamu mau ke rumah sakit hanya pakai jaket dan boxer?"
Samuel menunduk. "Ya Allah Gusti!"
***
Beruntung Blaze merasakan kontraksi pada saat malam hari jadi jalanan dari Soho menuju Lennox Hills Hospital hanya membutuhkan waktu kurang dari lima belas menit. Setibanya disana, para suster sudah siap karena di perjalanan, Samuel mengabarkan bahwa Blaze sudah mengalami kontraksi cukup sering.
Joey dan Georgina Bianchi yang dikirimkan pesan oleh Blaze pun sudah sampai di rumah sakit bersalin yang dikenal langganan para orang kaya dan artis.
"Bagaimana Sam?" tanya Joey yang sekarang bersama Samuel di ruang tamu kamar VIP tersebut. Georgina sendiri menemani Blaze yang sedang diperiksa status pembukaannya.
"Gugup Dad yang jelas ..." jawab Samuel. Wajah pria Indonesia itu tampak cemas dengan tangannya saling bertautan menunjukkan panik di dirinya.
"Tenang saja Sam. Bee akan baik-baik saja." Joey menepuk punggung menantunya lalu mengambil ponselnya ketika merasakan nada getar di dalam saku celananya. "Halo Dad."
Samuel menoleh dan tahu siapa yang menelpon, siapa lagi kalau bukan Mario Bianchi sang calon opa buyut.
"Belum dad, ini masih di observasi... Normal insyaallah. Bee maunya gitu soalnya kemarin dengar cerita dari Leia kalau dirinya dua hari bisa langsung pulang dan sakitnya cepat hilang... Iya, Gina kan juga normal dulu saat lahiran Bee... Dad, aku rasa anaknya Bee bakalan lebih bar-bar dari mommynya deh..." gelak Joey dengan santainya.
Samuel hanya melengos mendengar ucapan mertuanya. Bakal apaan anakku yang sudah tahu berjenis kelamin perempuan akan lebih bar-bar dari Bee? Apa suaminya besok bisa tabah macam aku menghadapi Bee? Eh, anak gue belum nongol kok mikir lu kejauhan, Bebek!
"Sammy, dipanggil Blaze" suara Georgina membuat lamunan Samuel buyar.
"Baik mom." Samuel pun berdiri dan berjalan ke tempat Blaze tiduran dan tampak istrinya merasa tidak nyaman. "Sudah bukaan berapa istri saya Dokter Anna?"
"Ini sudah bukaan delapan. Mari kita ke ruangan bersalin" senyum Dokter Anna yang memeriksa dokter bedah yang juga putri seorang dokter bedah terkenal di New York.
Joey dan Georgina melihat brankar putrinya didorong oleh suster didampingi dokter Anna bersama Samuel keluar dari ruang VIP.
"Sudah bukaan berapa Anna?" tanya Joey ke dokter Obgyn putrinya.
"Bukaan delapan Joey. Kalian tunggu ya, aku dan Blaze akan membawa cucu kalian keluar melihat dunia" senyum dokter Anna yang juga kolega Joey dan Georgina.
***
Ruang Bersalin
"Sakit bebeeeekkk!" keluh Blaze saat kontraksinya semakin sering dan jangan ditanya tangan Samuel yang senut-senut akibat dicengkeram istrinya.
"Ya nanti kalau sudah keluar, kamu langsung ditubektomi saja biar nggak ham... Addduuuhhh! Bee!" Samuel menjerit saat lengannya dicubit Blaze.
"Enak saja tubektomi! Aku belum 27 tahun!" hardik Blaze dongkol.
"Katanya sakit ... "
"Namanya juga proses melahirkan ya pasti sakit bebeeeekkk!"
"Jadi anak kita jadinya dua nanti sesuai rencana?"
"Ya iyalah! Apalagi aku suka proses bikin hamilnya! Mana suamiku hot juga di ranjang..." ucap Blaze tanpa beban membuat Samuel memerah wajahnya dan semua orang di ruang bersalin yang semuanya wanita cekikikan mendengar ucapan unfiltered dokter bedah cantik itu. "Eh tapi kalian yang masih pada jomblo, jangan sekali-kali goda suami aku ya! Scalpel bisa melayang! Adduuuhhh..."
"Makanya tho Bee, jangan bar-bar..."
"Bar-bar kan memang sudah mendarah daging, Sammy!" balas Blaze yang mendapatkan ciuman di hidungnya dari Samuel.
"Blaze, yuk mulai mengejan" perintah dokter Anna.
"Ayo kita sambut putri kita yang bisa jadi sangat mirip kamu galaknya..."
***
Rama, Astuti, Abi, Gandari, Bayu dan Devan datang ke rumah sakit menjelang jam empat subuh setelah mendengar Blaze akan melahirkan.
"Untung besok eh hari ini Minggu jadi aku nanti bisa tidur" gumam Devan sambil menguap.
"Kan tadi Daddy sudah bilang nggak usah ikut, tapi kamunya ngeyel" kekeh Rama sambil merangkul putra bungsunya yang sudah masuk junior high school.
"Aku kebayang Sammy bakalan tidak lolos dari KDRT Bee mengingat anak itu kan hobinya menghajar orang" kekeh Bayu mengingat sepupunya yang main hajar suaminya sehari setelah menikah karena amnesia mendadak.
"Bang, anaknya Blaze beneran cewek?" tanya Abiyasa ke Joey.
"Iya. Dan aku tahu, kalian pasti sudah memperkirakan bakalan sama bar-barnya dengan Bee kan? Well, biar itu jadi urusannya Samuel" seringai Joey durjana membuat sepupunya terbahak.
"Parah nih opanya" kekeh Rama.
"Lho iya kan? Aku dulu juga pusing menghadapi Bee, sekarang Samuel yang bakalan pusing."
***
Georgina, Yanti dan Gandari tampak asyik bergosip sendiri ditambah mereka merasa gemas melihat Vicenzo, putra Leia dan Dante.
"Alamat ini si Enzo jadi rebutan cewek-cewek nantinya. Masih bayi saja sudah cakep" gumam Gandari.
"Panggilan nya Vic, Dari. Biar nggak samaan sama Enzo Dubai" kekeh Georgina.
Padahal keren Enzo panggilannya.
"Dante yang bilang panggilan anaknya Vic."
"Mbak Gina, apakah Samuel akan baik-baik saja?" tanya Gandari.
"Maksudnya?"
"Mengingat Blaze gampang KDRT..."
Georgina dan Astuti tertawa. "Kita lihat saja nanti."
***
Ruang Bersalin
Samuel dan Blaze tampak takjub melihat putri mereka lahir sempurna dan cantik seperti ibunya.
"Ya ampun Bee... Cantik sekali anak kita Bee..." ucap Samuel berulang membuat Blaze menangis terharu melihat putrinya yang sekarang dalam dekapannya.
"Blaze, mari kita lakukan IMD ( Inisiasi Menyusui Dini )" bujuk Dokter Anna. "Princess kalian perlu kolostrum."
Tadi begitu lahir, Samuel langsung menggendong putrinya dan memberikan adzan dan Iqamah di sisi telinga kanan dan telinga kiri. Dan kini Blaze membiarkan putrinya mencari sumber makanannya membuat Samuel semakin kagum melihat keajaiban yang terjadi, bagaimana bonding anak dan ibu semakin terjalin.
"Siapa nama anak kalian?" tanya Dokter Anna.
"Rania Samira Bianchi Prasetyo" jawab Samuel.
***
Ruang Rawat Inap VIP Blaze.
"Duh cantiknyaaa" puji Gandari melihat cucunya. "Bay, kamu Ndang rabi dong ( Kamu segera menikah dong ). Mommy jadi pengen punya cucu dari kamu."
Bayu yang sedang memeriksa pekerjaannya hanya melengos mendengar ucapan ibunya. "Rabi Karo sopo Mak ( nikah sama siapa Mak )" balas Bayu membuat Gandari mendelik dipanggil 'Mak'.
"Beneran deh kalian berdua tuh!" kekeh Abi yang tahu Gandari dan Bayu suka ribut apalagi setelah putranya tukang Gonta ganti sekretaris akibat tidak bisa mengimbangi ritme kerja anak tunggalnya.
"Nama yang kalian pilih bagus" puji Joey. "Rania, opa harap kamu jangan meniru mamamu yang super bar-bar. Kasihanilah opamu ini nak..."
Mommy Blaze and baby Rania
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️