The Bianchis

The Bianchis
Maaf Sean



Lake Geneva Switzerland


"Sean?" seru Leia bingung kenapa harus bertemu dnegan suami Zinnia disini. "Kamu ngapain disini?"


"Aku? Aku berlibur disini, menenangkan pikiran. Komplek resort ini kan memang milikku, Leia." Sean menatap ke arah Dante. "Ini siapa Leia?"


"Oh, Dante perkenalkan ini Sean Léopold, pangeran Belgia. Sean, ini suamiku, Dante Mancini."


Kedua pria tampan itu saling bersalaman.


"Kamu sudah menikah?" tanya Sean dengan wajah sedih teringat istrinya.


"Iya kami sudah menikah dan kami sedang berbulan madu" jawab Dante. "Aku tidak tahu kalau resort ini adalah milikmu, your highness."


"Aku juga tidak tahu kalau kalian yang memesannya..." Sean menatap Leia. "Bagaimana kabar Zee, Leia?"


"Yang jelas Zee sehat, Sean."


Wajah Sean tampak lega. "Alhamdulillah... Apakah dia di Tokyo?"


"Aku minta maaf Sean, tapi kami tidak bisa memberitahukan padamu." Leia menatap iba ke Sean. "Buktikan pada Oom Ayrton dan Opa Karl bahwa kamu memang pantas kembali bersama dengan Zee."


"Leia, Zee sehat kan? Zee tidak sakit?"


"Kenapa kamu bilang begitu?" tanya Dante bingung. Meskipun mulutnya gatal ingin memberitahu Sean, tapi Dante menahan nya karena dia tahu, ini bukan ranahnya.


"Entahlah, aku merasa beberapa waktu lalu bermimpi Zee kesakitan..." Sean menatap Leia dengan wajah khawatir.


Leia hanya tersenyum menenangkan. "Zee baik-baik saja Sean. Don't worry."


Sean tersenyum kikuk. "Sekali lagi, selamat atas pernikahan kalian. Selamat berbulan madu." Pria itu pun berbalik bersama dengan Greg yang baru saja datang memberikan kunci resort.


Dante melihat interaksi antara Leia dan Greg yang seolah ada kode tersendiri dan dia yakin pasti Leia meminta Greg melindungi pangerannya.


Setelahnya Dante dan Leia masuk ke dalam pondok tempat mereka menginap sambil membawa barang-barang mereka.


***


"Kalian benar-benar tidak akan memberitahukan kepada Sean?" tanya Dante setelah mereka berada di dalam pondok. "Ya ampun, Leia. Sean punya anak bersama Zee! Dan itu adalah keturunan pangeran Belgia!"


Leia menatap tajam ke Dante. "Dengar Inferno, meskipun aku dan saudara-saudara aku lainnya ingin memberitahukan bahwa dia punya anak, tapi kita tidak bisa Dante! Kami semua menghormati keputusan Oom Ayrton selaku Ayah Zee!"


"Aku tidak kebayang jika Sean tahu bahwa selama ini dia punya anak!"


"Kamu pikir aku tidak kasihan sama Sean? Apa kamu pikir aku tidak memikirkan bagaimana Zee hamil tanpa ada Sean disisinya? Aku ingin mengatakan semuanya pada Sean, Dante! Tapi aku tidak ada hak!" Leia duduk di sofa pondok itu. "Aku ingin melihat mereka berdua bersama apalagi ada Arsyanendra diantara keduanya tapi aku..."


Dante berlutut di hadapan istrinya. "Aku tahu, meskipun keluarga besarmu seolah tidak perduli tapi mereka semua menunggu keputusan Oom Ayrton..." Pria itu memegang wajah Leia. "Sayangku, kita mau liburan tapi kita malah berdebat soal Sean dan Zee."


"Apa kamu tidak tahu jika ini pondok resort milik Sean?"


Dante menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu Leia."


"Aku lupa tanya pada Zee, bisnis resort Sean di Swiss dimana saja."


"Tidak usah bertanya Leia. Nanti Zee malah kepikiran..." Dante mendekati wajah Leia. "Kita ski atau mau mencoba kasurnya?"


***


Leia menikmati acara bermain ski bersama suaminya yang ternyata sangat jago. Leia sendiri hanya sekedar bisa karena ski buka. olahraga favoritnya.


"Sayang, aku ke toilet dulu ya" ijin Leia ke suaminya.


"Hati-hati" ucap Dante sambil mencium bibir Leia lembut. Pria itu membawa papan ski keduanya dan hendak menuju ke cafetaria.



Mukanya Mafioso satu ini yaaa...


"Kamu mau ke cafe kan? Tolong pesankan aku hot choco dan burger. Aku ingin burger" ucap Leia sebelum ke kamar mandi.


"Leia, kamu tidak mengidam kan?"


Leia melongo. "Astaghfirullah Dante! Kita baru mau tiga Minggu menikah! Mana mungkin aku langsung hamil!" kekeh Leia sambil berjalan menuju kamar mandi.


Dante tersenyum sembari meletakkan papan skinya lalu duduk di tempat yang sudah dipesannya. Pria itu memesan hot choco, burger, steak dan kopi panas. Setelah pelayan itu pergi, Dante menyalakan rokoknya.


Ketika sedang menikmati pemandangan, tiba-tiba seseorang duduk di hadapannya.


"Jika kamu datang untuk menanyakan Zee, aku tidak bisa membantu kamu, Your Highness."


Sean, orang yang duduk di hadapan Dante, menatap penuh perasaan. "Please, Dante. Beritahukan dimana Zee."


"Prince Sean..."


"Just call me Sean, kita disini jatuhnya ipar."


"Sean, aku belum pernah melihat Zee. Jadi bagaimana aku bisa memberitahukan padamu?"


"Zee tidak datang ke acara pernikahan kalian?" Sean menatap tidak percaya.


"Nope. Zinnia Hadiyanto Léopold tidak datang ke pesta pernikahan kami."


"Padahal dia dan Leia sangat dekat..."


"Sean, aku minta maaf karena aku tidak bisa membantu kamu."


Sean hanya mengangguk.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️