The Bianchis

The Bianchis
Leia Bianchi : Sadar



Turin Italia


Dante memeluk erat Leia tidak memperdulikan rasa panas yang terasa di punggungnya akibat ledakan mobil BMW gadis itu. Dante melihat wajah Leia yang terdapat luka-luka akibat terkena pecahan kaca.


"Leia. Leia! Bangun sayang! Bangun!" panggil Dante sambil menepuk-nepuk pipi gadis itu. Perlahan Dante pun bangun sambil menggendong Leia menaiki jurang yang sedikit landai lalu masuk ke dalam mobilnya.


Dante langsung memacu mobilnya dan menghubungi Sergio.


"Yes Signore?"


"Sergio, cari CCTV di toko liquor Panini dan sepanjang jalan menuju kebun anggur kita."


"Memang ada apa Signore?"


"Leia Bianchi diserang dan mengalami kecelakaan. Sekarang aku mau ke rumah sakit."


"Siap Signore."


"Hubungi Alexis. Kalian bekerjasama mencari tahu siapa yang ingin membunuh Leia-ku!" Sergio bisa mendengar suara geraman dari bossnya.


"Sì Signore."


Setelah menghubungi Sergio, Dante lalu menghubungi Antonio.


"Antonio? Temui aku di Mauriziano Umberto Hospital sekarang!"


"Ada apa Dante?" tanya Antonio bingung.


"Ada yang ingin membunuh Leia."


***


Mauriziano Umberto Hospital


Dante menggendong Leia sambil berteriak meminta dokter IGD datang. Buru-buru perawat dan dokter mengurus Leia apalagi yang meminta adalah ketua keluarga Mancini dan yang terluka adik Antonio Bianchi.


Tak lama, Antonio datang dan segera mencari Dante yang masih menunggu di depan kamar tempat Leia diperiksa.


"Apa yang terjadi Dante?" tanya Antonio gusar. Kamu berbuat apalagi Leia?


"Aku tidak tahu Antonio." Dante menatap sendu ke Leia yang sedang dirawat oleh para dokter dan perawat.


"Ceritakan apa yang kamu tahu."


"Aku tadi perjalanan pulang dan bersisipan mobil dengan BMW mu ... Leia mengebut dan sebuah Ferarri hitam mengejarnya. Aku ikuti mereka tapi aku terjebak di lampu merah. Dan ... aku tahu itu hanya ada satu jalan menuju kebun anggur aku, disana aku melihat asap tebal ... Mobil Leia di dalam jurang... Aku berhasil menolong adikmu sebelum mobilnya meledak..." Dante mengusap wajahnya kasar. "Aku tidak bisa memaafkan diriku jika aku terlambat menolong Leia, Antonio."


Antonio menepuk bahu Dante. "Terimakasih sudah menolong Leia..."


"Antonio!" Sebuah suara membuat wajah Dante langsung ditekuk sepuluh. "Aku mendengar dari Alexis. Bagaimana Leia?" Omar pun ikut melongok sekilas Leia yang sedang diobati.


"Bagaimana Alexis tahu?" Antonio menatap Dante.


"Sergio yang aku suruh menyelidiki ke toko liquor Panini. Aku yakin Leia habis dari sana" jawab Dante.


"Tumben Leia tidak bersama Vernon DNA dan Juan" gumam Antonio yang langsung menelpon pengawal Leia.


Omar pun mendekati Dante. Dua pria jangkung itu sama-sama menatap seorang gadis yang masih dalam tindakan medis.


"Terimakasih sudah menolong Leia" ucap Omar tulus.


"Aku hanya kebetulan disana."


Omar melirik ke arah Dante.


"Jika kamu berpikir aku ada sangkut pautnya dengan kecelakaan Leia, kamu salah Omar! Aku tidak mungkin mencelakakan wanita yang aku cintai." Dante menatap dingin ke Omar. "Meskipun aku tahu Leia tidak memiliki perasaan apapun padaku, tapi dia adalah gadisku."


Omar tersenyum smirk. "Aku rasa semua itu terserah Leia. Jangan mengklaim sesuatu yang belum pasti."


"Leia adalah milikku Omar. Jangan sekali-kali kamu berpikir untuk merebutnya!" Dante menatap tajam ke pria berdarah Mesir itu.


"Really, Dante? Apakah kamu tahu bagaimana ketatnya keluarga Leia dari garis klan Pratomo? Apa kamu sudah siap harus mengikuti aturan keluarga Leia?" Omar berbisik di telinga Dante. "Aku rasa Vatican akan mengajukan keberatan kamu pindah."


Dante menatap tajam ke arah Omar yang memiliki tinggi lebih darinya yang 189cm.


"Signore Mancini. Signora Bianchi sudah sadar" suara dokter membuat kedua pria yang sedang berseteru itu terdiam. "Dan dia bertanya siapa yang membawanya kemari. Signore Mancini, pelan-pelan ya. Kepala Signora Bianchi masih pusing."


Dante pun bergegas masuk ke dalam ruang rawat Leia.


"Leia..." bisik Dante penuh perasaan lalu duduk di kursi sebelah tempat tidur gadis itu dan menggenggam tangannya Leia yang tidak ada jarum infus nya. "Syukurlah kamu sadar..." Dante menciumi tangan Leia.


"Apa..yang ... terjadi... Dante..." Leia menatap Dante sayu. Pusing di kepalanya masih sangat terasa.


"Siapa..."


"Aku hanya melihat Ferarri hitam mengejarmu..."


Leia memegang kepalanya. "Dimana Antonio?"


"Aku disini Leia. Bagaimana kepala mu?" Antonio masuk dan mengelus kepala adiknya.


"Pusing... " bisik Leia sambil memejamkan matanya.


"Tidurlah dulu. Aku akan menjagamu" ucap Dante lembut.


"Aku urus dengan Omar dulu, Leia. Dante, titip adikku." Antonio menatap tajam ke pria Mancini itu.


"Tanpa kamu suruh, aku pasti akan menjaga Leia" balas Dante dingin.


***


"Apa maksudmu tidak ada CCTV di toko liquor itu?" bentak Antonio ke Alexis dan Sergio yang datang ke rumah sakit.


"Rusak, Signore" jawab Alexis.


"Rusak? Are you fu***** kidding me!" Antonio mengusap rambutnya kasar. Duh bisa kena amuk Oom Luca ini!


"Biar aku yang urus Antonio. Hari ini tim aku datang jadi kamu tenang saja" ucap Omar yang sedang menerima telepon. "Antonio, jangan bawa keluargamu kemari."


"Tidak akan, Omar. Aku tidak kebayang bagaimana ngamuk nya Luke kalau dengar saudara kembarnya terluka." Antonio sudah tahu bagaimana kejamnya Luke yang lebih parah dari dirinya.


***


Leia akhirnya dipindahkan ke kamar VVIP dan Dante mengeyel harus dia yang mengurusnya sampai Antonio dibuat jengkel dengan rivalnya.


"Tapi dia adikku Dante! Aku yang harus bertanggung jawab selama Leia di Turin!" omel Antonio.


"Shut up Antonio! Aku yang menemukan Leia jadi aku yang harus merawat dan menjaganya!" Dante menatap tajam ke sepupu Leia itu.


"Terserah!" Akhirnya Antonio menyerah.


Dan kini Omar mulai menanyakan kronologis kenapa Leia bisa kecelakaan.


"Aku rindu sake jadi aku sengaja tidak membawa Vernon dan Juan mengawalku karena aku pikir hanya sebentar perginya. Tapi sesampai disana, aku mendengar percakapan dua orang yang aku tidak tahu siapa... Mereka bilang ingin mengadu domba antara klan Mancini dan klan Bianchi soal anggur..." papar Leia dengan suara pelan.


"Kamu mengenal suara orang itu Leia?" tanya Omar. Leia menggelengkan kepalanya.


"Anggur apa Leia ?" tanya Dante.


"Kebun anggur milik keluarga aku dan keluarga kamu hendak direbut jika kamu dan Antonio saling bunuh satu sama lain."


Antonio dan Dante melongo. "Untuk apa aku membunuh Antonio?" ucap Dante. "Yang benar saja Leia!"


"Lagian aku rugi bunuh Dante. Nggak ada manfaatnya!" kekeh Antonio. "Kami tidak sepicik itu bisa diadu domba."


"Tapi pola pikir kalian berbeda dengan orang-orang yang menggunakan Rowan Jesper untuk memfitnah Dante atau Antonio. Semua orang tahu perseteruan antara kalian berdua soal tanah dan berusaha memanfaatkan situasi itu" timpal Omar yang masih mengawasi CCTV di jalan raya tempat Leia dikejar Ferarri hitam.


"Signore Mancini" panggil Sergio.


"Ya Sergio?"


"Saya mengenal mobil Ferrari ini."


Semua orang menatap asisten Dante itu.


"Punya siapa?"


"Keluarga Diazo."


Semua orang terkejut. Untuk apa mafia Spanyol ke Turin?


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Sorry telat


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️