
AJ-BIANCHI Corp Building Tokyo Jepang
"Kok si Moretti itu tahu soal Bianchi? Tahu kalau kamu sepupu Abang?" Tanya Luke sambil memberikan sebotol air mineral dingin ke adiknya.
"Aku berantem sama dia terus Raffa bilang kalau melawan aku sama saja dia banci! Tapi bully aku apa nggak sama saja dia banci?"
"Terus?"
"Terus aku bilang kalau mau nggak jadi banci, ketemu sama kakakku. Dia bilang tidak mau sama mas Shin, maunya keluarga Bianchi. Aku kan kaget. Kok tahu aku sama kamu sodaraan." Sakura menatap Luke bingung.
"Kita ke Dojo disekolah kamu. Abang penasaran sama anak songong macam si morotin itu!" Luke pun berdiri dari kursinya dengan diiringi cekikikan adiknya.
"Moretti bang, bukan morotin. Bang Luke ikutan mas V sama Oom Hoshi sukanya ganti-ganti nama orang." Sakura tertawa geli dengan abangnya yang macam kulkas.
"Suka-suka gue lah!" Luke mengulurkan tangannya yang disambut Sakura. Keduanya pun berjalan bergandengan keluar dari ruang kerja Luke.
***
Tokyo International Private School
Luke Dan Sakura ditemani oleh Hidetoshi Shinoda mendatangi sekolah tempat Sakura belajar. Luke, Leia dan Shinichi sendiri juga alumni sekolah swasta yang memang untuk anak-anak keluarga ekspatriat atau warga asing meskipun orang Jepang boleh masuk disini asalkan mampu membayar. Kebanyakan memang yang bersekolah disini adalah orang-orang kaya.
"Memangnya kamu ngalahin dia berapa kali?" Tanya Luke ke Sakura sambil tetap menggandeng tangan adiknya menuju Dojo yang sudah sangat dia hapal.
"Tiga kali."
Luke tersenyum smirk. "That's my sister!" Pujinya sambil mencium pelipis Sakura.
Ketiganya pun sampai di Dojo sekolah Sakura dan tampak beberapa anak disana dan Luke melihat dua orang yang berdarah Italia sedang asyik mengobrol. "Yang mana si Raffa tukang morotin?" Luke menoleh ke arah Sakura.
"Itu yang gak tatoan." Memang di hadapan keduanya ada dua pria yang mengenakan kemeja lengan pendek, sama-sama berambut coklat tua, tapi berbeda karakter. Pria yang bertattoo terlihat lebih tua dan lebih Mafioso dibandingin dengan pria satu lagi yang sebaya dengan Sakura.
"Moretti!" Panggil Luke yang membuat keduanya menoleh.
"Bianchi..." Senyum pria yang bertattoo itu sambil menghampiri Luke. "Alessandro Moretti." Pria yang usianya dibawah Luke itu mengulurkan tangannya yang disambut Luke dingin.
"Luke Bianchi. Ada apa Moretti ke Tokyo?" Luke menatap tajam ke arah Alessandro.
"Oh sebelum itu, perkenalkan adikku Raffa yang menantang dirimu." Alessandro menarik remaja yang menatap dingin ke Luke dan Sakura.
Raffa yang memilik wajah versi imutnya Alessandro hanya menganggukkan kepalanya, namun mata coklatnya tetap menatap Sakura yang hanya melengos. Alessandro menoleh ke arah gadis yang cukup mungil untuk ukuran blasteran. Pria berusia 20 tahun itu mengira-ngira tinggi Sakura hanya 168-169 dibandingkan dengan dirinya yang sekitar 190. Luke Bianchi juga dibawah aku tingginya. Alessandro baru menyadari mata Sakura berwarna tidak jelas, entah hazel, hijau atau abu-abu kebiruan. Wajahnya menggemaskan!
"So, Raffa, kamu menantang aku untuk apa?" Tanya Luke tajam.
"Kendo! Aku tidak terima dibilang banci oleh adikmu!" Jawab Raffa sambil menatap tajam ke Sakura.
"Tapi kamu memang banci! Kalah lalu membully aku! Aku hajar kamu malah nantang kakakku, so sekarang aku sudah membawa kakakku!" Balas Sakura dengan judes.
Alessandro hanya menatap wajah Sakura yang tampak marah tapi menggemaskan.
Kenapa wajah Sakura malah menggemaskan seperti itu? Kabarnya dia putri keluarga Park, putri Hideo Kojima Park, mantan pemimpin Silver Shinning. Alessandro lebih tertarik melihat musuh adiknya di bidang olahraga. Raffa memang penggemar olahraga Kendo dari kecil jadi saat mereka pindah ke Tokyo tahun lalu, Raffa lah yang paling berbahagia. Alessandro sendiri ke Tokyo dalam rangka liburan dari kuliahnya di Jerman.
Dan dirinya kini terjebak dengan keributan Sakura Dan Raffa yang harus menyeret kakak Sakura, Luke Bianchi. Tapi bisa melihat mata belo Sakura itu mood tersendiri.
"So, mau kapan kamu mulai bertanding denganku, anak kecil?" Ledek Luke ke Raffa.
"Sekarang pun jadi!" Jawab Raffa tegas.
***
Alessandro duduk bersebelahan dengan Sakura yang antusias mensupport abangnya. Pria berwajah tampan tapi dingin itu hanya tersenyum tipis melihat Sakura bersorak saat Raffa kena hajar Luke.
"Kan aku sudah bilang, kamu salah cari lawan!" Seru Sakura saat Raffa membuka pelindung kepalanya.
Luke lalu menarik baju Raffa. "Heh, cumi! Jangan sekali kali membully adikku, karena kamu akan mendapatkan lebih dari sekedar pukulan dari pedang Kendo!" Ancam pria itu dengan wajah dingin.
Alessandro memegang tangan Luke. "Akan aku pastikan, adikku tidak akan mengganggu adikmu, Bianchi. Jika kamu masih mengganggu Sakura, abang sendiri yang akan menghajarmu, Raf!" Alessandro menatap tajam ke arah adiknya yang hanya manyun.
Sakura menghampiri abangnya dan memeluknya dengan hangat membuat kedua pria Moretti itu tertegun.
Kapan aku bisa dipeluk oleh Sakura Park?
***
Usai berganti pakaian, Luke mengobrol dengan Alessandro Moretti. Dirinya sangat penasaran dengan kehadiran keluarga itu di Tokyo.
"Ada apa keluarga Moretti ke Tokyo?" Tanya Luke tanpa basa-basi di sebuah cafe dekat sekolah Sakura Dan Raffa.
"Orangtuaku ada bisnis disini sejak tahun lalu dan tenang Bianchi, bukan soal anggur. Keluarga kami berbisnis kuliner karena pangsa pasarnya menurut kami lebih menjanjikan daripada di Roma yang banyak saingan."
"Apakah berhasil?"
"Lumayan karena kami memang sudah mengincar pangsa pasar di Tokyo sejak tiga tahun lalu." Alessandro menyesap kopinya. "Ngomong-ngomong, adikmu Sakura, apakah benar dia anaknya Hideo Park?"
"Dia memang anaknya Oom Hideo. Kenapa Moretti? Jangan bilang kamu mengincar adikku? For God's sake, dia baru 15 tahun!"
"Aku suka adikmu" jawab Alessandro tanpa malu.
"Jangan macam-macam Moretti. Apa kamu tidak sadar, adikmu si Raffa juga menyukai Sakura?"
Alessandro melongo, "Apa?"
"Masa kamu tidak sadar kalau Raffa sengaja menantang aku untuk membuktikan bahwa dia berani dengan aku dan aku rasa untuk menarik perhatian Sakura. Apa kamu tidak melihat bagaimana cara adikmu menatap Sakura diam-diam. Pikirkan baik-baik, aku tidak mau adikku menjadi rebutan Moretti bersaudara!" Luke menatap tajam ke Alessandro. "Lagipula, kamu terlalu tua untuk Sakura."
"Aku baru 20 tahun, Bianchi! Tidak bisa terlalu tua!" Jawab Alessandro sengit.
"Aku kasih tahu, Moretti, meskipun aku dan Opa bertattoo, Oom Hideo mantan mafia, bukan berarti dia juga akan bisa menerima kamu ataupun adikmu! Memangnya aku tidak tahu sepak terjangnya keluarga Moretti di New York Dan Roma?" Luke tersenyum smirk.
"Selama Sakura belum menjadi milik orang lain, aku rasa tidak ada salahnya jika aku mengincar dia kan?" Alessandro menatap Luke serius.
"Jika terjadi pertumpahan darah antara Moretti bersaudara, aku tidak akan ikut campur!" Balas Luke.
***
yuhuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️