
Kediaman Takara Tokyo Jepang
Hari ini adalah hari yang ditunggu Luca dan Emi, hari pernikahan keduanya setelah sempat mendrama saat lamaran minta langsung dipanggilkan penghulu. Pasangan ini memilih menikah dengan pakaian adat Jepang karena Luca menghormati Takeshi Takara sebagai ayah mertuanya.
Acara ijab qobul pun berlangsung khidmat meskipun Takeshi mendelik melihat salah satu mas kawinnya adalah Lego Millennium Falcon dalam kotak acrylic selain sebuah apartemen mewah di area Shibuya dan seperangkat perhiasan.
Hasil karya nyureng hampir tiga bulan
"Luca!" panggil Takeshi usai acara ijab.
"Yes papa?" seringai Luca yang merasa geli memanggil Takeshi 'papa'.
"Ini apa-apaan?" tunjuk Takeshi ke box acrylic berisikan Lego karya Luca.
"Emi kan kasih kado Lego Millennium Falcon, Pa. Jadi aku buat sebelum menikah sebagai salah satu mas kawin."
"Papa tahu ini Lego tapi apa kamu menyusunnya sendiri?" Takeshi memicingkan matanya.
Luca langsung memegang dadanya dramatis. "Oh Tuhanku, papa mertua kenapa tega sekali padaku? Kenapa tidak percaya padaku? Ini aku buat sendiri Pa. Apa papa tidak melihat mukaku sudah seperti model Lego?"
Takeshi hanya mendengus kesal. "Dasar Sono Gaki!"
"Pa, aku itu lama kan nggak bertemu dengan papa dua bulan ini? Ya karena menyusun Lego pa! Demi pa, demi mas kawin yang aku janjikan. Bikin malu ah kalau janjiku pada Emi tidak terpenuhi. Bisa harakiri di pohon tauge nanti aku..." Luca memasang wajah memelas.
Takeshi hanya menatap judes ke menantunya. "Nanti malam tanding Kendo dengan papa!"
Luca melongo. "Paaaa... Unboxing pa. Unboxing!"
"Kendo!"
"Unboxing!"
"Kendo!"
Emi yang sedang mengobrol dengan Georgina O'Grady yang juga calon iparnya, menoleh ke arah keributan suami dan ayahnya.
"Em? Mereka tidak pernah akur?" tanya Georgina.
"No Gina, Otousan selalu begitu dengan Luca tapi masing-masing tahu sih kalau saling sayang satu sama lain" kekeh Emi.
"Kamu tahu Em, Joey pun sama saja !"
"Maksudnya?" tanya Emi bingung.
"Joey juga hobi bikin Daddy darting" gelak Georgina.
"Ternyata dua pria Bianchi itu hobinya bikin pusing ya?" Emi menatap Luca dan Takeshi yang masih ribut meskipun Shiki sudah berusaha memisahkan mereka.
"Tampaknya keluarga Joey dan Luca sudah hapal ya dengan kelakuan mereka" gumam Georgina.
"Welcome to the jungle of rusuh" gelak Emi.
Kira-kira gini deh saat Luca n Emi merit
***
Joey mendapatkan banyak pertanyaan dari Mamoru Al Jordan, Fuji Al Jordan, Nathan Pratomo dan Alexandra Giandra. Opa, Oma dan Oomnya yang berprofesi sebagai dokter ingin tahu bagaimana nasib dokter Richard Chamberlain yang sedang menjalani pengadilan.
"Bagaimana hasilnya Joey?" tanya Mamoru.
"Well, tampaknya bakalan nyaris tidak bisa keluar dari penjara karena banyaknya dakwaan. Selain kelalaian dalam penyelamatan nyawa sebagai seorang dokter, mabuk dalam bertugas, melakukan pelecehan terhadap para perawat dan mahasiswi... Pasal berlapis lah! Apalagi hukum di New York benar-benar mengerikan jika berhubungan dengan kasus pelecehan." Joey menatap ke semua orang yang berprofesi sebagai dokter.
"Lagian dia juga nekad, mabok pas operasi" sungut Nathan.
"Ketemu sama aku lagi, Oom. Habis lah!" gelak Joey. "Masih bagus cuma aku bogem, nggak aku cincang buat makanan piranha."
Mamoru langsung mengeplak kepala cucunya. "Kalau ngomong dipikir dulu, Joey! Asal njeplak aja!"
"Lho tapi beneran Opa, ingin aku lempar ke Empang lho!" sahut Joey sambil mengusap kepalanya.
"Lha reader generasi kelima bikin pamor Empang piranha naik daun, Oom" kekeh Joey. "Semua yang menyebalkan harus dilempar ke Empang padahal kan tidak semudah itu Férguso."
"Susah ngomong sama kamu!" sungut Alexandra sambil tersenyum.
"Untung Oma nggak disana, bisa dihajar sama jurus eskrima Oma nanti!" kerling Joey jenaka.
"Ngomong - ngomong, kamu serius dengan anaknya Kieran?" tanya Mamoru.
"Serius lah Opa. Kalau nggak serius, nggak mungkin aku ajak kemari."
"Tapi memang cucunya Joshua itu tidak jauh-jauh dari golongan panasan, mafia Irlandia dan Yakuza Jepang" ucap Mamoru.
"Lha Joshua apa kabar, Moru? Kan appanya mantan pemimpin Silver Shinning" gelak Alexandra.
"Ah damn it! Aku lupa!" Mamoru menepuk jidatnya.
"Wah, memang darah Mafia itu tidak bisa menghilang ya Opa? Jadi kalau yang reseh dibuang ke Empang boleh kan?" Joey mengerjapkan mata ke Mamoru.
"Tetap tidak boleh, Joey!" hardik Mamoru kesal.
***
The Prince Gallery Tokyo Kioicho
Acara resepsi pernikahan Luca dan Emi pun dilaksanakan di sebuah hotel terbesar di Tokyo. Bergabungnya dua keluarga mafia Bianchi dan Yakuza Takara membuat banyak pihak semakin respect dengan Mario dan Marco Bianchi serta Takeshi Takara.
Para tamu undangan pun mengetahui bahwa Luca Bianchi cucu Miki Al Jordan dan cicit Hiroshi Al Jordan yang masih ada kekerabatan dengan keluarga Emir Al Jordan di Dubai. Mendengar itu saja sudah banyak orang yang bersikap berhati-hati karena mereka pebisnis tanpa ampun. Ditambah hadirnya Javier Arata, Duncan Blair dan Neil Blair yang masih Opa Luca Bianchi.
Para keluarga besar klan Pratomo menyambut hangat para keluarga Bianchi yang datang ke Tokyo, begitu juga dengan klan Chen, Diazo dan para sahabat mereka.
Luca tampak bahagia dan memperkenalkan Emi kepada para keluarga besarnya begitu juga dengan Emi yang memperkenalkan kepada anggota klan Yakuza Takara.
Keluarga yang tadinya tidak saling mengenal menjadi saling dekat satu sama lain dan terjadi kerjasama bisnis di berbagai bidang.
***
Luca dan Emi kini sudah berada di kamar honeymoon suite di hotel yang disiapkan oleh Joshua dan Miki sebagai hadiah pernikahan. Dan tadi saat hendak berpamitan, Luca melihat Duncan dan Javier menahan Eiji untuk berbuat usil ke dirinya dengan tujuan menggagalkan malam pertama cucunya.
Dan kini Luca sudah melepaskan kimononya dan meninggalkan kaos hitam dan boxer Balenciaga hitam sedangkan Emi sedang mandi.
Suara bel kamar membuat Luca harus menyambar celana jeans dari kopernya demi melihat siapa yang datang ke kamarnya. Wajah Luca langsung cemberut karena melalui lubang pintu tampak mertuanya Takeshi Takara dan Levi Reeves disana.
Benar-benar kelompok durjana. Dengan ogah-ogahan, Luca membuka pintu dan memasang wajah judes.
"Ayo! Kita ke Dojo sekarang!" ajak Takeshi.
"Seriously pa? Ini malam pertama aku sama Emi lho!" sungut Luca kesal.
"Ayolah Luc, bertanding gih!" kompor Levi.
"Ya ampun Oom Levi ngapain ikutan durjana sama papa sih?" Luca mendelik judes.
"Otousan apa-apaan sih!" tampak Emi muncul dari belakang Luca mengenakan kemeja hitam dan celana panjang krem. Harum sabun menyeruak disana.
"Tapi Em..." Takeshi menatap putrinya sendu.
Emi mendorong tubuh besar Luca ke belakangnya. "Otousan! Oom Levi! Jangan ganggu!" Dan Emi menutup pintu kamarnya.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️