
Mansion Al Jordan
Akhirnya di meja makan kumpul semua anggota keluarga Al Jordan - Bianchi full squad. Miki dan Joshua menatap wajah kedua cucunya dengan vibe berbeda, Joey dengan muka kesal sedangkan Luca dengan muka bahagia.
"Luca. Bagaimana acara tanding Kendo dengan Takeshi Takara?" tanya Joshua.
"Menang dengan Bejo" gelak Luca.
"Maksudnya?" tanya Miki.
"Jadi tadi itu aku sudah menang 3-2 cuma camer Jelangkung itu ..."
"Wait a minute! Apa apaan kamu bilang Takeshi camer Jelangkung? Siapa yang ngajarin?" hardik Miki.
"Habis dia kayak Jelangkung Oma, datang nggak dijemput nongol suka-suka pulang entahlah..." adu Luca dengan wajah dramatis.
"Serius?" tanya Marissa.
"Mr Takara dan asistennya Shiki itu sama saja!"
"Serius mommy. Untung jantung Luca buatan Allah, kalau buatan manusia... dah ambyar bolak balik diservis!"
Joey mendengus sebal mendengar argumen sepupunya itu.
"Terus tadi gimana kendonya?" tanya Marco.
"So, tadi itu pas Mr Takara mau memukul Men ( kepala ), dia terlalu semangat tapi lupa kalau dia lebih pendek dari aku dan akhirnya... encoknya kumat" gelak Luca durjana.
Semua orang di sana tersenyum mendengar cerita pria tampan itu.
"Jadi sekarang kamu pacaran sama Emi?" tanya Josephine.
"Iya Tante. Akhirnya resmi aku pacaran sama Emi." Luca tampak bahagia.
"Selamat ya. Ingat, dia anak gadis orang belum kamu halalin jadi jangan macem-macem kamu!" tatap Miki tajam.
"Iya Oma." Luca tersenyum ke Miki.
"Joey. Kamu gimana?" tanya Mario.
"Aku habis maki-maki kapten Hideaki 'Baka Dachou' Yamamoto."
"Haaaaahhh?"
"Kenapa lagi?"
"Apa masih kurang hukuman kamu?"
"Habis aku kesal. Kapten kok lambrota kayak siput dan tidak terima hasil penyelidikan Oom Bryan..."
"Kamu minta tolong sama Bryan?" Josephine langsung mendelik.
"Eh..." Joey nyengir. Damn it! Aku lupaaaaa! Mati aku!
***
Joey langsung mendapatkan tauziah malam dari kedua orangtuanya gara-gara ikut campur kasus pembunuhan berantai itu. Namun keributan itu terpotong dengan bunyi telepon dari detektif Sanada.
"Time out Dad! Aku mau terima telpon dulu." Joey mengangkat ponselnya. "Halo detektif? ... That's so awesome! Great! ... Oke. Nanti aku sampaikan."
"Well?" Mario menatap tajam putranya.
"Sudah tertangkap. Shengoku Arai aja Shengoku Kawaguchi sudah tertangkap dan sekarang sudah di sel kepolisian Tokyo." Joey tersenyum bahagia. Setidaknya sudah selesai kasusnya jadi dia bisa berkonsentrasi dengan kuliahnya.
"Alhamdulillah" ucap semua orang disana.
"Sudah, kamu nggak usah macem - macem lagi! Konsentrasi sama hukuman dan kuliah kamu! Bukannya kamu mau ambil spesialis bedah di Harvard?" Josephine menatap tajam ke putranya.
"Iya mom. Udahan kok!" cengir Joey.
***
Joey sendiri semakin ngebut kuliahnya apalagi tidak ada kasus mayat aneh-aneh yang membuatnya bergaya detektif Hajime Kindaichi sehingga membuatnya jauh lebih fokus baik dengan hukuman dan kuliahnya.
Akhirnya pada bulan April, Luca dan Emi sama-sama diwisuda membuat Takeshi Takara bertemu dengan Marco Bianchi dan Marissa Akandra yang membicarakan hubungan kedua anak mereka. Kedua keluarga itu sepakat menyerahkan keduanya kapan akan meresmikan hubungan.
Takeshi sendiri membebaskan putrinya untuk belajar kepercayaan yang dianut keluarga Luca karena menurutnya semua agama baik dan jika Emi memilih pindah, dia tidak keberatan, karena setelah Takeshi banyak mengobrol dengan Luca diselingi acara ribut tidak jelas seperti biasanya, pria paruh baya itu bisa menilai 'isi' dari seorang Luca Bianchi.
Ketua klan Yakuza Takara itu bisa melihat bagaimana Luca sangat mencintai dan menghormati Emi bahkan disaat Luca ke rumah tidak selalu bertemu dengan putrinya, tapi juga menemuinya. Dan Takeshi baru mengetahui Luca juga pintar bermain Go dan Shogi atau catur Jepang.
Ternyata tidak harus casingnya Jepang untuk bisa memahami budaya dan adat istiadat Jepang. Luca memang casing bule, pola pikir absurd campuran didikan barat dan timu tapi dia sangat memahami seluk beluk tata Krama dan unggah ungguh kepada Takeshi.
Dan tidak membutuhkan waktu lama, Takeshi Takara menjadi sayang dengan Luca dan mengakui pria pilihan putrinya memiliki kriteria yang diinginkannya.
***
Fakultas Kedokteran Tokyo University setahun kemudian...
Joey meregangkan tubuhnya yang terasa kaku dan pegal setelah membantu konsulennya di ruang operasi. Stase bedah memang stase terkahir yang diambil Joey karena pria itu tahu stase ini adalah paling rumit, paling nightmare dan paling ribet sejagat. Salah sedikit fatal akibatnya.
Usai menjalani hukumannya di kamar mayat, Joey benar-benar fokus total di studinya hingga tidak sempat mampir ke instalasi jenazah untuk bertemu dengan dokter Daisuke. Kabar terakhir yang diterima, Dokter Daisuke sudah memiliki asisten yang katanya lebih sesuai aturan dibanding dirinya.
Kapten Hideaki Yamamoto mengajukan pensiun dini dan memutuskan untuk kembali ke Kyoto kota kelahirannya dan pensiun disana. Baginya sudah tidak ada dua orang Kawaguchi yang membunuh istrinya dan banyak wanita lainnya, membuatnya lega dan ingin hidup tenang.
"Bianchi!" panggil dosen seniornya ke Joey yang sedang duduk di lantai depan ruang operasi.
"Yes sensei!" Joey pun berdiri memberikan hormat.
"Good job! Aku yakin kamu bakalan bisa seperti Opamu."
"Sensei kenal Opa saya?" tanya Joey.
"Dia dulu konsulen aku, Joey. Mamoru - sensei itu dokter bedah yang kompeten dan orangnya memang dingin tapi kita semua... angkatan aku terutama, berusaha agar dia jadi konsulen kami sebab dia dikenal punya teknik bedah yang mumpuni."
"Padahal Opa dulu kan tidak praktek dan mengajar disini?" gumam Joey.
"No, Joey. Opa kamu itu sempat setahun disini karena waktu itu rumah sakit ini kekurangan dokter bedah jadi Mamoru-sensei bekerja disini bersama istrinya Ingrid."
Berarti pada saat gue masih kecil ya Opa disini. Mana gue inget! Kan gue masih orok, masih imut biarpun sekarang amit-amit.
"Sensei harap, kamu bisa mengikuti jejak Opamu menjadi dokter bedah yang mumpuni demo ( tapi )..."
"Demo?"
"Kurangi jiwa panasanmu Bianchi! Opamu itu orangnya kalem tapi cucunya kok berandalan begini!"
Joey terbahak.
***
Luca mulai bekerja di AJ Corp di bawah pimpinan tantenya, Josephine. Meskipun dia salah satu pemilik saham tapi Luca tetap bekerja profesional karena dirinya lah yang akan menggantikan Tantenya menjadi pemegang AJ Corp cabang Asia sedangkan Dubai dipegang oleh Oomnya Reyhan di bawah pengawasan Opa Senna dan Opa Kai.
Emi sendiri sudah bekerja di sebuah bank pemerintah menjadi bagian tim funding officer. Jika jam makan siang, Emi dan Luca selalu menghabiskan waktu berdua untuk makan siang karena kantor tempat Emi bekerja, dekat dengan gedung AJ Corp.
Meskipun mereka sudah mendapatkan restu dari Takeshi, tapi tetap saja pria Yakuza itu mengawasi putrinya dengan selalu mengirimkan mata-mata setiap pergi bersama Luca.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️