
"Bagaimana?" tanya Louise lewat sambungan telepon.
Saat ini Louise sedang berbincang dengan junior kesayangan rahasianya yang berada di luar negeri. Junior yang memiliki profesi sama seperti dirinya, seorang Presdir juga seorang mafia.
Seorang junior yang Louise percaya untuk mengurus dan mengembangkan bisnis lain miliknya disana. Seorang junior istimewa yang Louise beri tugas untuk memegang nyaris separuh dari total kekuasaan juga kekayaannya disana. Bahkan Louise tidak ragu mengatasnamakan bisnis itu atas nama juniornya itu untuk menyembunyikan seberapa kaya Louise sebenarnya.
"Senior, untuk membereskan Abixz99 sekarang juga kemungkinannya adalah 50:50," jawab junior itu dari seberang sana.
"Serius?" tanya Louise tidak percaya.
"Senior, belum lama ini Abixz99 merekrut begitu banyak anggota baru. Mereka juga mengajak banyak organisasi kecil lainnya untuk bergabung. Selain itu, apa Senior ingat Envy02?" jawab Junior
"Ada apa dengan organisasi itu. Bukankah mereka menghilang dari dunia mafia beberapa tahun terakhir?" tanya Louise.
"Senior, belum lama ini mereka kembali muncul kembali. Desas desus yang beredar mengatakan bahwa mereka juga bergabung dengan Abixz99. Senior, apa sekarang senior tahu apa maksudku bahwa kemungkinan menang dari mereka adalah 50:50?" tanya Junior.
"Tentu saja aku tahu!" jawab Louise.
"Senior, jangan khawatir. Juniormu ini sudah melakukan segala cara untuk mengejar ketertinggalan kita. ExhaQ milik kita, aku yakin bisa menghadapi mereka dalam waktu dua sampai tiga tahun," terang Junior.
"Tapi aku tidak bisa menunggu selama itu," kata Louise.
"Senior, apa maksudmu. Kita tidak dalam keadaan darurat sekarang. Meskipun hubungan kita dengan mereka buruk tapi akhir-akhir ini kita tidak saling berselisih paham. Apa yang senior maksud dengan tidak bisa menunggu?" tanya Junior.
"Karena wanitaku sedang dipertaruhkan sekarang," jawab Louise.
"Apa?" tanya Junior. Dia mulai serius sekarang.
"Dark Ocean milik Bangsawan Timur apa kau tahu soal itu?" tanya Louise.
"Aku tahu, ada dengan mereka?" jawab Junior.
"Salah satu Nona dari Bangsawan Timur ditengarai sudah menyepakati sebuah perjanjian rahasia dengan Abixz99. Nona itu adalah kandidat terbaik calon penerus di Bangsawan Timur. Jika Nona itu sampai naik ke tahtanya, sudah di pastikan Dark Ocean dan Abixz99 akan bergabung," terang Louise.
"Senior, Dark Ocean hampir setara dengan seperempat jumlah ExhaQ milik kita. Jika Dark Ocean juga bergabung dengan Abixz99 ini akan semakin buruk bukan?" tanya Junior.
"Junior, ini bukan buruk lagi. Tapi sangat buruk," jawab Louise.
"Tunggu, lalu apa hubungannya dengan wanitamu, Senior?" tanya Junior.
"William, adikku adalah salah satu kandidat penerus di Bangsawan Timur," jawab Louise.
"Senior, buat saja William kembali ke tempat asalnya agar Dark Ocean tidak bergabung dengan Abixz99. Bukankah begini sudah beres, dengan begitu kita bisa mencegah Abixz99 berkembang lebih pesat," tanya Junior.
"Masalahnya, untuk mendapatkan posisi itu William harus memenuhi semua persyaratan khusus," jawab Louise.
"Apa persyaratan khusus itu sulit di penuhi?" tanya Junior.
"Dari sekian banyak persyaratan, hanya ada satu yang sulit," jawab Louise.
"Apa?"
"Harus menikah dengan tunangannya yang seorang putri dari Kota Utara. Apa kau mengerti sekarang?" jawab Louise.
"Adikmu menikah dengan wanitamu. Kau tidak mungkin membiarkannya kan, Senior?" tanya Junior.
"Untuk itulah aku meminta pendapatmu tadi. Jika kita menghancurkan Abixz99, apakah menurutmu bisa. Awalnya aku cukup percaya diri untuk menghancurkannya, tapi setelah kau mengatakan Envy02 bergabung dengannya aku menjadi ragu," jawab Louise.
"Senior, jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Junior.
"Langkah pertama, tentu saja kita harus memperkuat ExhaQ milik kita secepatnya. Merekrut anggota lebih banyak dan mengejar ketertinggalan kita. Sementara ini hanya itu yang bisa lakukan," jawab Louise.
"Senior, bukankah Arthur dan William juga memiliki organisasi pribadi. Bagaimana jika ditambah dengan mereka?" tanya Junior.
"Masih belum cukup. Bahkan meskipun di bantu oleh pasukan khusus milik Kota Utara ataupun Dark Ocean sekalipun," jawab Louise.
"Benarkah?"
"Junior, apa kau lupa. Dimana ada Envy02 pasti juga ada Starship21?" tanya Louise.
"Maksud senior, itu berarti Abixz99, Envy02 dan Starship21 itu pasti telah bergabung. Tiga kekuatan besar bergabung menjadi satu?" tanya Junior.
"Benar, dan kemungkinan kita untuk mengalahkannya sekarang adalah nol besar," jawab Louise.
"Senior, karena sudah begini, bukankah akan lebih buruk lagi jika Dark Ocean jatuh ke tangan Nona itu dan bergabung dengan mereka?" tanya Junior.
"Itulah yang aku pikirkan. Terlebih lagi, tujuan akhir mereka sudah pasti untuk menghancurkan ExhaQ milik kita entah itu kapan. Tapi untuk membuat Dark Ocean tidak bergabung dengan mereka, bagaimana bisa aku mengorbankan Joanna dan William. Aku sangat mencintai mereka. Junior, aku harus bagaimana sekarang?" jawab Louise.
"Ini sangat rumit. Tapi bukan berarti tidak ada cara," kata Junior.
"Junior, kita tidak bisa bersantai lagi sekarang. Kita harus menambah anggota kita secepatnya," titah Louise.
"Apa?"
"Aku terpikirkan cara lain untuk mencegah Dark Ocean bergabung dengan Abixz99. Tentu saja itu tergantung Jose dan William itu. Apakah mungkin mereka setuju dengan ideku?" tanya Junior.
Louise diam sejenak, dia tahu ide gila apa yang juniornya pikirkan disana. Louise pun tersenyum kecut dan mengancam, "Jangan katakan ide gilamu itu atau aku akan membunuhmu!" jawab Louise.
"Senior, jangan marah-marah. Baiklah, aku tidak akan mengatakannya lagi," janji Junior.
"Baiklah, hari ini cukup sampai disini saja. Lakukan saja apa yang ku katakan barusan. Aku akan mencari waktu untuk menemuimu secepatnya," pamit Louise.
Louise segera menutup teleponnya. Lalu berdiri menghadap kaca besar di dinding ruangannya. Tidak lama berdiri, Louise mendengar pintu ruangannya di ketuk.
"Apa aku mengganggumu?" tanya Joanna setelah membuka pintu dan masuk.
"Tidak," jawab Louise kemudian bergegas menghampiri Joanna dengan senyum tipis.
Joanna mendekat, lalu menyerahkan makan siang untuk Louise, "Ini untukmu!"
"Siapa yang membuatnya?" tanya Louise.
"Tentu saja aku," jawab Joanna.
"Bukankah kau sudah bersumpah untuk tidak memasak selain untuk Oskar?" tanya Louise.
"Aku sudah mencabut sumpahku," jawab Joanna asal lalu segera mengeluarkan bekal itu dan membukanya.
Louise segera mencuci tangannya, kemudian mengambil sumpit untuk mulai memakan makanan yang telah Joanna siapkan. Dia makan dengan lahap, sampai lupa mengoreksi bagaimana rasanya.
Sepertinya dia sangat kelaparan setelah membicarakan hal berat dengan juniornya sebelum ini.
"Ini sangat enak. Terimakasih!" puji Louise setelah seluruh makanan itu berpindah ke perutnya.
"Apa kau sudah kenyang?" tanya Joanna.
"Sudah, tapi aku masih punya hidangan penutup yamg belum ku cicipi," jawab Louise.
"Mana?" tanya Joanna ketika tidak melihat hidangan penutup yang Louise katakan.
"Aku tidak akan memberitahumu," jawab Louise, "Apa kau sudah ke rumah sakit?" tanya Louise.
"Belum," jawab Joanna.
"Apa mama sudah kesana?" tanya Louise.
"Tidak," jawab Joanna.
"Joanna, ini sudah lewat tengah hari. Bagaimana dengan dua bayimu di rumah sakit?" tanya Louise.
"Bayi kecilku sedang dirawat ayah dan ibunya yang lain," jawab Joanna.
"Siapa?" tanya Louise.
"Arthur dan Alexa," jawab Joanna.
"Bagaimana dengan bayi besarmu?" tanya Louise.
"Ada Marissa yang menjaganya," jawab Joanna.
"O-oh, begitu?"
"Louise, bisakah jangan terlalu mengkhawatirkan mereka, aku merawat mereka dengan baik," pinta Joanna.
"Joanna, mereka itu,-"
"Aku bilang hentikan!" potong Joanna lalu memeluknya.
"Sudah seminggu sejak mereka melakukan transplantasi. Dokter bilang tidak ada masalah sedikitpun. Jadi apa yang membuatmu cemas. Bisakah memikirkan kesehatanmu juga. Bisakah mengkhawatirkan dirimu sendiri juga. Aku tahu kau sedang memikirkan sesuatu. Apa ada masalah yang mengganggumu? Louise, tidak bisakah kau berbagi dengan kami masalahmu. William memang sakit, tapi bukankah masih ada mama dan papamu. Mereka mengkhawatirkanmu sepanjang waktu. Kalau kau tidak bisa bercerita dengan mereka, bukankah ada Arthur disana dan ada aku disini. Tidak bisakah kau bercerita dan membagi masalahmu?" pinta Joanna.
"Joanna, aku akan mengatakannya. Tapi bisakah memberiku sedikit waktu?" tanya Louise.
"Apa sangat sulit jika aku memintamu mengatakannya sekarang?" tanya Joanna.
"Aku takut ini akan melukaimu," jawab Louise.
"Kalau begitu aku akan menunggumu. Tapi kau harus ingat satu hal Louise. Aku bukan Joanna yang dulu. Aku tidak serapuh itu, apa kau mengerti?" tanya Joanna.
"Aku mengerti!" jawab Louise.
...***...