CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD She is Back



"Kau datang?" tanya William ketika melihat Louise masuk ke kamarnya tanpa permisi.


"Kau sudah menemukannya?" tanya Louise, langsung duduk di kursi tanpa mengindahkan pertanyaan William sebelumnya.


"Agria Seraphine, seorang putri dari keluarga bangsawan Kota Utara. Dialah yang menyelinap dan masuk ke kamar yang kau pesan di hotel malam itu," jawab William dengan menyerahkan satu map berisikan data-data yang di kumpulkan William.


Louise membuka lembaran demi lembaran kertas yang sudah beralih ke tangannya.


Dia menaikkan alisnya, ketika membaca sampai pada bagian yang mengatakan bahwa Agria adalah wanita yang menggantikan posisi calon penerus keluarga milik Josephine sebelumnya.


"Kenapa aku bisa lupa bertanya tentang hal ini kepada Sir Alex tadi?" kata Louise.


"Jadi dia tamu yang hari ini kau undang?" tanya William.


"Will, Joanna adalah putrinya. Josephine ini adalah Joanna," beritahu Louise.


"Kalau begitu bukankah itu berarti Joanna adalah sepupu dari Agria itu?" tanya William.


"Cih, kenapa bisa Kota Utara lagi?" kata Louise tak habis pikir.


"Louise, darimana dia berasal itu tidaklah penting. Yang terpenting adalah, apa yang terjadi saat dia menyelinap ke kamarmu. Karena wanita ini, adalah wanita yang sama dengan wanita yang mencarimu untuk menuntut pertanggungjawaban atas kehamilannya," jelas William.


"Oh, mereka orang yang sama. Ini semakin menarik," kata Louise tanpa ambil pusing.


"Louise, ini bukan waktunya untuk bersantai. Katakan padaku, apa mungkin kau tidur dengannya?" tanya William.


"Apa maksudmu, William?"


"Mungkinkah, kau punya anak dengannya?" selidik William.


"Omong kosong macam apa itu. Sudah ku katakan, itu tidak mungkin," tegas Louise.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang. Aku mendapat kabar wanita itu akan kembali. Bagaimana jika dia mencarimu lagi seperti hari itu?" tanya William.


"Karena dia sudah datang, aku hanya perlu menghancurkannya sampai menjadi butiran debu," jawab Louise.


"Apa karena Joanna?" tanya William.


"Ini tidak ada hubungannya dengan Joanna," jawab Louise.


"Lalu?"


"Karena dia berani sembarangan masuk ke tempat yang seharusnya tidak dia datangi dan membuatku kehilangan sesuatu yang paling berharga yang ku miliki," jawab Louise.


"Seperti yang kau lihat. Dia adalah sepupu Joanna, seharusnya mereka memiliki hubungan yang baik. Apa kau tega menghancurkannya. Tidakkah itu akan menyakiti Joanna?" tanya William.


"Brengsek. Kenapa menjadi seperti ini," umpat Louise. Dia memang ingin menyingkirkan wanita bernama Agria itu, tapi jika dengan begitu menyakiti Joanna, Louise pun harus memikirkannya lagi.


"Apa yang harus ku lakukan sekarang?" tanya William.


"Suruh orang-orang kita menyelidiki lebih jauh. Apa mereka memiliki hubungan yang baik. Apa ada hubungannya dengan posisi Joanna yang digantikan. Lalu, sisanya serahkan padaku," jawab Louise.


"Baiklah!" kata William.


"Seharusnya tidak masalah meskipun aku ingin membunuh Agria. Toh Joanna tidak ingat apapun juga. Tapi, bagaimana jika dia mengingat semuanya suatu saat nanti dan membenciku setelah itu?" gumam Louise kemudian pergi setelah mengatakan pesan terakhirnya.


Louise kembali ke kamarnya dengan sejuta pertanyaan yang masih belum dia dapatkan jawabannya. Siapa Oskar, apa yang terjadi malam itu. Kenapa Joanna hilang ingatan dan membawa Oskar bersamanya. Sir Alex membiarkannya hidup sendirian di luar demi kebaikan Joanna. Memangnya ada apa sebenarnya. Lalu apa yang terjadi sampai Joanna digantikan, kesalahan apa yang Joanna lakukan sampai dia diusir dan kehilangan posisinya sebagai pewaris?


Louise terus berpikir. Memikirkannya tepat di hadapan Joanna dan Oskar yang sudah terlelap dan saling berpelukan. Tapi sejauh apapun Louise berpikir, nyatanya di kepala Louise hanya ada satu kesalahan yang Joanna lakukan.


"Joanna, aku baru tahu sekarang. Satu-satunya kesalahanmu adalah, kau selalu saja menggodaku bahkan disaat kau tertidur pulas seperti ini. Kenapa kau selalu menyiksaku seperti ini?" gumam Louise sembari merapikan baju tidurnya yang tersingkap.


Louise memang berhasil memindahkan tangannya, tapi Oskar menyadari posisinya saat ini tidak nyaman. Oskar yang masih berada di alam bawah sadar pun kembali mencari posisi yang nyaman dengan menyembunyikan wajahnya di dada Joanna dan meringkuk di pelukan Joanna.


"Anak nakal, apa kau ingin berebut dengan daddy?" umpat Louise semakin frustasi karena iri.


.


.


.


Pencapaian besar Matthews Group beberapa waktu lalu menjadi trending topik di berbagai platform media sosial sejak Louise melebarkan sayapnya besar-besaran. Tak hanya itu, popularitasnya juga kian meroket bahkan memuncaki pencarian di beberapa situs pencarian populer. Media secara besar-besaran meletakkan profil orang-orang terpenting di berita utama, tak terkecuali CEO Louise Matthew, William juga Arthur.


Mereka mengupas tuntas tentang sejarah bisnis yang dulunya hanya berkiprah di dalam negeri hingga sekarang melanglang buana hingga menjadikannya the biggest one karena racikan dan tangan dingin Louise.


Tidak hanya mengupas tuntas tentang sepak terjangnya di dunia bisnis, media juga menampilkan secara rinci kehidupan pribadi ketiga pria itu. Terutama Louise yang masih melajang di usia 29 saat ini. Tentu itu membuat daya tarik tersendiri terutama para gadis di seluruh dunia.


Dari banyaknya wanita itu salah satunya yang memberikan perhatian khusus adalah Agria Seraphine. Agria meletakkan surat kabar yang baru dia baca di meja, di negara yang dingin itu dia sudah menghabiskan waktunya disana selama bertahun-tahun.


Selama itu pula dia mencari Louise meskipun tak pernah menemukannya. Dan sekarang yang dia tunggu-tunggu telah tiba. Dulu, Louise masih belum memiliki bisnis yang sebesar sekarang. Dan sekarang, karena Louise telah menunjukkan dirinya dengan kekayaan yang tentunya tak akan habis meskipun untuk menghidupi sampai tujuh turunan, maka saatnya bagi Agria untuk kembali. Kembali untuk menagih pertanggungjawaban Louise atas yang terjadi di malam itu dan menjadi satu-satunya Nyonya Louise, "Atur jadwalku, dan siapkan kepulanganku secepatnya!" titah Agria kepada pelayan pribadinya.


"Baik, Nona!"


Pelayan itu pergi. Sementara Agria masih duduk di tempatnya. Membayangkan hari-hari indah yang akan dia lalui saat dia kembali. Membayangkan Louise akan menikahinya dan memberikannya banyak harta dan kekuasaan. Tidak, yang terpenting adalah membayangkan Louise akan membawa dirinya bertempur di ranjang yang panas.


Membayangkannya saja sudah membuat Agria setengah gila, "Louise, aku akan segera kembali dan menagih semua yang telah kau ambil!" ucap Agria dengan angan-angannya yang luar biasa.


.


.


.


"Apa katamu?" tanya Sir Alex setelah mendengar laporan dari pengawal setianya, Adam.


"Begitulah berita yang beredar, Tuan!" jawab pengawal itu dengan raut wajah sedih.


"Apa tujuannya kembali?" tanya Sir Alex.


"Tidak ada yang tahu tentang itu. Hanya saja kedatangannya kembali bisa mengancam ketenangan Nona Jose sekarang," jawab Adam.


Sir Alex tertegun.


Benar, Jose kecilnya sudah bahagia dengan kehidupannya yang baru. Jika Agria kembali dan menemukannya, bisa saja kejadian bertahun-tahun yang lalu itu akan terulang kembali. Sir Alex masih sangat ingat dengan jelas. Hari dimana dia harus mengusir Jose meskipun sebenarnya dia tidak ingin terpisah dari putri tunggalnya.


Agria, adalah keponakannya yang tak memiliki ayah. Sir Alex memperlakukannya seperti putrinya sendiri, berharap Agria tidak kehilangan sosok seorang ayah dengan kasih sayangnya. Dia memperlakukannya sama dengan bagaimana dia memperlakukan Jose kecilnya. Tapi kebaikannya rupanya berbalaskan air tuba ketika Agria dan Jose memasuki usia remaja.


Semakin hari Agria semakin tak bisa dikendalikan. Dia menginginkan apapun yang Jose punya. Dia selalu iri dengan prestasi dan posisi Jose yang lebih tinggi darinya di keluarga bangsawan.


Sejak saat itulah Agria menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan Jose, apapun dia lakukan untuk membuat Jose kehilangan posisinya sebagai calon pewaris. Agria selalu ingin melampaui Jose, meskipun itu dengan cara kotor sekalipun. Dia juga menghasut tetua keluarga sampai merusak citra baik Jose di mata mereka.


Jose yang sebelumnya bagaikan putri raja harus terbiasa dengan hukuman atas kesalahan-kesalahan yang tidak dia lakukan. Membuat Jose harus terbiasa menghabiskan waktunya untuk menyalin lembar demi lembar buku sastra di perpustakaan keluarga. Dia juga terbiasa terkurung bagaikan burung di dalam sangkar.


Puncaknya adalah malam itu, dimana Jose diseret dan bersimpuh di aula bangsawan di bawah tekanan para tetua. Malam itu, disaat Jose sedang sedih-sedihnya karena ibundanya baru saja dinyatakan hilang karena sebuah kecelakaan, dia harus meninggalkan Kota Utara atas kesalahan yang tidak pernah dia lakukan.


Sir Alex sangat tahu bahwa putrinya tidak bersalah, tapi beliau juga tahu bahwa itulah satu-satunya kesempatan bagi Jose untuk menikmati kebebasannya dari neraka. Sir Alex sangat ingat, disaat Jose memohon padanya tapi tak keluar satu patah katapun darinya selain kata 'pergi'.


"Louise Mathew, aku berharap kau benar-benar menepati janji kau ucapkan padaku," gumam Sir Alex kemudian berlalu pergi.


...***...