CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD Jauhi Edgar



"Apa begini caramu menyambut tamu?" tanya Jose.


"Kemarilah!" titah Louise.


Belum beranjak dari duduknya, juga masih membelakangi Jose. Tapi dia mengangkat satu tangannya sebagai isyarat agar Jose mendekat dan menyambut ulurannya.


Jose tidak bergerak. Melihat kearah lain dan tersenyum sinis. Dia masih belum ingin mendekat lebih dari ini sekarang.


"Joanna!" ulang Louise. Memanggil dengan sangat pelan dan datar. Lalu tersenyum dari balik kursi karena 'Joannanya' berani untuk tidak mematuhinya.


Louise membuka matanya dan bangkit, berbalik arah dan menatap Jose dengan tatapan tajam. Tersenyum tipis sembari mengitari meja untuk mendekati Jose yang masih berdiri di tempatnya. Tapi, wanita yang ada di hadapannya itu sepertinya tidak takut.


"Menarik," batin Louise.


"Genap satu minggu setelah kau di bebaskan, dan kau baru menemuiku sekarang?" tanya Louise dingin. Lalu mengibaskan kerah bajunya untuk mencari angin sebelum mendekatkan wajahnya ke wajah Jose yang ada di depannya.


"Sialan, kapan pria ini jadi semakin tampan. Apa dia sudah setampan ini sebelumnya?" batin Jose dengan menaikkan alisnya.


Sementara Louise, dia pun hanya melihat Jose dan menahan hasratnya yang semakin liar untuk menggigitnya. Sangat marah, karena ternyata ada orang lain yang ditemui Jose selain dirinya. Tapi Louise tidak mengatakannya karena dia ingin tahu apakah Jose memberitahunya nanti.


"Bukankah kau pun sama. Kemana kau pergi sebelum aku ditangkap?" tanya balik Jose santai. Kemudian mengalihkan pandangannya kearah yang lain.


Melihat wajah tampan itu, sekarang rasanya sangat menyakitkan. Dari miliaran wanita di dunia, kenapa harus Agria yang melahirkan anaknya. Itulah yang membuat Jose marah.


Jika yang berdiri di hadapan Louise saat ini adalah Joanna yang dulu sudah pasti Joanna tidak berani. Tapi sekarang berbeda, karena Joanna yang amnesia dan penakut itu sudah kembali mengingat semuanya. termasuk semua keberanian, kekejaman juga sifat bar-bar yang dimilikinya yang sempat terlupakan.


Louise mengingat sejenak, waktu sebelum Jose ditangkap adalah saat berita tentang dirinya yang punya anak menyebar dan menghebohkan jagat raya.


Tapi seingatnya dia sudah menghubungi Jose berkali-kali beberapa hari setelah berita itu mencuat dan ditolak berkali-kali juga. Lalu harus tumbang ketika dia ingin menemui Jose saat gadis itu ditangkap. Bahkan ketika Louise meminta William menjemputnya pun Jose tidak bersedia ikut. Jadi, siapa yang salah?


"Kau marah?" tanya Louise.


"Tidak," jawab Jose singkat.


"Lalu?"


"Aku hanya memberitahu, bukan hanya kau yang bisa menghilang sesuka hatimu," jawab Jose. Tidak hanya tidak melihat Louise, dia bahkan berani melipat kedua tangannya di hadapan Louise dan mengacuhkannya seperti sampah.


"Lalu kenapa tak melihatku sekarang?" tanya Louise dengan mengangkat tangannya. Menyentuh dagu Jose sehingga Jose hanya melihatnya seorang.


"Kudengar kau sudah mengingat semuanya. Jadi, kemana saja kau habiskan waktumu seminggu ini?" tanya Louise. Mulai menyelidiki isi hati dan kejujuran Jose.


"Hanya menemui orang-orang terdekatku," jawab Jose singkat.


"Siapa?" tanya Louise lagi.


"Apa aku harus mengatakannya?" sergah Jose.


"Tentu saja, karena aku sedang bertanya," jawab Louise.


"Aku menemui ayahku, menemui Oskar, juga teman-temanku. Apa itu cukup?" tanya Jose.


Louise tersenyum sinis. Teman-temannya ya, tapi kenapa yang dia lihat berbeda? Karena Louise jelas melihat Jose memeluk seorang pria di klub malam. Bahkan pria itu menyadari kehadiran Louise, apa dia tidak memberitahu Jose?


Louise mundur dua langkah, meletakkan bokongnya ke meja kerja yang ada dibelakangnya dengan melipat kedua tangannya


"Hanya teman-temanmu?" tanyanya.


"Apa maksudmu?" tanya Jose mulai curiga.


"Aku melihat kau memeluk seorang pria dengan mesra di klub malam. Apa dia juga temanmu?" tanya Louise.


Jose menaikkan satu alisnya. Tidak menyangka Louise akan tahu bahwa dirinya menemui Edgar. Sepertinya benar apa yang Edgar katakan bahwa tidak ada yang bisa disembunyikan atau selamat dari Louise jika Louise sudah bertindak.


"Joanna, katakan sekarang. Apa hubunganmu dengan Edgar?" tanya Louise serius.


"Kau mengenalnya?" tanya Jose.


"Tentu saja aku mengenalnya. Aku mengenalinya lebih dari yang kau kira. Jadi, katakan siapa dia bagimu?" ulang Louise.


"Itu bukan urusanmu!" tolak Jose.


"Itu jadi urusanku sekarang!" paksa Louise.


"Kenapa itu bisa jadi urusanmu?" tanya Jose.


Jose diam sejenak. Karena ini sudah sangat melenceng dari pembicaraan yang dia harapkan, "Dia, temanku," jawab Jose pada akhirnya.


"Lalu katakan, apa yang kalian lakukan hari itu. Tidakkah kalian merencanakan sesuatu?" cecar Louise.


"Kau gila, apa yang bisa kami rencanakan. Kami hanya minum," jawab Jose.


"Joanna, jangan mencoba untuk menipuku!" desak Louise.


"Kalau kau tahu, kenapa masih bertanya padaku. Apa kau bodoh?" tanya Jose.


"Tapi aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu."


"Dia hanya mengatakan, untuk menghancurkan dua yang lainnya itu bukan masalah. Tapi untuk melawanmu, itu diluar kemampuannya. Apa kau puas?" jawab Jose pada akhirnya.


"Hanya itu?" tanya Louise kurang puas.


"Tentu saja ada yang lain. Tapi hanya itu bagian pentingnya," jawab Jose.


"Lalu, kau tidak percaya dengan apa yang dia katakan sehingga memutuskan untuk datang kemari. Apa aku benar?" tanya Louise.


"Eum," jawab Jose singkat.


"Joanna, kau sungguh keras kepala!"


"Bagaimana lagi, aku hanya percaya dengan apa yang kulihat bukan apa yang kudengar," kata Jose memberi alasan.


"Apa maksudmu?"


"Aku akan berterus-terang. Awalnya aku ingin meminta bantuannya untuk mengambil kembali Oskar dari tangan kalian. Tapi dia menolak karena tidak ingin berurusan denganmu," jelas Jose.


"Lalu?"


"Aku kemari, ingin melihat dengan mataku sendiri. Apa Louise Matthew memang sehebat itu?" tanya Jose.


"Joanna, apa kau sedang meragukanku?"


"Aku hanya ingin melihat dengan mataku sendiri. Apa aku salah?"


"Lalu katakan, apa yang harus ku lakukan agar kau percaya kalau aku ini memang hebat?" tanya Louise.


"Aku-" Jose bersiap mengatakan sesuatu tapi tidak melanjutkan kalimatnya, terbersit sedikit keraguan dalam hatinya. Takut, jika Louise lebih memilih berada di pihak Agria, sepupunya.


"Kenapa kau diam? Aku sedang menunggumu berbicara," titah Louise.


"Bisakah aku mengatakannya?" tanya Jose.


"Kenapa tidak? Joanna, asal kau tahu aku bisa melakukan semua hal untuk membuktikannya. Jadi jangan pernah ragu untuk mengatakannya. Hanya saja, jika kau menginginkannya tentu saja ada syarat yang harus kau penuhi," lanjut Louise.


"Syarat?" tanya Jose. Mengernyitkan dahinya untuk sesaat. Firasatnya mengatakan syarat itu pastilah sesuatu yang merugikannya.


"Benar, hanya satu syarat saja. Bukankah itu mudah?" jawab Louise


"Apa syaratmu?" tanya Jose.


"Jangan pernah mencoba untuk menemui Edgar lagi. Karena lain kali, jika sampai aku melihatmu menemuinya aku tidak akan ragu untuk menyingkirkannya. Apa kau mengerti?" ancam Louise.


"Louise, kau!" sergah Jose.


Kenapa harus Edgar, itulah yang tidak bisa diterima.


"Joanna, hanya itu satu-satunya syarat dariku. Apa kau setuju?" tanya Louise.


"Kenapa, kau melakukannya?" protes Jose


"Karena aku tidak menyukainya, juga tidak ingin kau punya hubungan apapun dengannya," jawab Louise.


"Tidakkah kau berlebihan?" tanya Jose lagi.


"Tidak!" jawab Louise singkat.


"Louise, kau dengan percaya diri mengatur siapa yang boleh dan siapa yang tidak boleh kutemui. Memangnya kau siapa?"