
"William, katakan dengan jujur. Apa kau sudah tahu siapa dirimu?" tanya Arthur.
"Aku tahu," jawab William jujur.
"Karena kau sudah tahu. Bukankah seharusnya kau mengerti kenapa Joanna mengatakan tidak ingin menikah denganmu?" tanya Arthur.
"Apa maksudmu?"
"Kalian memang memiliki benda yang sama tapi kalian berasal dari keluarga yang berbeda. Jika Joanna mengatakan tidak ingin menikah denganmu, bukankah seharusnya kau tahu apa hubungan kalian di masa itu?" jelas Arthur.
William termenung sebentar untuk mencermati apa yang Arthur katakan, "Maksudmu, aku dan dia sudah di jodohkan sejak kecil?" tanya William beberapa detik kemudian.
"Apa lagi selain itu?" jawab Arthur.
"Semua sangat masuk akal, tapi meskipun begitu memangnya kenapa. Sama seperti Joanna yang tidak ingin menikah denganku, aku pun juga tidak ingin menikah dengan Joanna. Bukankah semuanya beres?" tanya William.
"Mungkin masalahnya tidak sesederhana itu. Louise menjadi aneh belakangan ini. Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu atau menyiapkan sesuatu sendirian. Segeralah pulih, lalu mari kita membahas ini bersama-sama," kata Arthur dengan menepuk pundak William.
.
.
.
Setelah mengetahui tunangannya masih hidup, Joanna buru-buru pulang ke Kota Utara untuk bertemu ayahnya. Bukan hanya menceritakan semuanya tapi dia juga mengatakan tidak ingin menikah dengan William.
Sir Alex mengerti. Dia sangat mengerti, tapi dia tidak bisa menutup mata dengan apa yang terjadi. Dia pun menceritakan semuanya, termasuk tentang organisasi-organisasi itu dan memintanya bersabar untuk menunggu William. Karena bukan hanya dia seorang yang kelabakan, tapi semuanya. Terlebih, Louise Matthew.
Seandainya William tahu, dia pun pasti juga akan sangat kelabakan dan tidak akan santai-santai di ranjang. Karena dia lah tokoh utama dalam masalah kali ini.
"Kakak, aku harus bagaimana?" tanya Joanna kepada kakaknya.
"Jose, apa kau takut?" tanya Agria, "Bukankah takut bukan gayamu?" lanjut Agria.
Joanna akhirnya kembali tersenyum. Benar, apa yang dia takutkan. Bukankah sebelum hilang ingatan dia sudah hidup seperti ini bersama Edgar. Terus bersinggungan dengan mafia dan organisasi?
"Aku tidak takut," jawab Joanna.
"Itu baru adikku," lanjut Agria dan tersenyum.
"Baiklah, bagaimana sekarang baiknya?" tanya Joanna. Pikirkannya yang sempat kacau sepertinya kembali normal.
"Louise pasti tidak akan membiarkanmu menikah dengan William. Tapi untuk melawan tiga organisasi besar itu sekarang, dia pasti akan kalah. Sedangkan William, dia tidak ingin menikah denganmu. Tapi di satu sisi ingin membantu Louise untuk memperkuat organisasinya secepat mungkin. Cara tercepat adalah mencegah Dark Ocean tidak bergabung dengan tiga organisasi besar itu lalu menariknya ke pihak Louise. Tapi satu-satunya cara untuk mendapatkan Dark Ocean adalah dia harus kembali ke keluarganya untuk menjadi pewaris dan menikah denganmu. Masalahnya adalah, mereka pasti tidak ingin menyeretmu dalam masalah dan memilih jalan lain yang berbahaya," kata Agria panjang.
"Maksud kakak, mereka akan berperang meskipun tahu akan kalah. Apa mereka akan bodoh seperti itu?" tanya Joanna.
"Jose, pria sejati bisa melakukan apapun untuk melindungi wanitanya," jawab Agria.
"Apa gunanya melindungiku jika pada akhirnya dia mati?" keluh Joanna.
"Itu artinya kau akan menjadi janda," ledek Agria.
"Kak, aku ini masih belum menikah. Bagaimana bisa aku menjadi janda?" sanggah Joanna.
"Kakak hanya bercanda," kata Agria. Lalu membelai rambut Joanna yang bersimpuh dan menyandarkan kepala di pangkuannya, "Kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan? Apa kakak perlu mengajarimu?" tanya Agria.
Joanna berpikir sejenak. Benar kata Agria. Mengingat sifat Louise, dia pasti akan memilih menghadapi Abixz99 dan antek-anteknya sendirian meskipun tahu akan kalah. Tapi, bukan akhir seperti itu yang Joanna harapkan. Louise terlalu banyak membantunya, terlalu memanjakannya dan melakukan semuanya sendirian.
Tidak, Joanna tidak akan membiarkan Louise terus berjuang sendirian seperti itu.
Tapi Joanna terlalu lama amnesia. Sekarang dia tidak memiliki pengikut pribadi lagi. Bahkan Louise melarangnya untuk mengangkat senjata. Saat ini tidak banyak yang bisa dia lakukan untuk membantu. Tapi, dia bisa mengorbankan dirinya untuk mengulur waktu.
Ada satu cara yang bisa dia lakukan. Meskipun itu menyakiti hatinya, menyakiti William, menyakiti Marissa dan sudah pasti menyakiti Louise tapi hanya itu satu-satunya cara, yaitu menikah dengan William.
"Bersandiwara adalah keahlianku. Aku akan menikah dengan William dan mencegah Dark Ocean bergabung dengan Abixz99. Aku akan memberikan kesempatan pada Louise dan William untuk membesarkan organisasi miliknya," kata Joanna.
"Jose, kakak bukannya ingin kau menikah dengan William. Tapi, menurutku itulah yang terbaik. Lagipula kalian hanya bersandiwara, seharusnya tidak masalah. Kalian bisa bercerai setelah William mendapatkan Dark Ocean dan menjadi pewaris yang resmi. Jangan lupa kalian masih punya Arthur, dan kau pun masih punya kakak dan ayah," tutur Agria.
"Kak, apa yang akan kau lakukan?" tanya Joanna.
"Bisakah mengajakku juga?" ijin Joanna.
"Kau tidak takut Louise mengetahuinya?" tanya Agria.
"Aku takut. Tapi aku lebih takut menjadi tidak berguna sampai tidak bisa membantunya," jawab Joanna.
"Kalau begitu, mari kita melakukannya secara rahasia. Tapi agar kau aman dan Louise tidak curiga, jangan terlalu sering terlibat. Apa kau mengerti?" tanya Agria.
"Aku mengerti," jawab Joanna.
Joanna kembali menyandarkan kepalanya. Mulutnya memang menuruti permintaan Agria, tapi tidak hatinya.
"Maafkan aku, Kak. Tapi aku akan membentuk orang-orangku sendiri secara rahasia. Kalian semua akan bekerja keras, jadi kenapa aku harus bersantai?" batin Joanna.
.
.
.
"Apa yang kau lakukan di belakang kami?" tanya Arthur.
"Tidak ada," jawab Louise.
"Apa kau pikir aku percaya. Kau akan menghadapi mereka sendirian tanpa memberitahu kami kan?" tanya William.
"Lalu aku harus bagaimana. Aku tidak mungkin mempersulitmu dan mengorbankan Joanna untuk menikah denganmu kan?" jawab Louise.
"Setidaknya beritahu kami. Bagaimana kalau kau mati saat menghadapi mereka sendirian?" tanya Arthur.
"Kalau aku mati maka bantu aku balas dendam suatu hari nanti," jawab Louise.
"Apa yang bisa ku lakukan untukmu?" tanya William.
"Hanya pulihkan kesehatanmu," jawab Louise.
"Louise, aku sedang tidak bercanda. Katakan, apa yang kau inginkan dariku untuk membantumu. Aku akan memberikan semua orang-orangku, apakah itu masih belum cukup?" tanya William.
"Itu tidak cukup," jawab Louise.
"Bagaimana dengan orang-orangku?" tanya Arthur.
"Itu juga tidak cukup," jawab Louise.
"Jika ditambah dengan orang-orang kami saja masih belum cukup. Bagaimana bisa kau menghadapi mereka sendiri. Apa kau benar-benar cari mati?" tanya Arthur.
"Abixz99, pada akhirnya target mereka hanyalah aku. Karena akulah musuh mereka, bukan kalian. Aku memang ingin menghadapinya, tapi bukan berarti dalam waktu dekat. Aku masih punya waktu untuk menambah jumlah anggota, jadi jangan takut," jawab Louise.
"Karena masih ada waktu maka biarkan kami membantumu. Musuhmu adalah musuh kami juga," kata Arthur.
"Louise, keadaannya darurat begini. Biarkan aku menikah dengan Joanna agar Dark Ocean tidak jatuh ke tangan mereka!" kata William tiba-tiba.
"William, kau cari mati!" umpat Louise.
"Louise, masalahnya dengan cara itu kita bisa mengejar ketertinggalan kita dan mengulur Abixz99 berkembang semakin pesat," timpal Arthur.
"Arthur!" bentak Louise.
"Hanya bersandiwara, aku tidak akan menyentuhnya. Aku tidak akan melakukan apapun. Hanya menikah saja dan dia tetap jadi milikmu seutuhnya," janji William.
"William, apa kau kira aku bisa mengatakan hal ini padanya. Aku tahu cara ini bisa dipakai, tapi bagaimana bisa aku memanfaatkannya?" tanya Louise.
"Ini bukan memanfaatkannya, tapi bekerjasama," jawab Arthur.
"Kalau kau tidak bisa mengatakannya. Biar aku yang akan mengatakannya," kata William.
...***...