CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD Mengembalikan Joanna



Louise akhirnya muncul setelah drama pendek yang ditampilkan Stella bersama Joanna. Muncul di atas anak tangga saat Joanna siap naik ke kamar Oskar.


Raut wajahnya sudah berubah. Tidak selembut saat dia berhadapan dengan Oskar tadi. Lalu sebenarnya apa yang membuatnya marah? Tentu saja karena William dan Joanna yang sama-sama tidak mengangkat panggilannya sejak kemarin. Bahkan saat Louise berkunjung ke Kota Bangsawan Timur sekalipun, dia juga tidak berhasil menemui keduanya.


"Dimana William?" tanya Louise dari atas sana.


Pria itu berdiri kokoh diatas sana. Tidak memiliki niat turun karena tahu Joanna pasti akan naik. Semua yang dia perkiraan memang benar. Joanna Joanna benar-benar naik karena tujuannya kemari adalah mencari Oskar.


"Aku tidak tahu!" jawab Joanna singkat.


Sama seperti Louise. Jawaban itu sudah dingin. Tanpa senyuman, tanpa panggilan sayang ataupun taburan bumbu-bumbu cinta.


"Tidak tahu?" tanya Louise.


"Bukankah kau kakaknya. Bukankah seharusnya kau tahu dimana adikmu?" tanya Joanna.


"Ck!" dengus Louise.


Dia tahu Joanna pasti sengaja menyalakan api diantara mereka agar membuatnya marah. Tapi ya sudahlah, nanti saja mencari William. Karena sekarang ada hal yang ingin dia bicarakan tentang Oskar dan Reagan. "Kebetulan kau kemari. Ada yang ingin ku bicarakan denganmu," kata Louise.


Joanna melihat mata tajam itu tanpa ekspresi. Hubungan mereka sudah berakhir, seharusnya diantara mereka sudah tidak ada lagi yang perlu dibicarakan. "Berikan Oskar padaku!" kata Joanna tanpa mengindahkan permintaan Louise.


"Tidak akan!" jawab Louise tanpa berpikir lagi.


"Kenapa kau tidak memberikannya padaku?" tanya Joanna.


"Memangnya kau siapa?" jawab Louise


"Aku ibunya!"


"Kau bukan Ibunya!"


Joanna tersenyum sinis. Omong kosong apa ini. Dia memang bukan ibunya, tapi kakaknya adalah ibunya dan dialah yang membesarkannya selama ini. Atas dasar apa Louise melarangnya? Dia kan bukan ayahnya meskipun Oskar memanggilnya daddy.


"Aku yang membesarkannya selama ini. Bukankah seharusnya alasan ini cukup untuk membuatmu menyerahkannya padaku?" tanya Joanna.


"Kau masih berani memintanya ikut denganmu. Berapa kali Oskar menghadapi bahaya saat tinggal denganmu, Joanna? Terakhir kali dia bahkan di lempar ke danau dan hampir mati. Apa yang bisa kau lakukan saat itu. Hanya menangis?" cecar Louise.


Ingatan Joanna kembali melayang ke beberapa bulan sebelumnya. Hatinya tiba-tiba menjadi sakit. Saat itu dia memang hanya bisa menangis. Mau bagaimana lagi, menangnya apa yang bisa dilakukan oleh seorang wanita yang **** ************* belum kering setelah melahirkan? Tapi mengatakan alasannya sudah pasti tidak akan berguna di mata Louise. Jadi Joanna memilih untuk tidak protes.


"Aku tidak akan mengulanginya lagi dimasa depan," kata Joanna.


"Apa kau bisa di percaya?" tanya Louise


"Aku janji!" jawab Joanna mantap.


"Aku tidak butuh janjimu. Tidak, maksudku itu sudah tidak perlu lagi karena Oskar tidak ingin tinggal denganmu," kata Louise.


"Jangan bercanda. Dia tidak bisa hidup tanpa aku dan Reagan," kilah Joanna.


"Tapi dia juga tidak bisa hidup tanpa aku," kata Louise.


Pembicaraan mereka sempat terhenti. Tidak ada yang mereka bicarakan selama beberapa saat karena Stella yang tiba-tiba menyusul keduanya. Dia menyusul Joanna yang masih berdiri hanya berjarak beberapa anak tangga dari Louise. Mengadu apa yang dia lakukan dan berharap Louise segera mengusirnya. Mulut itu masih terus berbicara meskipun tidak ditanggapi oleh Joanna maupun Louise.


"Apa kau sudah selesai bicara? Pergi dan masuk ke kamarmu sekarang juga!" ucap Louise.


Stella akhirnya diam. Menghentakkan kakinya sekali ke lantai sebelum pergi meninggalkan mereka.


"Dan kau, ikut denganku sekarang!" titah Louise.


"Aku tidak mau!" tolak Joanna.


"Apa kau bisa menolak?" tanya Louise.


Louise tidak berbicara lagi. Setelah lama berdiam diri di tempatnya, akhirnya dia bergerak juga. Mendekati Joanna dan memaksanya ikut dengannya untuk menemui Oskar.


"Mommy?" panggil Oskar.


Anak itu berlari menyambut ibunya. Tersenyum manis seperti biasanya dan menciumnya.


"Oskar, katakan padanya dengan siapa kau ingin tinggal!" perintah Louise.


"Kau pasti akan ikut dengan mommy kan?" tanya Joanna.


Oskar mendelik. Rasanya sangat berdosa membuat mommy menangis. Tapi dia sudah berjanji dengan daddy.


"Mommy, Xiao O ingin ikut daddy!" jawab Oskar.


"Xiao O,-"


"Daddy, bisakah daddy keluar sebentar?" tanya Oskar.


"Tidak bisa, katakan saja apa yang ingin kau katakan. Daddy tidak akan keluar!" jawab Louise.


Louise kembali duduk di tempatnya semula. Membaca kembali catatan yang guru tinggalkan di buku milik Oskar.


Sementara itu Oskar memeluk Joanna dan mengatakan apapun yang ingin dia katakan dengan berbisik pelan.


"Mommy, Xiao O sangat suka mommy tapi Xiao O juga suka daddy. Mommy bilang Xiao O tidak boleh menemui daddy tapi daddy bilang Xiao O boleh menemui mommy. Jadi Xiao O ingin tinggal dengan daddy saja," bisik Oskar.


"Sayang,-"


"Tidak, kau harus ikut mommy!" kata Joanna dengan memeluk Oskar erat-erat.


Joanna melirik Louise yang sibuk dengan bukunya kemudian melihat pintu kamar dan memperkirakan berapa banyak keberhasilannya jika dia membawa Oskar lari. Tapi sepertinya kemungkinan itu tidak ada. Untung saja ponsel Louise berdering saat itu dan mengangkatnya karena itu adalah panggilan dari Junior.


Joanna menggunakan kesempatan itu dengan baik. Dia segera mendekap Oskar dalam pelukannya dan membawanya lari saat Louise sibuk berbicara dengan Junior menghadap ke jendela.


"Tunggu sebentar. Aku akan menghubungimu lagi nanti!" kata Louise.


Louise tidak perlu buru-buru untuk mengejar Joanna. Ini adalah rumahnya, meskipun Joanna berhasil kabur dari hadapannya apa dia kira bisa lolos dari ratusan pengawal yang ada diluar. Lagipula saat ini Louise juga sudah memencet sebuah tombol otomatis yang akan mengunci keamanan untuk mengunci semua akses keluar sehingga tidak ada satupun yang bisa keluar atau masuk tanpa seijin Louise.


"Mommy, jangan lari. Daddy bisa marah!" kata Oskar.


"Tapi Xiao O harus ikut mommy apapun yang terjadi," kata Joanna.


"Tapi paman pengawal sudah berbaris disana, Mommy?" kata Oskar lagi.


Joanna akhirnya berhenti. Sial, sungguh sangat sial bagi Joanna. Dia benar sudah dikepung oleh pengawal terbaik milik Louise.


"Nona, maaf!" kata salah satu pengawal senior.


"Mommy, mommy pergi saja tanpa Xiao O. Xiao O pasti akan menemui mommy nanti. Jangan membuat daddy marah ya?" bujuk Oskar lagi.


"Tidak!" kata Joanna.


"Mommy, tapi daddy sudah datang!" kata Oskar.


Joanna langsung terjatuh ke lantai dengan memeluk Oskar. Dia memang penjahat, tapi menghadapi Louise yang lebih penjahat mana mungkin dia mampu. Terlebih dia tidak membawa senjata apapun. Joanna memeluk Oskar semakin erat. Rasanya enggan mengakuinya tapi sepertinya dia akan benar-benar berpisah dengan Oskar.


"Mommy sangat menyayangimu, Nak! Mommy ingin melihatmu tumbuh dengan adikmu. Tapi seperti yang kau lihat, mommy memang tidak sehebat daddy. Karena kau ingin tinggal dengan daddy, bisakah kau menepati janji untuk menemui mommy suatu hari nanti?" tanya Joanna dengan air mata yang membanjir di wajahnya.


"Xiao O janji, Mommy!" jawab Oskar dan memeluk ibunya.


"Maaf, sayang! Tapi daddy berubah pikiran!" kata Louise yang sudah berdiri di depan Joanna.


"Apa maksudnya, Daddy?" tanya Oskar.


"Daddy tidak akan mengijinkanmu menemui mommy," jawab Louise.


"Tapi kan sudah berjanji sebelumnya!" protes Oskar.


"Daddy belum selesai bicara," lanjut Louise.


Louise menekuk kakinya, melihat Joanna dari jarak untuk menawarkan sebuah kesepakatan.


"Aku akan membiarkanmu mengambil Oskar asalkan kau memiliki semua apa yang aku miliki," kata Louise tepat di telinga Joanna.


Beban seberat gunung seolah berpindah ke pundak Joanna sekarang. Apa dia harus sekaya Louise baru boleh mengambil Oskar. Kira-kira berapa lama waktu yang akan dia habiskan untuk membuatnya sekaya Louise Matthew?


Louise mengambil Oskar secara paksa. Dengan bantuan begitu banyak orang tidak sulit untuk mendapatkan Oskar kembali.


"Sayang, masuk ke kamarmu sekarang juga. Daddy akan mengantar mommy pulang!" kata Louise dengan mencium Oskar yang sudah berada di pelukannya.


Oskar patuh, dia segera diturunkan dan digandeng Kepala Suh untuk naik ke kamarnya. Sementara Joanna masih bersimpuh di lantai dengan bekas air mata yang sudah dia hapus jejak-jejaknya.


"Masih tidak mau berdiri?" tanya Louise.


"Aku hanya akan pergi dengan membawa Oskar," jawab Joanna.


"Kau benar-benar sangat keras kepala!" kata Louise.


Louise sudah kehilangan kesabarannya. Pria itu melipat kemejanya, mengangkat Joanna layaknya karung beras dan membuangnya ke mobil. Lalu segera mengemudikan mobilnya menuju Kota Utara untuk mengembalikannya pada Sir Alex yang menandakan akan tersebarnya akhir hubungan diantara mereka.


"Apa yang baru saja kau katakan, Louise Matthew?" tanya Sir Alex setelah Louise menyerahkan Joanna kepadanya.


"Aku ingin mengembalikan putrimu, Paman! William adalah pria yang baik, aku yakin dia bisa menjaga putrimu lebih baik dariku. Mulai saat ini dan seterusnya, Oskar akan ikut denganku. Tapi, kalau suatu hari di masa depan Joanna memenuhi syarat yang sudah kukatakan padanya, aku berjanji akan membiarkan Oskar untuk tinggal dengannya. Lalu soal Reagan, dia memang anakku. Tapi aku tidak sekejam itu. Aku akan membiarkannya ikut ibunya karena dia masih menyusu. Sampai dia sedikit lebih besar, jika Joanna masih belum cukup mampu untuk melindungi anakku, maka aku akan mengambilnya dari kalian seperti aku mengambil Oskar," jawab Louise.


"Louise Matthew, apa yang sedang kau bicarakan? Apa kau baru saja mengatakan kau tidak menginginkan adikku lagi dan membiarkan William tetap jadi suaminya?" tanya Agria.


"Iya, seperti itu," jawab Louise.


"Louise Matthew,-"


"Agria cukup!" potong Sir Alex.


Sir Alex melarang Agria berbicara lagi. Louise tidak memukul Jose kecilnya dan mengembalikannya secara baik-baik sudah membuat Sir Alex berterimakasih. Lalu soal membiarkannya tetap menjadi istri William sebenarnya tidak buruk juga. Tapi sepertinya itu sudah terlambat karena Sir Alex sudah curiga saat Joanna membawa pulang Reagan dan barang-barangnya.


"Aku mengerti, Louise Matthew. Kedepannya, tidak ada hubungan lagi diantara keluarga kita. Tapi meksipun begitu aku sangat berterimakasih atas bantuanmu waktu itu," kata Sir Alex dengan raut wajah serius.


"Kalau begitu aku permisi," kata Louise.


Louise bangkit dari duduknya. Mulai melangkah menuju pintu keluar. Joanna sempat mengulurkan tangannya untuk menahan tapi urung dia lakukan sampai pria itu berdiri di depan pintu.


Menyempatkan diri untuk melirik Joanna sebentar sebelum melanjutkan langkahnya yang tertunda.


..."Maafkan aku, Joanna! Aku pun juga terpaksa melakukannya!" batin Louise....


...***...