CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD Xiao O Rindu Mommy



Malam hari, disaat semua orang harusnya tertidur lelap. Disaat mereka harusnya terbuai akan mimpi-mimpinya. Tapi sepertinya tidak dengan satu nyawa ringkih bertubuh kecil di ruang temaram itu.


Di atas ranjang pesakitannya dalam sebuah ruangan yang dijaga ketat oleh puluhan penjaga, Oskar masih membuka matanya lebar-lebar. Hari ini genap seminggu dia tidak bertemu ibunya.


Setiap hari setiap malam, dia tidak bisa tidur dengan nyenyak meskipun ingin. Dia sangat rindu pelukan hangat dari Mommy Joanna-nya. Tidur, tempat ternyaman miliknya adalah pelukan mommy. Di tempat ini, meskipun fasilitas dan semua makanan yang disediakan sama lengkapnya tapi semuanya terasa sangat berbeda.


Ini bukan yang Oskar kecil inginkan, sama sekali bukan. Seorang wanita paruh baya memang selalu menyuapinya, tapi rasanya sangat berbeda. Tidak ada yang sama seperti mommy. Tidak ada yang tersenyum lebar dan mengacak-acak rambutnya kemudian memeluknya. Oskar, dia sedikit menyesal. Kenapa dulu sering menolak saat mommy menciumi seluruh wajahnya dan tidak pernah melonggarkan pelukannya. Menyesal, karena selalu nakal dan kabur-kaburan saat mommy menjemputnya ke sekolah tapi dia lebih memilih naik bus sekolah dan membiarkan mommy menjemput angin.


Pandangan Oskar menerawang. Apa mommy sangat marah karena dia sangat nakal. Apa mommy marah karena selalu bilang masakan mommy asin. Apa mommy marah karena dia bukan anak mommy dan tidak memperdulikannya lagi.


Oskar batuk pelan, mencoba mengambil air dengan tangannya yang lemah. Tapi gelas itu terjatuh karena Oskar kurang berhati-hati.


Prang.


Buliran air mata mulai menganak sungai di pelupuk matanya. Jika ada mommy, dia pasti akan dimarahi. Dimarahi habis-habisan tapi kemudian dipeluk dan tidak pernah dilepaskan.


Tubuh Oskar sakit, hatinya pun jauh lebih sakit dan dia sudah lama tidak melihat mommy. Jika terus seperti ini, mungkin dia bisa pergi ke surga kapan saja. Bukan masalah, tapi jika boleh bisakah melihat mommy sekali lagi sebelum mati. Bisakah mengatakan 'Xiao O anak mommy' atau 'Xiao O hanya mau mommy'. Bisakah mencium mommy dan mengatakan 'Xiao O sayang mommy'. Dan jika boleh, bisakah setelah mati nanti dia lahir lagi dan kembali menjadi anak mommy.


"Apa mommy tidak mau Xiao O lagi?" batin Oskar. Lalu menyeka air matanya yang turun seperti air hujan.


"Mommy, Xiao O rindu mommy," lanjutnya dalam isak tangis.


Oskar duduk menempel di sandaran ranjang. Melipat kaki dan memeluknya dengan tangan yang terlihat semakin kurus. Anak itu menyembunyikan wajahnya, menangis dalam pelukannya sendiri di sunyinya malam.


Tidak ada siapapun di dalam selain dirinya. Penjaga dan pelayan hanya menjaga mereka di luar ruangan.


Hanya sendirian di tengah gelapnya malam yang sepi. Memang hanya dirinya mahkluk bernyawa di dalam, tapi ada dua benda yang selalu menemaninya semenjak kedatangannya disini.


Itu adalah sebuah boneka kecil dan foto ibunya, Joanna. Dua buah benda yang diberikan Sir Alex saat menyusup dan menenangkan hatinya beberapa hari yang lalu. Sejauh ini, orang tua itu sudah menemuinya sebanyak dua kali.


Kakek itu menemani Oskar. Awalnya Oskar sangat takut karena tidak mengenali wajahnya. Tapi dia tahu suara kakek itu, dia pernah mendengarnya sekali. Tepatnya saat Louise meminta Oskar berbicara pada Sir Alex lewat sambungan telepon saat mereka liburan waktu itu.


Oskar yang awalnya merasa sendirian merasa punya satu orang yang bisa melindunginya. Menggantikan peran Joanna yang untuk sementara waktu tidak bisa menemuinya.


Malam pertama, Oskar dijenguk Sir Alex. Malam kedua dia dijenguk oleh seorang pria yang mengaku sebagai pamannya. Bahkan paman itu menidurkan Oskar malam itu.


Begitulah malam kedua, Oskar melewatinya dengan mendengarkan cerita dari paman baru yang baik hati. Dan yang membuat Oskar terkejut adalah saat Oskar terbangun lewat tengah malam. Paman itu tidak hanya menemaninya, tapi juga memeluk Oskar dipangkuannya persis seperti ketika Mommy Joanna menidurkannya.


Paman itu tidak hanya berhasil menguatkan dan mengambil hati Oskar. Tapi juga berjanji untuk menemuinya setiap malam.


Tapi, malam ini semuanya berbeda. Sudah hampir tengah malam, tapi tidak ada siapapun yang terlihat. Oskar sangat kesepian dan akhirnya menangis untuk melampiaskan kekecewaannya.


"Paman pembohong!" ucap Oskar pelan.


Menganggap pria itu menipunya karena tidak menepati janjinya untuk datang malam ini. Oskar kembali menangis, karena jauh di dalam lubuk hatinya berharap seseorang dari dua orang itu datang. Tapi tidak ada siapapun yang muncul.


"Mommy!" rengek Oskar lagi. Dia mulai terisak lagi dengan air mata yang semakin deras.


Oskar masih mengira dia sendirian di tengah malam yang gelap. Tidak tahu bahwa sebenarnya sudah ada seseorang yang bersembunyi di ruangan itu sejak dokter keluar setelah memeriksanya tadi. Oskar masih terus sesenggukan. Sampai dia menyadari, dia sebenarnya tidak sendirian. Karena sekarang sudah ada sebuah tangan yang menyentuh rambutnya.


Tangan kecil yang lembut. Sepertinya bukan tangan Kakek Alex, bukan juga tangan paman barunya.


Oskar ketakutan. Takut yang datang kali ini adalah orang jahat. Jadi dia berhenti menangis, masih terisak tapi mencoba menahan isakannya karena tempo hari dia dibentak karena menangis. Oskar memeluk dirinya sendiri semakin rapat, juga menyembunyikan wajahnya semakin dalam. Karena dia tidak ingin melihat wanita jahat yang tiba-tiba mengaku sebagai ibunya dan membuatnya tidak bisa melihat mommy.


"Apa Xiao O tidak rindu mommy?" tanya wanita pemilik tangan kecil dan lembut yang tak lain adalah Joanna yang sudah menjelma menjadi Jose.


Jose, awalnya dia sedikit ragu. Apakah perasaannya untuk Oskar masih sama meskipun tahu siapa ibunya. Tapi nyatanya semua masih sama. Bahkan kasih sayang itu semakin tak tertakar jumlahnya. Terutama saat melihat Xiao O kecilnya menderita, seluruh bagian tubuhnya seolah ikut remuk dan hancur. Menyisakan sakit dengan perih yang tak terkira.


Jose ... faktanya sampai saat ini masih sangat tidak rela Agria mengambil anak ini dan tidak akan pernah rela untuk selamanya. Dan untuk Oskar, Jose sudah memutuskan untuk tetap menjadi Joanna di hadapannya. Menjadi seorang yang lembut dan penyayang. Membuang semua sifat-sifat milik Jose yang keras dan arogan. Lalu akan melakukan apapun untuk membuat anak ini tetap hidup.


"Xiao O, katakan padaku siapa yang kau inginkan jadi ibumu?" tanya Jose pelan. Mengulang pertanyaan yang berbeda setelah pertanyaan pertamanya diabaikan Oskar.


Sebenarnya Oskar bukannya tidak ingin menjawab. Dia hanya takut ini hanya ilusi. Jadi lebih memilih untuk diam dan tidak mengatakan apa-apa. Barulah di pertanyaan kedua dia mendongakkan kepalanya dengan pelan dan tepat saat itu melihat mommy berdiri di depannya dan memeluknya.


Oskar kembali menangis, ini adalah pelukan yang sangat dia rindukan. Oskar menggelengkan kepalanya, menghapus air matanya dengan dua tangannya yang kecil dan memanggil satu nama yang selamanya akan tetap jadi ibunya.


"Mommy." Tangis Oskar kembali pecah melihat mommy benar-benar berdiri di depannya dan memeluknya. Oskar membalas pelukan mommy, berharap ini bukan lagi mimpi seperti mimpi-mimpi yang selalu hadir di tidur singkatnya di setiap malam. Berharap sosok yang ada di depannya tidak hilang saat dia memeluknya nanti.


...***...