CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD Fight Again



"Tunggu, aku mulai pusing sekarang," jawab Louise tiba-tiba.


"Sebenarnya aku pun juga sama. Aku tidak menyangka, aku yang menikah duluan tapi pada akhirnya kau yang lebih dulu di panggil daddy. Louise, jangan berpikir untuk menelantarkan anak itu. Kau harus segera memberikannya seorang ibu dengan menikahi Joanna," timpal Arthur.


"Aku tahu," jawab Louise.


"Kenapa kehidupanmu sungguh rumit. Adikmu memiliki anak dengan Agria, lalu Agria itu membuang dan menyerahkan anaknya seolah-olah itu anak Joanna dan mengira kaulah ayahnya. Lalu tanpa di duga kau bertemu dan jatuh cinta pada Joanna. Ingin sekali rasanya mematahkan leherku sendiri dengan kerumitan kisahmu itu," keluh William.


"Will, hentikan ocehanmu atau kau akan mendapatkan karma dan ikut terseret dalam kerumitan kisahku," tegur Louise.


"Omong kosong, kenapa juga aku harus terseret dalam kerumitan kisah cinta kalian yang bercabang-cabang. Jika itu Arthur, mungkin bisa saja," jawab William acuh.


Bagaimanapun juga masih segar di ingatan William bagaimana cara Arthur memperlakukan Joanna waktu itu. Jadi, jika ada yang harus terseret arus cinta mereka yang salah sudah pasti Arthur lah orangnya bukan dirinya.


"Will, kenapa jadi aku?" tanya Arthur tak terima.


"Tidakkah kau menyukai Joanna?" tanya William.


"Arthur, kau sudah menikah. Jangan menyimpan perasaan untuk calon istriku atau kau akan menyesal!" kata Louise memperingatkan.


"Aku tahu. Aku memang menyukainya tapi itu kan masa lalu," jawab Arthur singkat.


"Kau, brengsek!" umpat Louise.


Arthur hanya tertawa, dia sangat senang setelah membuat Louise dan William kesal dengan jawabannya.


.


.


.


Beberapa hari kemudian.


Oskar telah kembali ke pelukan Joanna. Meskipun sebelumnya Joanna mengatakan akan membawa Oskar pulang tapi bukan rumah yang mereka kunjungi. Melainkan rumah sakit tempat dimana Oskar dirawat sebelumnya.


Alexa dan Marissa menyambut kedatangan kembali Oskar dengan senang. Begitupun dengan Keluarga besar Louise. Mereka senang, karena akhirnya wanita penghalang hubungan Joanna dan Louise sudah di bereskan. Meskipun pada akhirnya Agria minta maaf dan Joanna memaafkannya, tapi Agria tetap ingin ditahan. Dia meminta tetap di kurung untuk merenungi semua kesalahannya selama ini.


Hari ini, entah bagaimana ceritanya. Tapi mereka semua berkumpul tanpa direncanakan sebelumnya. Joanna terlihat sibuk mengobrol dengan Alexa dan Marissa di luar sementara ketiga pasangan mereka baru saja pergi untuk mencari nafkah.


Dan di kamarnya, Oskar yang masih sakit terlihat lebih sehat. Itu karena dia sudah kembali ke lingkungan yang dia inginkan. Sudah pasti itu membuatnya merasa nyaman dan mempunyai semangat yang lebih besar untuk segera sembuh.


Oskar tidak sendirian, di dalam ruangan VVIP itu dia ditemani Bi Diaz, Sir Alex, Rose Matthew, Anne Matthew, juga Jordan Matthew. Oskar duduk di ranjangnya bersama Bi Diaz sementara yang lain duduk di sofa dan mengobrol ringan.


"Dia benar-benar cucuku, aku sangat senang. Aku masih tidak percaya dengan semua ini. Pantas saja wajahnya sangat mirip dengan Juan saat kecil. Benar kan, Pa?" tanya Rose bahagia.


Rose tidak berhenti menunjukkan ekspresi bahagianya dihadapan semua orang. Pun dengan Nenek Anne.


"Aku jadi ingat, Louise pernah mengatakan akan memberikan kita anak yang lucu. Ternyata anak itu adalah Oskar, cicit ku sendiri. Dan dia sudah sebesar dan selucu ini. Meskipun aku sangat membenci ibunya, tapi dia tetaplah keturunan Matthew kami. Syukurlah Joanna yang merawatnya selama ini," timpal Nenek Anne.


"Alex, aku mewakili keluarga besar kami mengucapkan banyak terimakasih. Karena Joanna membesarkan cucu kami dengan sangat baik. Jika tidak ada dia, entah apa yang terjadi saat Agria membuangnya dulu," lanjut Jordan.


"Jangan berterimakasih seperti itu. Jika ada orang yang harus berterimakasih, orang itu seharusnya adalah aku. Karena berkat bantuan Louise, William, dan Arthur aku bisa membalaskan dendam atas kematian istriku dan mendapatkan kembali apa yang seharusnya jadi milik putriku. Selebihnya, putriku hanya melakukan sesuai yang nalurinya katakan saat mendapatkan bayi Oskar," jawab Sir Alex.


"Tapi terlepas dari itu semua tetap saja putrimu telah menyelamatkan hidup cucu kami. Dan untunglah semuanya berakhir dengan baik," lanjut Jordan.


"Benar, untung semuanya berakhir dengan baik," jawab Sir Alex.


"Alex, haruskah kita membicarakan tentang tanggal pernikahan sekarang?" tanya Nenek Anne tak sabar.


Semua orang melongo dan melihat kearah kearah Nyonya Anne. Wanita tua itu sepertinya sudah sangat tidak sabar untuk membuat Joanna jadi cucu menantunya. Bahkan saat identitas Joanna masih sangat diragukan pun Nenek Anne sudah sangat menginginkan Joanna. Apalagi sekarang ini, keinginan itu semakin besar. Terlebih saat mereka tahu jelas asal-usulnya termasuk dirinya yang masih seorang gadis.


"Apa mommy akan menikah?" tanya Oskar. Wajahnya terlihat biasa saja, tidak menunjukkan tanda-tanda bahagia seperti biasanya.


"Eh itu, bukankah mereka pasangan yang serasi. Bagaimana, apakah Oskar setuju?" tanya Rose senang.


Orang-orang yang awalnya duduk di sofa mendatangi Oskar. Mereka semua tahu Oskar hanya menganggap Joanna sebagai ibunya dan Louise sebagai ayahnya. Jadi sudah dapat dipastikan bahwa jawaban Oskar adalah setuju.


"Jika daddy ingin menikah dengan mommy sepertinya daddy harus bekerja keras," jawab Oskar.


"Eh, kenapa begitu?" tanya semuanya.


Bukankah hubungan Louise dan Joanna baik-baik saja selama ini. Tidak ada masalah sama sekali. Satu-satunya masalah adalah kehadiran Agria tempo hari. Tapi Agria sudah dibereskan dan mereka tahu bahwa Joanna tidak mempermasalahkan hal itu lagi.


Jadi, di bagian mana Louise harus bekerja keras jika ingin menikah dengan Joanna?


Oskar yang kalimatnya ditunggu-tunggu hanya tersenyum, tidak memberikan jawaban atas pertanyaan orang-orang di ruangan itu.


Sebenarnya, kemarin malam saat Oskar baru saja kembali ke rumah sakit ini dia sudah mendengar pembicaraan antara Joanna dan Louise.


Bukan pembicaraan yang penting. Sejujurnya itu hanya pembicaraan biasa tapi berujung dengan perdebatan sengit antara Louise dan Joanna. Dan itu terjadi tepat di hadapan Oskar saat dirinya mulai terbuai untuk tidur.


Perdebatan diantara Louise dan Joanna sangat lama. Terlalu lama hingga Oskar benar-benar tertidur sebelum daddy dan mommy idamannya berhenti berdebat.


.


.


.


Flashback On


"Joanna, ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu," kata Louise pelan. Dia mendekati Joanna dan duduk di sampingnya.


"Katakan saja," jawab Joanna ringan. Tangannya masih sibuk menepuk pelan punggung Oskar yang sudah setengah tidur.


"Joanna, aku-" kata Louise. Dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya dan membiarkannya menggantung begitu saja.


"Apa?" tanya Joanna.


"Joanna, bagaimana caraku mengatakannya padamu?" tanya Louise.


"Mana aku tahu?" balas Joanna tak mengerti.


Ini tidak seperti Louise yang biasanya. Memangnya hal penting apa yang akan dia bicarakan sampai dia grogi seperti ini. Louise bahkan sudah menghabiskan berbotol-botol air mineral sebelum ini.


"Joanna," panggil Louise lagi.


"Kau ini kenapa?" tanya Joanna tidak sabar. Terbukti dari volume suaranya yang naik satu oktaf.


Bukan hanya sekali dua kali Louise memanggilnya. Tapi setidaknya puluhan kali terhitung sejak Louise melangkahkan kakinya di rumah sakit. Tapi pada akhirnya tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya selain Joanna, Joanna dan Joanna.


"Louise, kau ini sebenarnya mau bicara apa?" tanya Joanna lagi.


"Itu, ehm. Aku ingin bertanya padamu," kata Louise pada akhirnya.


"Apa?" tanya Joanna dengan menaikkan satu alisnya. Dia sudah tidak sabar lagi karena dia sudah sedikit mengantuk.


"Aku ingin bertanya padamu. Itu, apa kau tidak ingin kita segera menikah?" tanya Louise.


...***...