CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD Perpisahan Joanna & Xiao O



Agria melangkahkan kakinya, mendekati Joanna yang masih berdiri di tempatnya dengan memeluk Oskar.


"Cih!" umpatnya.


Sebenarnya, satu-satunya alasan yang membuat Agria kembali hanyalah ingin mengambil Oskar. Tapi setelah melakukan pencarian, dia malah menemukan sesuatu yang mengejutkan. Dia tidak menyangka bahwa Louise, pria luar biasa yang sangat dia inginkan jadi suaminya malah memiliki hubungan khusus dengan Jose, saudara sepupu yang sangat dia benci setengah mati. Tapi tidak masalah, toh Oskar akan tetap jadi miliknya begitupun dengan Louise. Dua pria itu, akhirnya akan tetap menjadi miliknya. Hal ini tentu membuat Agria serasa berada di atas awan, karena sekali lagi dia berhasil mengambil sesuatu yang berharga dari Jose yang malang.


"Karena kau sepertinya lupa siapa aku. Maka, aku akan memberitahumu," kata Agria dengan tatapan sinis dan merendahkan.


Joanna tidak bergeming. Tidak menjawab ataupun melakukan apa-apa. Hanya tangannya yang terus bergerak untuk menenangkan Oskar yang ketakutan.


"Jose, aku akan memperkenalkan diriku padamu. Namaku adalah Agria, saudara sepupumu. Dan, aku adalah wanitanya Louise. Louise Matthew, kau mengenalnya bukan?" ucap Agria dengan bangga.


DEG.


Tangan Joanna berhenti bergerak, dan Oskar semakin memeluk ibunya ketika nama pria itu disebut.


Joanna menggigit bibirnya, merasakan perih di lubuk hatinya dan mulai berkeringat mendengar pengakuan wanita ini. Jose, apakah itu dirinya? Lalu, sepertinya dia juga mengatakan bahwa dirinya adalah saudara sepupunya. Jika iya, bukankah seharusnya mereka adalah keluarga. Tapi kenapa yang terjadi malah sebaliknya. Inikah yang disebut dengan saudara, menyakiti dan membuat Xiao O kesayangannya ketakutan seperti ini?


"Jadi inikah wajah wanita yang diberitakan di beritakan di televisi itu? Dari milyaran manusia yang hidup di bumi, kenapa harus sepupuku?" sesal Joanna.


Joanna tersenyum nanar. Mengira-ngira apa yang sedang wanita ini coba lakukan, juga mencoba menyembunyikan sakit di hatinya. Memangnya kenapa kalau dia wanitanya Louise. Tanpa Louise pun, seharusnya dia akan baik-baik saja dan bahagia.


"Apa sebenarnya maumu?" tanya Joanna kemudian.


"Sepertinya kau benar-benar tidak ingat dan tahu apapun. Menyebalkan, tapi bukan masalah. Aku akan berbaik hati untuk memberitahumu semuanya sekarang juga," jawab Agria.


Agria mengitari Joanna yang memeluk Oskar dengan erat. Sementara Oskar menutup matanya rapat-rapat, tidak ingin melihat wanita jahat yang sedang mencari masalah dengan ibunya.


"Jose, apa kau belum tahu. Aku dan Louise telah melewati malam yang panjang dan menyenangkan. Kami bahkan telah memiliki seorang anak karena malam yang kami lewati itu, kau tak tahu itu?" tanya Agria.


"Kalian punya anak atau tidak, itu urusan kalian. Apa hubungannya denganku?" jawab Joanna datar.


"Tentu saja ada urusannya denganmu. Karena anak yang ku bicarakan sedang ada di pelukanmu sekarang ini," jawab Agria percaya diri dengan menunjuk Oskar.


"Apa maksudmu?"


Mata Joanna membesar, apa yang sebenarnya dia katakan. Kenapa tiba-tiba Oskar menjadi anak mereka. Setelah sekian lama, kenapa baru sekarang?


"Jangan bercanda, Oskar adalah anakku. Bukan anakmu ataupun anak Louise. Aku, aku yang membesarkannya selama ini. Siapa kau tiba-tiba datang dan mengaku-ngaku jadi ibunya?" sanggah Joanna, menatap Agria dengan tatapan kebencian.


"Jose, terserah apa yang kau katakan. Tapi aku kemari untuk mengambil anakku yang telah kau curi. Aku, akan mengambilnya kembali dan hidup dengan Louise sebagai sebuah keluarga. Kau, jangan pernah bermimpi untuk menempati posisi yang sudah seharusnya jadi milikku," terang Agria.


"Tidak!" tolak Joanna terang-terangan, "tidak ada siapapun yang boleh mengambil Oskar dariku. Terlebih wanita sepertimu meskipun kau ibunya."


"Kau pikir siapa dirimu. Jose, kau bukan lagi seorang putri yang memiliki banyak kekuasaan. Kau bukan lagi seseorang yang di agungkan dan di bela semua orang. Kau hanyalah putri yang terbuang. Apa kau tahu Jose, aku ini bukan lagi sepupumu yang dulu. Aku yang sekarang, mendapatkan dukungan penuh dari seluruh keluarga bahkan meskipun mereka tahu aku menipu mereka dengan mengorbankan dirimu. Kau tahu karena apa, karena mereka tahu ayahnya adalah Louise Matthew. Satu lagi, ayahmu pun juga tidak akan berani melawanku. Sungguh lucu, seorang putri yang kehilangan semua kekuasaannya masih berani mengatakan tidak di hadapanku. Kau yang bukan lagi siapa-siapa, apa kau pikir bisa melawanku yang sangat berkuasa ini?" jelas Agria.


Joanna hanya diam.


Dia tidak ingat bagaimana masa lalunya. Tapi dia tahu bahwa dirinya sangat kecil. Dia hanyalah seorang wanita yang kehilangan ingatannya. Ditemukan dengan penuh luka dengan seorang bayi laki-laki. Lalu merawat bayi itu layaknya anaknya sendiri. Tanpa kekuasaan apapun. Dia hanyalah wanita biasa. Sangat biasa dan hidup normal layaknya manusia. Hanya seorang wanita yang merintis toko kue untuk menghidupi bayi yang ada di pelukannya hingga sebesar sekarang. Tapi, meskipun begitu. Sampai matipun Joanna juga tidak rela menyerahkan anak itu, terlebih kepada seorang wanita yang membuat Oskar ketakutan meskipun dia ibu kandungnya. Tapi, tapi untuk mempertahankan Xiao O kesayangannya apakah dia bisa?


Bahkan meskipun Arthur membantunya, bukankah pada akhirnya ada Louise Matthew yang kembali merebut Xiao O darinya jika memang dia adalah ayahnya. Lalu, juga masih ada William lagi yang selalu mendukung Louise. Apakah, pada akhirnya Joanna benar-benar harus terpisah dari Oskar?


"A-aku, tidak akan memberikan Xiao O padamu!" kata Joanna pelan.


Joanna sangat takut, wanita gila di hadapannya itu akan benar-benar mengambil Oskar. Oskar mulai menangis, meskipun tidak melihat tapi Oskar bisa mendengar semuanya.


"Xiao O, jangan takut. Ada mommy disini, mommy pasti akan menjagamu. Kau percaya mommy kan?" bisik Joanna kepada Oskar. Membelai rambutnya yang lebat, mencoba menenangkan Oskar yang semakin ketakutan dan menangis keras.


"Kalian, enyahlah dari hadapanku!" hardik Joanna.


"Kami memang akan pergi, tentu saja dengan membawa serta anak itu," jawab Agria, "Pengawal, cepat ambil anak itu dari wanita sialan ini!"


Pengawal bergerak dengan cepat, mencoba memisahkan Joanna dan Oskar secara paksa. Oskar yang sempat tenang kembali menangis. Menangis nyaris tanpa mengeluarkan suara tapi terlihat sangat memilukan saat melihat mommynya tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Mommy!" panggil Oskar. Tangan kecil dan lemah itu melambai-lambai kearah Joanna. Berharap mommynya terlepas dari pegangan kuat empat orang pengawal yang menahan dan memaksanya bersimpuh. Tapi sepertinya semuanya sia-sia. Jarak mereka semakin jauh. Joanna yang tidak bisa bergerak dan Oskar yang dibawa pergi.


"Oskar!" teriak Joanna.


"Mommy, Xiao O takut!" kata Oskar. Bocah itu ingin berteriak, ingin menendang juga berontak. Tapi kondisinya tidak mengijinkannya.


"Aku bilang lepas!" Sekali lagi Joanna berusaha melepaskan diri namun tak berhasil juga sampai segerombolan polisi datang. Bukan untuk memihak, tapi malah memborgol Joanna dan membawanya ke kantor polisi.


Polisi itu, rupanya mereka membawa surat penahanan atas dugaan penculikan anak yang dialamatkan kepada Joanna. Tentu saja pelapornya adalah Agria yang bekerjasama dengan pendukungnya.


.


.


.


Sepanjang perjalanan Oskar terus menangis dan memanggil-manggil ibunya. Menghadap ke belakang dan memukul kaca mobil yang ada di belakangnya. Dia tidak tahu siapa orang-orang ini dan tidak tahu akan dibawa kemana.


"Diamlah!" bentak Agria dengan kasar.


Oskar melipat kakinya, menundukkan kepalanya dan menyembunyikan wajahnya disana. Dia sangat ketakutan, juga masih menangis meskipun Agria melarangnya.


"Dasar anak nakal, dia itu bukan ibumu. Ibumu itu aku, apa kau tak mengerti juga?" bentak Agria lagi.


Bukannya tenang, Oskar malah menangis semakin pilu. Suaranya nyaris habis, tapi banyaknya air mata yang keluar menandakan bahwa anak itu tidak baik-baik saja tanpa Joanna. Agria sangat marah, sudah mengangkat tangannya tinggi-tinggi untuk memukul Oskar, tapi di hentikan oleh seorang wanita yang duduk di samping Oskar.


"Nona, tenanglah!" ucap pelayan paruh baya itu.


Agria menarik tangannya kembali. Membatalkan memberikan pelajaran kepada putranya sendiri. Sementara pelayan itu mengangkat Oskar dan membawanya ke pelukannya. Oskar masih tetap menyembunyikan wajahnya. Mulutnya terus menyebut 'mommy' meskipun sangat pelan. Pelan, karena sebenarnya dia telah kehilangan kekuatan. Kekuatan yang Oskar dapatkan dari seseorang yang sangat spesial, yaitu mommynya tercinta, Joanna.


Setelah menangis hampir satu jam, tangisan Oskar mulai menghilang. Bukannya tidak bersedih, tapi karena dia sudah sampai pada batas kesedihannya. Oskar seperti melihat banyak kunang-kunang yang beterbangan di kepalanya. Tubuhnya merasakan dingin yang luar biasa, mulutnya tidak bisa lagi menangis ataupun mengucapkan kata-kata favoritnya 'mommy'. Matanya semakin tertutup, dan akhirnya terkulai lemas di pangkuan pelayan.


Pelayan mulai panik, dia mencoba membangunkan Oskar tapi anak itu tak kunjung membuka matanya. Untungnya mereka sudah sampai di Kota Utara. Sehingga mereka langsung membawanya ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.


...***...