CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD Apa Aku Sudah Tidak Menarik?



"Oh! Jadi Louise menemui wanita yang makan siang dengannya kemarin. Jadi seperti itu wajah mantannya itu?" batin Joanna.


Joanna masih memantau dari jarak yang cukup jauh. Melihat dengan jelas bagaimana adegan demi adegan yang dilakukan Louise dengan wanita itu yang memberikan luka menganga di setiap sudut hatinya.


Sayatan pertama datang saat Joanna melihat Louise bertemu dengan Stella. Sayatan kedua datang saat melihat Louise melakukan cipika-cipiki dengan Stella dan sayatan berikutnya datang saat Stella bergelayut manja di lengan Louise tanpa Louise tepis.


Joanna hampir tumbang. Tidak, dia masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Apa dia benar-benar berhubungan kembali dengan Stella yang itu. Satu-satunya mantan yang diakuinya itu?


Untuk alasan inikah Louise menjadi dingin dan kasar. Padahal, Joanna bahkan belum sempat mengatakan rindu. Dia juga belum mengatakan apa saja yang terjadi saat Louise pergi. Bagaimana dengan Daisy, tidakkah Louise ingin melakukan sesuatu? Tapi apa ini. Kenapa jadi begini. Kenapa tiba-tiba menjadi seperti ini. Bukankah seharusnya mereka akan menikah setelah Joanna bercerai dengan William. Perceraian itu bahkan sudah mulai di proses.


Lalu, kalau seperti ini apa ini artinya?


Sejak kapan? Sejak kapan Louise dan Stella kembali berhubungan. Kenapa Joanna tidak tahu sama sekali. Apa karena Joanna terlalu percaya dengan Louise sampai tidak menyadari detail kecil yang membuat mereka balikan. Joanna ingin sekali mengejarnya, ingin sekali meminta penjelasan tapi dering ponsel miliknya menggagalkan rencananya.


"Hallo, kak?" jawab Joanna.


"Cepatlah pulang, Reagan tiba-tiba rewel!" pinta Agria dari seberang sana.


"Baiklah, aku akan segera pulang."


Joanna kembali berputar arah meskipun matanya masih sempat mengekor melihat Louise yang mulai hilang. Dia sangat ingin mengejarnya, tapi anaknya lebih penting. Segera pulang untuk melihat keadaan Reagan adalah prioritas utamanya meskipun hatinya sangat tidak baik-baik saja.


Masih dengan kecepatan yang lebih tinggi, Joanna melajukan kendaraannya membelah jalanan yang ramai tanpa ekspresi. Seandainya ada penumpang wanita di mobil itu, mungkin saja dia bisa mati karena takut.


Mobil itu terus melaju. Semakin kencang dan kencang lagi melebihi kecepatan cahaya menuju rumahnya di Kota Utara. Setelah melewati gapura selamat datang yang megah dan menempuh perjalanan selama sepuluh menit, akhirnya dia sampai juga di kastilnya yang mewah.


"Kakak, kau dimana?" panggil Joanna saat dia masuk ke rumah. Joanna melepaskan boots miliknya. Lalu menggantinya dengan sendal rumahan sebelum berlari mencari Agria.


"Mana Reagan?" tanya Joanna.


Akhirnya dia sampai di ambang pintu. Melihat Agria yang terus menggendong Reagan yang menangis dan tidak nyaman. "Dia baik-baik saja tadi. Tapi tiba-tiba menjadi rewel dan demam tinggi," jawab Agria.


Joanna segera melemparkan tasnya ke sembarang arah begitu saja. Lalu segera mencuci tangan dan mengambil alih Reagan. "Apa dokter sudah memeriksanya?" tanya Joanna.


"Sudah, dia juga sudah diberi obat. Tapi dia masih tetap rewel," jawab Agria.


"Terimakasih, kakak!" ucap Joanna.


Joanna mencium Reagan beberapa kali. Memeluk dan menenangkannya dan melakukan apapun untuk menghiburnya. "Sayang, mommy sudah datang. Kenapa kau jadi suka menangis. Bukankah selama ini kau tidak suka menangis. Sudah, jangan menangis lagi. Mommy ada disini. Mommy tidak akan pergi lagi," kata Joanna.


"Ada apa dengannya. Kenapa tumben seperti ini. Joanna, kenapa tidak menghubungi Louise dan memintanya kemari. Barangkali Reagan merindukan ayahnya. Dia sudah lama tidak melihatnya kan?" usul Agria.


"Louise?" tanya Joanna.


"Iya, Louise. Bukankah Reagan sangat suka digendong pria itu sampai membuat Oskar iri?" jawab Agria.


Joanna yang sempat lupa akan sakit hatinya akhirnya mengingatnya kembali. Memanggil Louise kemari? Dia masih marah dengannya dan saat ini pergi dengan wanita lain yang bahkan Joanna sendiri tidak tahu apa yang mereka lakukan. Jadi, mana mungkin dia mau datang.


"Kakak?"


"Dia sangat sibuk belakangan ini. Jangan mengganggunya!" jawab Joanna memberikan alasan.


"Tapi,-"


"Kakak, aku bisa menenangkan anakku sendiri."


Setelah beberapa waktu, akhirnya Reagan kembali tenang setelah melihat kakaknya pulang dari sekolah. Dia bahkan sudah tidur nyenyak sekarang. Sementara Oskar sedang makan siang ditemani Sir Alex di bawah sana.


"Kakak, menurut kakak aku yang sekarang seperti apa?" tanya Joanna tiba-tiba.


"Apa maksudmu?" tanya Agria. Agria yang sedang membaca laporan harian milik Oskar itu akhirnya menoleh.


"Setelah aku punya anak, apa aku sudah tidak cantik lagi?" tanya Joanna.


Agria tertawa, masih tidak tahu bahwa adiknya sedang tidak baik-baik saja sekarang. "Apa yang kau katakan. Kau masih sangat cantik seperti biasanya. Tidak, maksud kakak kau malah lebih cantik setelah melahirkan," jawab Agria.


"Tapi kenapa kau menanyakan hal ini. Apa ada sesuatu yang mengganggumu?" tanya Agria.


"Tidak ada. Aku hanya ingin tahu aku terlihat seperti apa sekarang ini," jawab Joanna.


Agria akhirnya bangkit dari duduknya. Meletakkan ponselnya dan menunda pemeriksaan laporan harian milik Oskar dan mendekati Joanna.


"Kau ingin tahu kau seperti apa dimata orang lain. Dengarkan kakak, Jose. Apa penilaian orang lain itu sangat penting untukmu. Setiap manusia diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing. Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Jadi jangan mencemaskan nilai yang disematkan orang lain untukmu. Bagi seorang pembenci, sebaik apapun dirimu dia tetap tidak akan menyukaimu. Dan bagi kami yang mencintaimu, kau sempurna dan kami tidak akan mengabaikanmu," kata Agria.


"Bagaimana jika seseorang yang menyukaimu tidak menganggapmu lagi dan mengabaikanmu, Kakak?" tanya Joanna.


"Jose, sebenarnya kau kenapa. Kenapa kau sangat aneh. Apa terjadi sesuatu?" tanya Agria.


"Tidak ada. Aku hanya ingin bertanya saja," jawab Joanna.


"Jose, ada yang kau sembunyikan dari kakak kan. Tidak masalah kalau kau tidak ingin membaginya sekarang. Tapi, kau harus menceritakan semuanya pada kakak secepatnya. Apa kau mengerti?" tanya Agria.


"Aku mengerti," ucap Joanna pelan.


Joanna melihat Reagan yang terlelap. Membelai wajah kecil yang semakin mirip dengan Louise itu dengan lembut.


...Bagi kami yang mencintaimu. Kau sempurna dan kami tidak akan mengabaikanmu, Jose!...


"Apa itu berarti Louise tidak menginginkan aku lagi?" batin Joanna.


Joanna terus meresapi apa yang Agria katakan. Mencerna baik-baik arti dari perlakuan Louise yang berubah 180°. Dia bangkit, berjalan kearah balkon kamar dan melihat hamparan gandum yang indah dengan warna yang lemah di ujung barat.


"Aku hanya sekali ini diperlakukan sedikit berbeda oleh Louise. Hanya dua kali melihatnya mesra dengan wanita lain. Kalau aku menyimpulkan dia tidak mencintaiku hanya karena itu, itu sangat keterlaluan. Pasti aku hanya salah paham. Dia pasti akan meminta maaf besok. Dia pasti lelah sehingga tidak sengaja melakukan ini padaku. Sebaiknya aku menunggunya, aku akan bertanya lagi saat suasana hatinya sudah lebih baik," batin Joanna.


...***...