CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD She Will Back



"Ada apa dengan anakku. Kenapa aku tidak boleh marah saat melihatnya. Tidak terjadi apapun padanya kan?" tanya Louise mulai cemas.


Louise berpikir sejenak, menimbang-nimbang apa yang mungkin terjadi pada Reagan. Reagan pasti normal karena Louise sudah memastikan anak itu lahir sempurna. Berapa banyak rumah sakit yang dia kunjungi. Berapa banyak dokter terbaik yang dia datangi. Semuanya menyampaikan hal baik setelah memeriksanya, bahwa anaknya sehat dan sempurna. Jadi apa yang membuatnya marah?


Tut. .


Tut. .


Tut. .


"Kenapa dia tidak mengangkatnya?" tanya Louise saat panggilannya diabaikan oleh Joanna. Tidak menyerah, Louise langsung menghubungi William tapi juga tidak ada jawaban. Bukan hanya mereka, Okta bahkan Sir Alex pun juga mengabaikan panggilan darinya.


"Sebenernya apa yang sedang mereka lakukan. Kenapa tidak ada satupun yang mengangkat teleponku?" decak Louise kesal.


Pria itu hanya bisa uring-uringan di tempatnya. Tidak tahu bahwa di belahan bumi yang lain Sir Alex dan Arthur sedang menenangkan Joanna yang masih sedikit tidak terima karena anaknya tidak memiliki kemiripan dengan ayahnya.


Sedangkan William, dia sedang sibuk bersama Okta karena tetua memanggilnya. Dark Ocean, akhirnya kelompok itu akan menjadi miliknya karena tetua mengatakan sebentar lagi akan mengadakan upacara resmi yang menandakan bahwa William telah diputuskan untuk menjadi satu-satunya penerus di keluarga Bangsawan Timur.


"Siapa yang harus ku hubungi sekarang?" gumam Louise.


Junior yang sejak tadi berdiri dan memperhatikannya mulai tertawa. Kemudian menawarkan untuk masuk ke mobil dan kembali menghubungi mereka nanti.


"Senior, sebaiknya masuklah dulu ke mobil. Aku akan membawamu ke rumah. Hubungi mereka nanti saja," kata Junior.


"Baiklah," jawab Louise akhirnya.


Menelepon sekarang juga percuma karena tidak ada satupun yang menjawab panggilannya. Sedangkan orangtuanya, Louise malah lupa menghubungi mereka.


Louise bergerak. Mulai melangkahkan kakinya dengan pasti. Setiap bertambah satu langkah yang dia ayunkan, bertambah pula senyum yang dia tawarkan. Meskipun belum melihat dengan mata kepalanya sendiri, tapi setidaknya Louise sudah tahu bahwa anaknya telah lahir.


"Reagan, bukankah daddy sudah berpesan sebelum pergi. Tunggu sampai daddy kembali. Kenapa kau tidak menurut, kenapa kau sangat keras kepala sama seperti ibumu? Mau diapakan kamar rumah sakit yang sudah daddy pesan? Apa kau ingin belajar bagaimana caranya membuang-buang uang sejak dalam kandungan? Apa yang membuatmu ingin cepat keluar. Apa ingin segera bermain sepakbola dengan kakakmu dan daddy. Ingin segera melihat wajah cantik mommy atau ingin daddy segera membuatkan adik perempuan untukmu? Tunggulah sebentar lagi. Besok, daddy akan pulang. Lalu bersiaplah menerima hukuman karena tidak menuruti kata daddy," gumam Louise dengan senyum yang semakin lebar.


Setelah berjalan beberapa saat, akhirnya Louise dan juniornya memasuki mobil yang sudah disiapkan. Mobil itu melesat dengan kecepatan tinggi. Membelah jalanan yang lengang menuju sebuah rumah dengan keamanan yang rumitnya melebihi villa milik Louise.


Siapapun yang ingin masuk harus melalui proses pendeteksi wajah dan sidik jari bahkan sejak di pintu gerbang depan.


"Senior, beristirahatlah sebentar. Aku akan mencarimu beberapa jam lagi," pamit Junior setelah mengantarkan Louise ke kamarnya.


"Baiklah," jawab Louise.


Louise segera masuk ke kamar pribadinya di rumah ini. Meletakkan kopernya begitu saja dan segera mengecek ponselnya. Karena belum juga ada balasan, akhirnya dia memilih mandi dan tidur sejenak.


.


.


.


"Bagaimana dengan rencana kita. Apa semuanya berjalan lancar?" tanya Louise dengan mimik serius.


Louise dan Juniornya sedang duduk berdua menikmati teh saat ini. Di sebuah ruangan rahasia itu, sudah banyak hal yang mereka bahas. Banyak hal yang mereka temukan solusinya. Hanya saja masih butuh waktu untuk mewujudkannya, termasuk bagaimana caranya mengejar ketertinggalan mereka dari Abixz99 sebelum akhirnya membereskannya.


"Sejauh ini semuanya berjalan lancar," jawab Junior.


"Kau memang selalu bisa diandalkan, Junior!" puji Louise.


"Senior, apa kau baru menyadarinya sekarang. Bukankah sekarang ini waktunya untuk mengakui bahwa aku lebih hebat darimu?" tanya Junior dengan percaya diri.


"Kau lebih hebat dariku?" ulang Louise.


"Eum," jawab Junior santai. Tidak takut sama sekali meskipun sedang berbicara dengan Louise.


"Junior, aku hanya kalah satu aspek saja darimu. Jadi bagaimana bisa aku mengakui bahwa kau lebih hebat dariku?" tolak Louise.


"Junior, selain membahas masalah Abixz99. Bukankah ada hal lain yang ingin kau bicarakan?" tanya Louise.


Junior meloleh, melihat Louise yang terus memperhatikannya sejak tadi.


"Baru-baru ini seseorang sering melakukan penelusuran atas namamu di internet," jawab Junior.


"Bukankah itu hal biasa?" tanya Louise.


Hal seperti ini biasanya tidak pernah dilaporkan padanya. Karena sejak dia melebarkan bisnisnya hari itu, pencarian atas namanya dan semua tentang Matthews Group memang meningkat pesat.


"Senior, masalahnya dia tidak hanya menelusuri riwayat hidupmu dan Matthews Group saja. Dia juga melakukan pencarian dengan kata kunci pasangan Louise Matthew, kekasih Louise Matthew saat ini dan hal yang berkaitan dengan itu," lanjut Junior.


"Junior, itu hal biasa. Sebelumnya juga sudah banyak pencarian seperti itu kan?" tanya Louise.


"Tapi kali ini berbeda, Senior!" kata Junior.


"Apanya yang berbeda?" tanya Arthur.


"Pelakunya tidak biasa. Dia sedikit mencurigakan, kau harus berhati-hati," jawab Junior.


Louise diam sebentar, kemudian berpikir beberapa saat sebelum mengemukakan pertanyaannya, "Tapi kau sudah menghapus semua artikel yang berkaitan dengan itu kan?" tanya Louise.


Sebagai seorang hacker handal, melakukan pekerjaan ringan seperti itu bukanlah perkara sulit untuk Junior. Sepanjang kehidupan Louise selama ini, hanya Junior inilah yang terhebat.


"Tentu saja aku menghapus semuanya. Terutama ulasan tentang hubunganmu dengan Putri Kota Utara. Maaf aku tidak meminta ijin sebelumnya. Aku hanya ingin menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," jelas Junior.


"Tidak perlu minta maaf. Apa yang kau lakukan aku sangat menjetujuinya. Tapi, apa yang membuatmu cemas?" tanya Louise.


"Senior, hal seperti itu wajar sebelumnya. Yang tidak wajar dan membuatku memanggilmu kemari adalah siapa yang melakukan pencarian itu," jawab Junior mulai serius.


"Siapa dia. Apa aku sudah mengantongi identitasnya?" tanya Louise.


"Seorang wanita bernama Stella. Senior, katakan padaku kau sudah tidak memiliki perasaan khusus pada mantanmu itu kan?" tanya Junior.


"Tidak," jawab Louise singkat.


"Kalau memang benar begitu, aku bisa tenang sekarang. Ngomong-ngomong, sepertinya dia akan kembali, bagaimana menurutmu?" tanya Junior.


"Apanya yang bagaimana. Memangnya kenapa kalau dia kembali?" jawab Louise.


"Aku berterus terang saja. Sebenernya tujuanku memanggil senior kemari adalah untuk membahas masalah ini. Senior, bagaimana jika dia ingin kembali menjalin hubungan denganmu. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Junior.


Louise mengalihkan pandangannya ke kaca jendela. Mengeratkan giginya sebentar dan berpikir sejenak.


Stella ya?


Wanita yang pantang menyerah dan melakukan apapun untuk mendapatkan cintanya. Tapi meninggalkannya saat perusahaan miliknya pernah hampir kolaps. Tapi meksipun begitu, Louise memang pernah mencintainya.


Tapi itu dulu sekali. Bertahun-tahun yang lalu. Setelah mereka berpisah, Louise tidak pernah terlihat menjalin hubungan dengan siapapun. Sampai dia akhirnya bertemu Joanna. Wanita yang baru saja melahirkan anaknya beberapa jam yang lalu.


"Bagaimana?" tanya Junior lagi.


Louise tersenyum tipis, kemudian melihat juniornya yang sangat menantikan jawaban darinya.


"Junior, aku sudah memiliki Joanna yang kucintai. Dia baru saja melahirkan anakku. Menurutmu apakah aku akan menerima Stella meskipun dia ingin kembali?" jawab Louise.


"Kalau begitu aku bisa tenang," jawab Junior kemudian menyeruput tehnya hingga tandas.


...***...