CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD Perlindungan Berlapis Jose



Louise meminta pengawalnya untuk memapah William ke kamar. Sebuah kamar yang selalu dipakai William saat berkunjung. Selalu, hanya saja jarang dilakukan. Bagaimana menjelaskannya, William memang jarang bermalam di villa milik Louise. Sebulan sekali pun tak pasti karena William memang lebih memilih untuk tinggal di apartemennya. Tentu saja, sesekali juga harus membagi waktu untuk bermalam di rumah orangtua angkat dan neneknya.


Setelah William sudah berpindah tempat, Louise meminta maid untuk menyiapkan seember air. Dengan bantuan Kepala Suh, Louise merawat adik kesayangannya sesuai janjinya. Mulai melepas semua atribut yang masih menempel di tubuh William dan menyekanya meskipun kesusahan karena hanya menggunakan satu tangan. Kemudian, tak lupa memakaikan piyama agar William tidur dengan nyaman. Louise, dia sangat sabar dan telaten saat William tak sadar, tapi juga sangat menyebalkan saat William memiliki kesadarannya. Mungkin, inilah yang orang sebut dengan istilah 'tsundere'.


"Kepala Suh, beristirahatlah!" kata Louise saat mereka telah selesai.


"Tapi,-"


"Kepala Suh, kau pasti lelah. Tidak apa-apa, aku masih ingin melihat adikku lebih lama," lanjut Louise.


Akhirnya Kepala Suh pergi, meninggalkan Louise yang masih duduk di sisi ranjang dan memperhatikan William dengan seksama, "Will, sebenarnya kau yang semakin berat, atau aku yang semakin menua. Lalu, sejak kapan burung kecilmu jadi sebesar itu. Aku ingat dia masih seukuran jari jempol waktu aku membantumu mandi terakhir kali," gumam Louise pelan.


"Tapi, kapan terakhir kali aku membantumu mandi. Mungkinkah itu 20 tahun yang lalu?" guman Louise lagi sambil menarik selimut dan mengacak-acak rambut William sebelum mengganti lampu terang menjadi temaram dan meninggalkan kamar.


.


.


.


"Joanna, kau itu siapa?" tanya Louise, "tak punya ayah, tapi jelas-jelas ayahmu mengirim lusinan penjaga rahasia untukmu. Bagaimana itu bisa terjadi. Sebenarnya, ada berapa banyak lagi rahasia yang tidak aku ketahui?" gumam Louise bertanya-tanya.


Dia termenung, berpikir keras dan duduk di depan laptopnya sangat lama sebelum memutuskan untuk mulai melakukan sesuatu, yaitu melacak informasi tentang Joanna yang dinilainya semakin misterius. Louise mulai memainkan jari-jarinya diatas tuts-tuts itu dengan lincah. Membobol akses tertentu untuk mencoba mencuri data pribadi milik Joanna.


Louise ingin tahu, siapa Joanna, darimana asalnya, dan yang terpenting adalah apakah dia benar-benar sudah punya anak. Cukup lama Louise mencari-cari, tapi selalu gagal meskipun dia mencoba selama berjam-jam sebanyak ratusan kali, "Bajingan, siapa sebenarnya brengsek ini. Kenapa tidak menyerah saja dan membiarkan aku tahu siapa Joanna?"


Louise terus mengumpat, tanpa tahu brengsek yang sedang berperang dengannya saat ini adalah Arthur. Arthur yang harus terjaga sepanjang malam karena ponselnya bergetar. Sebuah notifikasi masuk, mengatakan bahwa seseorang mencoba menelusuri data Joanna.


Di tempatnya sana, Arthur pun sebenarnya juga terus-terusan mengumpat karena seseorang mengganggunya ketika sudah bersiap untuk tidur. Dia bahkan sudah memakai penutup mata sebelumnya, tapi melemparkannya dan langsung bergegas menuju laptopnya untuk melindungi sesuatu yang dia jaga selama ini.


"Setelah sekian lama, kenapa baru muncul sekarang?" batin Arthur, "siapa brengsek ini. Kenapa tiba-tiba ingin mengacau. Dia bukan musuh atau orang yang berbahaya kan?" gumamnya.


Bukan tanpa alasan, Arthur yakin Joanna pasti seseorang yang spesial sejak melihatnya setelah ditemukan oleh Alexa. Arthur tahu, hanya melihat liontin yang tak biasa yang Joanna simpan waktu itu. Dan semakin yakin setelah menyadari keberadaan penjaga yang selalu ada tapi tidak menunjukkan dirinya kecuali dalam keadaan darurat. Sebenarnya Arthur pernah sekali memiliki kesempatan untuk berbicara dengan mereka, hanya saja tidak ada yang mereka katakan. Yang mereka katakan adalah sama dengan apa yang mereka katakan kepada Louise hari itu, yaitu melindungi Joanna.


Dari situlah Arthur tahu, bahwa sepertinya Joanna tidak aman, mungkin juga memilki musuh atau semacamnya. Untuk itulah dia menghapus dan mengunci semua data yang ada kaitannya dengan Joanna. Terlebih berita yang mengulas seputar penemuan seorang wanita berusia 19 tahun dan seorang bayi yang tak lain adalah Joanna malam itu.


Kedua pria idiot itu terus bertarung. Sama-sama bekerja keras untuk hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Louise tidak menyerah, sampai akhirnya Arthur harus mengakui kegigihan Louise. Sayangnya, meskipun berhasil mendapatkannya, yang Louise ketahui hanyalah sebuah informasi bahwa Joanna ditemukan seseorang dengan membawa seorang bayi laki-laki. Selebihnya tidak ada informasi apapun selain itu.


"Hanya ini?" tanya Louise, "Bagaimana bisa tiba-tiba Joanna muncul seperti ini. Apa tidak ada yang lainnya?" kata Louise bertanya-tanya.


"Ini tidak cukup," lanjut Louise.


Informasi seperti itu tidak membuat Louise puas. Dia terus mencari, memeriksa kasus-kasus yang terjadi sekitar 5 tahun yang lalu dimana melibatkan seorang gadis berusia 19 tahunan. Termasuk korban perampokan, penculikan, kecelakaan, penganiayaan dan sebagainya. Semuanya ada lebih dari ribuan kasus yang terjadi di tahun yg sama. Lalu mengerucut menjadi ratusan setelah Louise memilahnya.


Louise mempelajarinya satu persatu, tapi tidak mendapatkan sesuatu yang cocok. Berjam-jam memeriksa satu persatu dengan cepat tapi masih tidak menemukan apapun juga. Sampai dia membaca sebuah artikel yang pernah menghebohkan media pada masanya. Artikel itu dirilis beberapa hari sebelum Joanna ditemukan. Sebuah artikel yang mengusung berita tentang keluarga Bangsawan. Bahwa seorang putri bernama Agria Seraphine mendapatkan gelar resmi sebagai calon kepala keluarga selanjutnya di Kota Utara. Menggantikan posisi putri sebelumnya yang di hapus silsilahnya dari keluarga bangsawan karena kesalahan dan kejahatan yang dia lakukan.


"Putri sebelumnya, kesalahan dan kejahatan?" tanya Louise penasaran.


Louise mencari-cari artikel tentang putri yang terbuang itu. 'putri yang tergantikan' atau 'putri sebelumnya dari Kota Utara' adalah kata kunci yang Louise ketik untuk mencari.


Ting. .


Lagi-lagi sebuah notifikasi berbunyi. Tapi bukan Arthur, melainkan pria tampan lainnya yang memiliki usia sepantaran dengan William. Pria yang awalnya terlelap itu membuka matanya, "Siapa, orang kurang kerjaan yang mencoba menelusuri informasi Jose kecilku malam-malam begini?" kata pria itu. Dia yakin, seseorang pasti baru saja melakukan pencarian dengan kata kunci terlarang. Seperti, 'putri sebelumnya' atau 'putri yang turun tahta'.


Pria itu segera bangkit tanpa memakai pakaiannya. Menghadap layar monitornya dan menekan tombol-tombol di keyboard yang sudah pasti akan membuat Louise frustasi, "Selama aku hidup, tidak akan ada informasi apapun yang bisa kau dapatkan mengenai Jose kecilku," katanya dengan senyum simpul.


"Haruskah aku pulang untuk menemui Paman Alex. Apakah Jose masih belum mengingat apapun juga. Sayang sekali, jika dia tidak 'lupa', seharusnya dia ingin aku menikahinya di usianya saat ini," katanya sambil meninggalkan layar datarnya.


"Eror?" tanya Louise sesaat setelah pria dari belahan dunia lain itu turun tangan.


Tentu saja eror. Karena semenjak putri pengganti itu naik tahta, semua artikel yang ada kaitannya dengan putri sebelumnya telah di hapus seluruhnya. Bahkan meskipun ada yang tertinggal, akan ada seseorang yang menggunakan berbagai cara agar artikel itu tidak bisa diakses siapapun juga.


"Kenapa ini mencurigakan, mungkinkah itu ada hubungannya dengan Joanna?" batin Louise. Louise sangat penasaran, tapi tidak bisa melakukan apa-apa sementara ini.


Dia pun segera mengambil ponselnya, menghubungi seseorang yang lebih berpengalaman dan ahli dalam hal ini, "Aku ada pekerjaan untukmu. Tolong, cari informasi lengkap terkait Bangsawan dari Kota Utara. Termasuk putri sebelumnya yang di hapus dari silsilah keluarga," perintah Louise.


"Seperti yang Anda inginkan, Tuan Muda!" jawab seseorang dari seberang sana.


Tepat saat itu, suara kokok ayam mulai bersahutan, menyadarkan Louise berapa banyak waktu yang dia habiskan tapi tidak menemukan apapun juga, "Ah, apa ini sudah pagi?" kata Louise.


Dia melihat jam di tangannya, waktu menunjukkan pukul 05.00 pagi, "Bukan masalah, aku masih bisa tidur beberapa jam sebelum menghadiri acara pernikahan Arthur," katanya kemudian menyudahi aktivitasnya.


.


.


.


"Kau yang akan menyetir?" tanya William saat melihat Louise masuk di sisi kemudi.


"Aku ingin mampir ke suatu tempat sebelum pergi ke tempat acara," jawab Louise sembari masuk ke mobil.


"Tuan Muda, tapi tangan Anda belum sepenuhnya pulih," cegah Kepala Suh.


"Kepala Suh, jangan khawatir. Aku masih bisa menyetir," kata Louise meyakinkan.


"Tapi, Nyonya Besar akan marah nanti. Bagaimana jika Tuan William saja yang membawa mobilnya?" kata Kepala Suh mengingatkan.


"Kepala Suh, biarkan saja. Nanti, saat kedua tangannya sudah patah aku pasti akan menggantikannya menyetir," kata William menengahi keduanya.


"Brengsek, apa kau berharap tanganku patah semua?" protes Louise.


"Mau bagaimana lagi, kalau tidak begitu kau tidak akan diam dan berhenti mencari masalah," jawab William lalu masuk ke mobil dan memakai sabuk pengamannya.


...***...