
"Siapa aku?" tanya Louise.
"Eum," jawab Jose.
"Joanna, setelah mengingat masa lalumu apa kau jadi melupakan masa sekarang yang baru-baru ini kau lalui?" tanya Louise, "Kalau kau lupa aku bisa membantumu mengingatnya. Jadi darimana baiknya, haruskah dimulai dari toko bunga itu. Atau dari yang lebih menyenangkan lagi saat aku membawamu berbaring di ranjangku. Sepertinya kau lebih menyukai pilihan yang kedua kan?" lanjutnya.
"Kenapa, kau selalu mesum. Bisakah ... tidak mengungkit itu. Bisakah lebih serius?" tanya Jose.
Louise tersenyum, dia sangat suka melihat wajah yang sangat merah itu, "Aku adalah Louise Matthew, suami masa depanmu yang akan membuatmu bebas keluar masuk ke kota asalmu. Membuatmu kembali menempati posisimu, membuat mereka semua tunduk hanya padamu. Tentu saja, aku juga bisa membalaskan semua dendam pribadimu kepada para pembunuh itu. Untuk semua yang akan ku lakukan itu, apakah satu persyaratan dariku untuk tidak menemui Edgar terlalu berat?" cecar Louise.
"Louise, meskipun aku memang menginginkan semua itu. Tapi, aku ini sangat bebas. Aku tidak akan pernah terikat dengan persyaratan bodoh semacam itu."
"Joanna, kau harusnya tahu bahwa sejak kau bertemu denganku, kau sudah kehilangan semua kebebasanmu itu," lanjut Louise.
"Apa?" tanya Jose.
"Baiklah, aku akan memberitahumu beberapa hal. Aku tidak akan mempermasalahkan jika kau melakukan hal lainnya. Kau bisa melakukan apapun yang kau mau dan apapun yang kau suka. Pergi kemanapun, membeli apapun. Aku tidak akan pernah melarang itu semua. Aku sanggup memberikan itu semua hanya untukmu. Tapi untuk menemui Edgar, aku tidak akan pernah mengijinkannya. Jangan pernah mencoba melanggarnya, karena aku bisa membunuhnya kapan saja," ancam Louise.
"Jika kau membunuhnya, aku juga akan membunuhmu!" jawab Jose.
"Aku tak keberatan. Hanya saja, apa kau yakin ingin membunuhku?" tanya Louise percaya diri.
"Louise, kau?" jawab Jose dengan suara bergetar. Membunuh Louise, mana mungkin dia bisa karena itu sama saja dengan membunuh Oskar dan dirinya sendiri.
"Joanna, cukup! Aku tidak ingin berdebat denganmu lebih jauh dari ini. Aku akan menyingkirkannya hanya jika kau menemuinya. Selama kau patuh dan tidak menemuinya lagi dia akan tetap aman. Apa kau sudah mengerti sekarang, kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan?" lanjut Louise.
"Kenapa kau melakukan ini?" tanya Jose lagi
"Karena aku mencintaimu," jawab Louise singkat.
"Cinta?" tanya Jose tertawa.
"Kau masih bisa tertawa?" tanya Louise.
"Sudah seperti ini, kau masih berani mengatakan cinta di hadapanku, Louise?" sindir Jose.
"Apa karena adanya Oskar?" tanya Louise.
"Aku tidak masalah dengan Oskar karena dia tumbuh dan besar di genggaman tanganku. Aku hanya bermasalah dengan ibunya Oskar," jelas Joanna.
"Baiklah, aku akan mengurus ibunya sekarang juga. Lalu, kau harus patuh untuk tidak lagi menemui Edgar," jawab Louise dengan ringan. Lalu segera mengangkat gagang telepon yang ada di meja. Menekan angka demi angka dengan cepat.
Setelah menunggu beberapa saat, terdengar jawaban dari seberang, "Hallo, Bos!"
Dengan cepat Louise pun menyerukan perintahnya, "Aku ada pekerjaan untukmu. Arthur sudah mengurus Agria, sisanya adalah bagianmu. Lalu, buat seluruh bangsawan yang ada di kota utara bangkrut dalam semalam dan tunduk sepenuhnya kepada Joanna dan ayahnya. Ingat, aku bilang semuanya yang ada di Kota Utara. Aku, hanya memberi kalian waktu tiga hari untuk menyelesaikan semuanya."
"Kami akan segera bergerak, Bos!"
Sambungan telepon pun ditutup setelah orang-orang pribadi Louise menyanggupi perintahnya, "Apa kau puas sekarang?" tanya Louise.
"K-kau, benar-benar akan menyingkirkan Agria?" tanya Jose tidak percaya.
"Kenapa tidak?" jawab Louise.
"Joanna, meskipun dia ibu kandungnya tapi aku akan tetap membuatmu jadi ibunya. Lalu, jangan pernah berpikir aku berencana untuk bertanggungjawab atau menikah dengannya karena satu-satunya wanita yang akan berjalan di altar bersamaku hanyalah kau seorang."
Jose semakin merah, Louise brengsek itu ... kenapa tiba-tiba membicarakan pernikahan.
"Aku sudah melakukan semua yang kau inginkan, jadi jangan lupa untuk melakukan apa yang harus kau lakukan," kata Louise mengingatkan.
"I-itu,-"
"Joanna, aku bilang cukup dan patuhlah. Apa masih kurang jelas?" ucap Louise datar.
"Aku, aku," jawab Jose ragu.
Louise menatap Jose dengan sangat tajam dan membuat Jose takut. Jika dirinya masih berkata tidak untuk yang kesekian kalinya, Louise pasti akan sangat marah.
Jadi Jose hanya bisa mematuhi Louise, "Aku mengerti," jawabnya pelan dengan menelan ludahnya.
Dua orang itu diam untuk sejenak. Sibuk dengan pikirannya masing-masing. Sepintar-pintarnya manusia dia pasti pernah bodoh saat jatuh cinta. Itulah yang sedang terjadi kepada Louise dan Jose saat ini.
Dua-duanya merasa menang. Jose mengira dirinya menang karena Louise lebih memilih dirinya daripada Agria. Juga bersedia memberikan kembali Oskar padanya. Padahal, Louise sedikitpun tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan Agria. Dan tanpa Jose minta, Louise sudah merencanakannya jauh-jauh hari.
Sementara Louise, dia juga merasa menang. Karena Jose menyetujui persyaratannya untuk tidak lagi menemui Edgar. Louise mengira dia sudah berhasil menyingkirkan satu saingan cintanya. Tanpa Louise tahu, hati Jose sudah penuh dengan namanya. Tidak bisa tergantikan dengan yang lainnya.
"Kemarilah!" perintah Louise.
"Hm?" tanya Jose tak mengerti.
"Bukankah kau ingin disambut?" tanya Louise.
"Sambutan hanya ada di awal, bukan di akhir," jawab Jose.
"Kalau begitu biarkan aku memberikan salam perpisahan," kata Louise tak mau kalah.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Jose curiga.
Louise mengambil sesuatu yang dia simpan di dalam sebuah kotak berwarna hitam. Lalu membuka untuk mengeluarkan isinya. Kini Louise sudah memegang benda itu, sebuah benda berbentuk lingkaran kecil yang manis, lalu segera memberikannya pada Joanna, "Ini untukmu," katanya.
Melihat benda itu membuat emosi yang sempat mereda kian memuncak. Jose, memberikan tatapan setajam pisau untuk Louise. Lalu, menelan ludahnya dan mengepalkan tangannya, "Apa yang kau lakukan padaku?" tanyanya tanpa ekspresi setelah melihat kancing baju yang Louise serahkan. Kancing bajunya yang hilang saat dia mengunjungi Oskar semalam.
"Mengembalikannya padamu," jawab Louise dengan senyum kemenangan.
"Jadi kau yang merusaknya. Apa yang sudah kau lakukan?" tanya Jose.
"Joanna, aku selalu berkunjung menemui Oskar setiap malam. Selama itu, aku bertemu ayahmu dua kali dan aku melihatmu semalam. Lalu, aku hanya menambahkan obat tidur ke sebuah minuman kemudian pergi ke atap untuk berbincang dengan Edgar dan memintanya pergi. Ketika aku kembali aku melihat kau sudah tertidur pulas. Jadi, aku memutuskan untuk menjenguk sesuatu yang sangat ku rindukan dan bermain sebentar dengannya. Mungkin aku terlalu kasar sampai merusak kancingnya. Tapi aku janji akan lebih lembut lain kali. Sebenarnya aku ingin memperbaikinya, tapi karena aku lebih suka menghabiskan waktuku untuk memelukmu daripada memegang jarum kecil, jadi aku membiarkannya saja dan memilih tidur bersamamu sepanjang malam," jawab Louise.
"Louise, kenapa kau sangat brengsek. Kau telah melakukan kejahatan pada seorang gadis, apa kau tidak merasa bersalah sedikitpun?" tanya Jose berapi-api.
"Sama sekali tidak," jawab Louise dengan senyum yang mengembang.
...***...