CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)

CRAZY RICH DADDY (Secret After Lie)
CRD Axel, Prince atau Shidqy?



"Nona, apa kau mengenalku?" tanya seorang pria yang ditarik Stella. Pria itu menatap Stella dengan bingung karena dia merasa tidak mengenali wanita ini.


"Maaf, aku salah orang!" kata Stella ketika menyadari yang dia panggil bukanlah Louise. Stella segera melepaskan pegangan tangannya pada pria itu, lalu kembali menghampiri Felix yang baru saja beranjak dari duduknya.


"Kenapa kembali, apa dia menolakmu?" tanya Felix.


"Aku salah lihat," jawab Stella kesal.


Sebenarnya Stella tidak salah lihat. Hanya saja Louise Matthew yang asli sudah keburu pergi karena Stella terlalu lama berbicara dengan Felix sebelumnya. Dan saat ini Louise sudah kembali, tidak hanya kembali menemui keluarganya. Tapi dia juga sudah duduk di mobil yang melaju menuju villanya.


"Aku akan pergi keluar negeri lagi besok!" pamit Louise.


Joanna yang sedari tadi melihat bintang di langit menoleh. Melihat Louise yang sejak tadi mengabaikannya karena memilih mengurus dan memanjakan dua anaknya yang saat ini sudah sama-sama terlelap di pangkuannya. Oskar sudah merebahkan diri berbantalkan paha daddynya dengan kaki yang dia selonjorkan di paha mommynya. Lalu Reagan yang kembali tidur di dekapan tangannya. Dengan begini, Louise merasa menjadi seorang raja karena merasa lebih dipilih oleh dua anak laki-lakinya.


"Apa ada urusan lagi?" tanya Joanna.


"Eum," jawab Louise singkat.


Pria itu tersenyum tipis, dia tahu sebenarnya Joanna tidak ingin ditinggal tapi mau bagaimana lagi. Apa ada pilihan?


"Pergi saja!" ucap Joanna lalu kembali mengalihkan pandangannya tapi gagal karena Louise meraih leher Joanna. Beruntung Joanna segera menepis tangan nakal Louise, dia tahu apa yang Louise pikirkan. Pria itu pasti menginginkan setidaknya ciuman. Sebenarnya bukan masalah karena dua anak itu sudah tidur. Tapi ada satu sopir dan satu pengawal terbaik Louise yang sedang duduk di depan.


"Apa kau marah karena selalu ditinggal olehku?" tanya Louise.


"Kau tidak marah hanya karena kau sering meninggalkan aku. Tapi karena kau bahkan membiarkan aku menjadi adik iparmu," jawab Joanna.


"Siapa yang membiarkanmu jadi adik iparku. Bukankah kalian berdua yang ngotot waktu itu?" proses Louise.


"Kembalilah secepatnya," kata Joanna.


"Tentu saja, karena setelah aku kembali nanti aku akan menikahimu. Lalu Reagan akan segera jadi kakak dan Oskar akan punya dua adik. Nama apa yang akan kuberikan padanya nanti ya. Axel, Prince, atau Shidqy?" tanya Louise.


"Reagan jadi kakak?" ulang Joanna.


"Eum, kenapa apa ada yang salah. Saat aku kembali nanti seharusnya Reagan sudah berusia tiga bulan. Bukankah dia sudah bisa jadi kakak. Lagipula nenekku sangat nganggur, papa dan mamaku juga sangat nganggur. Ayahmu juga sangat nganggur. Aku hanya ingin memberikan mereka kesibukan dengan merawat cucu," jelas Louise.


"Louise Matthew, jangan keterlaluan. Apa kau pikir melahirkan tanpa ditemani ayah dari bayi itu sangat menyenangkan. Lagipula apa-apaan itu, apa kau berencana membuat anak untuk dirawat orang lain?" sindir Joanna.


"Joanna, sudah berapa kali aku minta maaf. Itu bukan aku yang sengaja pergi. Hanya saja anak kita yang terlalu nakal sampai-sampai keluar sebelum waktunya. Lagipula siapa yang orang lain, mereka kan kakek dan neneknya," kilah Louise.


"Terserah kau saja. Tapi dari tiga nama, kenapa semuanya nama bayi laki-laki. Bukankah kau punya anak perempuan sampai-sampai memarahi dokter?" tanya Joanna.


"Karena kalau anakku perempuan aku tidak perlu memikirkan nama lagi karena aku akan memberinya nama Joanna kecil atau Jose kecil," goda Louise.


"Aku tidak setuju. Di dunia ini begitu banyak nama yang indah, kenapa harus mengcopy namaku untuk dijadikan namanya?" protes Joanna.


"Tunggu, bukankah itu berarti kau tidak keberatan kalau Reagan akan segera punya adik. Bisakah aku mencicilnya nanti malam setibanya di villa?" tanya Louise.


Tak terasa, mereka sudah sampai di villa. Louise memberikan Reagan pada ibunya, lalu mengangkat Oskar dan meletakkan kepalanya di pundaknya. Di villa yang sudah jarang Joanna kunjungi ini, mereka disambut dengan meriah yang di ketua i oleh Kepala Suh.


"Selamat datang, Nona!"


Joanna tersenyum ramah, membalas sambutan hangat dari pelayan dan pengawal yang berjejer di kiri dan kanan untuk menyambutnya seperti hari-hari sebelumnya. Lalu bergegas naik karena Louise sudah mendehem dan berjalan mendahului Joanna sehingga membuat mereka bubar.


"Apa kau sangat senggang?" tanya Louise saat mereka sudah di kamar.


"Apa maksudmu, aku kan selalu senggang asalkan dua anak ini tidur," jawab Joanna.


"Kalau begitu tunggu apalagi, ayo!"


Louise tidak membuang waktu lagi. Dia segera mengurus dua anaknya. Merebahkan Oskar di kasur utama dan melepaskan semua perintilannya lalu mengambil Reagan untuk diletakkan di samping Oskar dan memberinya banyak pembatas disekitarnya.


"Ayo!" ajak Louise. Pria itu sudah melepaskan dasinya. Menggulung kemejanya dan siap mengurus ibu dari anak-anaknya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Joanna ketika Louise menariknya bersamanya.


"Bukankah aku sudah bilang, aku ingin membuat adiknya Reagan?" jawab Louise.


"Louise, jangan lakukan itu. Aku baru saja melahirkan," tolak Joanna.


"Kau melahirkan lebih dari dua bulan yang lalu. Jadi jangan takut, kau sudah bisa ku pakai lagi," desak Louise.


Joanna sendiri tahu. Sangat tahu akan hal itu, tapi meskipun begitu dia masih saja takut walaupun dia juga sangat rajin senam untuk mengembalikan lorongnya sesempit yang dia bisa.


Dan akhirnya terjadilah. Malam menyenangkan itu kembali lagi. Pertempuran itu terulang lagi. Kali ini tidak hanya di samping satu anaknya, tapi disamping dua anaknya yang tertidur sangat pulas.


Setelah Louise puas menanam benih-benihnya, dia berbaring disamping Joanna. Memeluknya seerat yang dia bisa dan mulai berbicara.


"Joanna, kali ini aku pergi lebih lebih lama. Aku tidak pergi sendirian. Ada William dan Arthur juga yang pergi bersamaku. Kalau kau tidak ingin tinggal di paviliun kalian, kau bisa tinggal disini. Aku akan meminta ketiga orang tua itu untuk menemanimu," bisik Louise pelan.


"Kalian bertiga pergi semua?" tanya Joanna.


"Eum," jawab Louise.


"Tidak perlu, aku akan tetap tinggal disana. Lagipula ada ayah dan kakak yang akan menemaniku," kata Joanna.


"Terserah kau saja. Tapi segera hubungi ayahmu kalau kau bosan disana agar mama bisa menjemputmu."


Louise mengalah, membiarkan Joanna memutuskan sendiri pilihannya. Lalu menciumnya sepuas hatinya. Joanna tidak menolak, juga tidak berkomentar banyak meskipun Louise semakin menjadi.


Joanna hanya tidak tahu saja, bahwa Louise melakukan ini hanya untuk menutupi sesuatu dari Joanna. Louise tidak ingin Joanna cemas, tidak ingin Joannanya khawatir. Karena besok dia ke luar negeri bukan untuk urusan bisnis biasa. Tapi untuk membereskan Abixz99 dan kelompoknya.


...***...