The Slayers

The Slayers
Chapter 98 (Season 3)



Johan hampir tak dapat menahan keinginannya untuk memenggal Bangsawan biad*b yang ada didepannya, tertawa dan bicara seenaknya.


Tapi jika bukan karena aturan, Johan sudah memenggal kepala Grid. Johan hanya bisa mengendalikan dirinya sendiri. Johan hanya bisa berkata "Mungkin kau benar, posisi kita itu penting, kita tidak boleh mengotori tangan kita sendiri."


"Hahahahahaha! Benar sekali." Grid tertawa lagi, Johan benar-benar tak tahan mendengar tawanya.


"Kalau begitu, mau berkeliling kota?" Tawar Grid.


"Boleh saja." Tentu saja Johan menerimanya. Mungkin dia bisa mendapatkan sedikit informasi.


Mereka berdua keluar dari mansion dan berkeliling di kota. Meskipun, tidak ada hal indah, malahan pemandangan itu mengganggu dimata Johan.


"Kenapa banyak mayat disekitaran jalan? Kalian tidak mengubur mereka?" Johan menanyakan hal yang daritadi membuatnya penasaran.


Grid dengan santainya menjawab "Mereka itu rakyat jelata, mereka tak layak dikubur. Biarkan alam yang memakan jenazah mereka."


Mendengar itu, Johan langsung mengeluarkan urat di kepalanya. Dia benar-benar tak tahan lagi. Tapi dia berusaha menahan kemarahannya, setidaknya sampai dia 'melempar koin'.


Tujuannya juga hanya satu, yaitu mencari pedang Gram.


Sebenarnya, pedang Gram sudah ada didunia Johan. Tapi pedang itu sudah dimiliki oleh seseorang. Jadi Johan mencari didunia alternatif, namanya serupa dan fungsinya serupa. Tapi pedang Gram didunia ini lebih kuat daripada pedang yang berasal dari bumi asli. Bisa dibilang, ini adalah versi utama dari pedang Gram.


Pedang Gram sendiri adalah salah satu dari 7 pedang pemusnah atau 7 pedang pembawa kiamat. Saat ini Johan sedang mencari ketujuh versi asli pedang itu untuk mencegah kiamat. Tapi dia tidak tahu kiamat apa yang akan datang.


Dia hanya bisa melakukan apa yang Seraphim minta. Johan sendiri merasa kalau Seraphim ini mempunyai banyak sekali rahasia.


[Johan!]


'Eh, ada apa Sera?'


[Aku bisa merasakan serpihan pedang Gram, didekat sini, tepatnya ada didalam penjara.]


Johan langsung terkejut, mereka memang sedang melewati area penjara. Tapi dia tidak mengerti bagaimana bisa ada serpihan pedang Gram disana.


'Bagaimana cara aku masuk kesana.'


[Entahlah, kau harus mencari alasan.]


Johan tiba-tiba berhenti berjalan dan melihat area penjara, banyak sekali orang-orang yang dikalungi kalung budak dan mereka saling bertarung satu sama lain. Tubuh mereka sama sekali tidak baik, penuh bekas luka, dan kurang gizi. Mereka dijadikan hiburan oleh para penjaga penjara. Yang berhenti bertarung pun langsung dicambuk dan yang keluar dari arena langsung dilempar kembali untuk bertarung.


Johan hanya bisa terdiam melihat pemandangan itu, matanya yang berwarna emas bersinar dengan sendirinya.


Johan akhirnya sadar dan matanya kembali redup. "Ah, boleh saja."


Mereka berdua segera berjalan memasuki area penjara, melihat lebih dekat pertarungan antara para budak.


Semakin dekat, semakin marah Johan, hatinya juga tersayat melihat para orang-orang itu bertarung meski mereka tidak mau. Arena bertarung sudah bersimbah darah dan ada beberapa petarung yang sudah pingsan atau malah sudah meninggal.


Tak lama, ada petarung yang mencoba untuk kabur dari arena. Orang itu berlari sekuat tenaga untuk kabur dari arena. Salah satu penjaga ingin membawanya kembali, tapi sudah terlalu jauh. Akhirnya ada salah satu penjaga yang membawa crossbow langsung menarik pelatuk dan panah itu melesat kearah petarung yang kabur.


Petarung itu berlari sambil menoleh kebelakang, dia mengira hidupnya akan berakhir saat itu juga.


Tapi, Johan dengan mudah menangkap panah yang ditembakkan. Itu membuat orang-orang dipenjara terkejut, gerakannya sangatlah cepat. Bahkan Grid tak sadar kalau Johan sudah ada disana.


"Ini tidak benar, semua ini salah." Kata Johan dengan nada yang dingin.


Grid langsung terkejut "Apa maksudmu, tuan Johan?"


Johan tidak menahan diri lagi, dia sudah muak dengan semua ini. "Kenapa kalian semua menikmati hal seperti ini? Ini sangat salah, mereka juga manusia seperti kita, mereka berhak untuk menjalani hidup yang mereka mau, bukannya dipaksa bertarung sama lain!"


"Mereka yang sudah meninggal dijalanan juga layak mendapatkan penguburan yang layak! Dan kau, orang tidak berguna dan pengecut yang menyebut dirimu bangsawan!" Sambil menunjuk Grid, "Kau sama sekali tak pantas menyandang gelar bangsawan. Kau tak lebih dari seekor binatang!"


Suara Johan sangat lantang dan kuat. Orang-orang dipenjara bisa mendengar suaranya dan bahkan yang ada diluar penjara bisa mendengar suara Johan.


Semua orang disitu membeku, Grid, para penjaga, bahkan para petarung. Semuanya membeku mendengar pidato Johan. Tapi tak lama, keheningan dipecahkan oleh Grid, dia tertawa... untuk kesekian kalinya. Tapi tawanya kali ini bercampur dengan kegilaan.


"Akhirnya kau menunjukkan sifat aslimu yang sebenarnya, tuan Johan?"


Johan bersiap untuk menarik pedangnya. Tapi dia tiba-tiba ambruk sambil memegang dadanya.


Grid tertawa lagi, "Akhirnya, racunnya sudah bekerja ya?"


Grid kemudian berjalan mendekati Johan yang terkapar. "Aku sempat khawatir kalau racun itu tidak akan bekerja, untungnya racun itu bekerja sekarang."


Dia kemudian menjambak rambut Johan dan mengangkat kepalanya untuk melihat wajah Johan, Wajahnya tidak terlihat seperti orang sakit, tetapi matanya perlahan menutup.


Grid menyeringai dan menyuruh para penjaga untuk membawa Johan kedalam sel penjara.


Johan akhirnya diseret dengan kasar oleh para penjaga.


'...racunnya bekerja ndasmu.' Oh, dia masih sadar.