
Kobold dalam jumlah banyak berdatangan. Semua karena siulan Mille yang mengundang mereka kesini.
Mille tersenyum puas karena rencananya berhasil. Kedua tangannya ia angkat dan memanjang, kemudian ia menggelantung diatas.
Jono dan yang lainnya tidak melihat hal itu karena perhatian mereka teralihkan oleh para kobold yang datang.
Akhirnya mereka bertarung dengan sengit, mereka saling bertabrakan. Kobold seperti air dan kelompok Jono seperti batu.
Tapi pada akhirnya batu tersebut pecah karena tegangan air yang terlalu tinggi. Jono dan kawan-kawan kewalahan karena jumlah mereka yang terlalu banyak.
"Aaaaah!"
Salah satu dari kelompok Jono terseret dan dibanting hingga mati.
"Sial!"
Jono yang sedang kesusahan menghadapi para kobold sedang berpikir bagaimana cara menangani mereka.
Jono tidak menyadari bahwa Mille masih berada di atas, merayap seperti cicak dan memperhatikan pertarungan mereka dengan senyum puas.
Setelah kehilangan harapan karena hampir semua orang sudah mempunyai luka parah dan tidak bisa bertarung. Sekelompok orang datang.
Itu adalah kelompok Erga yang sudah tergabung dengan kelompok Mira.
Pertarungan mulai seimbang dengan masuknya mereka. Mille yang memperhatikan pertarungan dari atas tersenyum lebih lebar dari pada sebelumnya. Entah apa yang direncanakan oleh orang itu.
Pertarungan akhirnya dimenangkan oleh kelompok Erga.
Jono belum lega, dia masih mencari keberadaan dari Mille. Dia menoleh kesekitar berharap menemukan Mille meski hanya batang tubuhnya saja.
Tapi hasilnya nihil, itu membuat Jono kecewa dan kesal.
Erga kemudian menghampiri Jono dan bertanya.
"Hei, kau sudah ketemu Mille, dimana dia?"
"Si bangs*t! itu!, aku tadi bertemu dengan nya dan dia selalu berbuat seenaknya, bahkan dialah yang memancing para monster untuk menyerang kami sampai salah satu dari kita mati!!" Jono berteriak dengan histeris, bahkan terdapat air liur milik Jono yang mengenai muka tampan Erga.
Erga mengelap mukanya kemudian menenangkan Jono.
Tetapi percuma, Jono masih marah dan temannya yang mati masih teringat di kepalanya secara jelas.
"Sekarang dia ada dimana dia?"
"Dia… kabur."
Erga kecewa dengan jawaban Mille. Sejak awal dia emang merasakan hal yang tidak enak darinya.
Tapi ini kelewat batas sampai-sampai ada nyawa orang yang dikorbankan.
Mereka tidak tahu, Mille yang mereka cari sebenarnya ada didekat mereka. Hanya saja dia sedang berbaur dengan alam menggunakan mayat kobold.
Aktingnya sangat natural sehingga dia terlihat seperti mayat, karena emang dia melukai dirinya sendiri. Dia tidak takut dengan luka karena dia punya skill untuk penyembuhan.
Mille menunggu hingga mereka pergi dari tempat ini.
"Baiklah, mari kita pergi."
Akhirnya kata-kata yang ditunggu oleh Mille terdengar. Setelah beberapa persiapan mereka pergi dari tempat itu.
Mereka berjalan pergi, dan setelah cukup jauh, Mille bangun seperti habis bangun dari tidur pulas.
Dia membersihkan darah yang ada di jaket dan celana serta menyembuhkan luka-luka di badannya. Tak lupa dia juga menyembuhkan luka bakar diwajahnya.
"Huft, akhirnya pergi, meski rencanaku berbeda."
Mille berpencar dengan mereka karena dia menemukan jalan untuk ke ruangan bos, serta dia ingin menaikkan levelnya supaya setara dengan orang-orang dalam kelompok.
Tapi dia tidak bermaksud untuk membunuh salah satu dari mereka. Menarik perhatian para monster bukan bagian dari rencananya. Itu disebabkan karena Jono dan kawan-kawan nya yang memancing amarahnya duluan.
"Mari jalan, tadi dimana ya?" Mille melihat-lihat menggunakan [eyes of sage].
"Oh iya."
Mille mengambil ancang-ancang dan melompat keatas sambil meninju langit goa. Kemudian berlari tidak ada dosa sehabis meninju langit goa.