
Kali ini, tugas Alan bertambah banyak. Hal ini membuat Alan agak menyesal untuk membawa mereka hari ini. Tapi, yang berlalu biarlah berlalu. Lagipula, Alan percaya kalau mereka berdua dapat menyelesaikan ini.
"Hey awas! Kau jangan menyerang dulu!"
"Jangan ditusuk! Serang perutnya!"
"Jangan lempar palunya! Itu tindakan yang percuma!"
Ini tak semudah yang dia bayangkan. Memang dia tahu kalau ini tak akan mudah, tapi ternyata ini sangat menyiksa bagi Alan.
Dalam waktu 30 menit, Alex dan Norga masing-masing bisa membunuh satu monster. Tapi yang mereka hadapi tadi adalah Monyet terbang. Sekarang mereka menghadapi monster bertubuh tinggi kurus, sangat kurus tanpa daging hanya tulang. Monster itu hanya punya satu mata dan mulut tanpa hidung dan telinga. Senyumnya sangat menyebalkan.
Alex dan Norga berkali-kali mencoba menyerang monster itu, tapi tidak kena karena sangat cepat, ditambah lagi monster itu mengejek dengan menepuk punggung mereka berdua.
Setelah berpikir, Alex dan Norga punya rencana konyol. Mereka punya sisa kulit pisang dari monyet yang mereka lawan.
Saat monster itu berlari kearah mereka, Alex melempar banyak kulit kearah monyet itu. Monster itu mendadak kaget. Pandangan monster itu tertutup dan disitulah Norga menyerang kakinya dengan palunya. Dia mengayunkan palunya kearah kaki dengan sekuat tenaga. Kaki monster itu langsung penyok, dibalik tubuh yang elastis dan cepat, tubuh itu sangat rapuh.
Monster itu seketika tumbang. Alex dan Norga langsung suit dengan cepat untuk memutuskan siapa yang membunuh monster tersebut.
Yang menang adalah Alex. Alex langsung tanpa ragu menusukkan pedangnya ke mata monster itu berkali-kali hingga tak bernyawa.
Alan hanya bisa bertepuk tangan dengan cara mereka melakukannya. Alex dan Norga pun lega dengan itu.
Tapi, Alan segera mendengar suara hentakan kaki yang berat. Itu pasti orang-orang dari Guild Mahabharata.
Alan segera menarik baju mereka berdua. Alan langsung menggunakan [Spirit Walker] dan berpindah ke tempat yang jauh.
Dalam sekejap, Alan, Alex, dan Norga berpindah. Alex dan Norga belum terbiasa dengan skill perpindahan milik Alan, jadi mereka agak pusing setelah berteleportasi.
"Cih, kenapa mereka selalu mengganggu kita?" Norga sudah sangat kesal karena mereka terus berpindah karena para anggota Guild Mahabharata terus memburu mereka seperti punya dendam pribadi.
"Kalau kalian ingin bebas dari mereka, maka kalian harus cepat."
"Tapi bagaimana? Dan kenapa kakak tidak melawan mereka?"
"Aku punya banyak alasan untuk tidak melawan mereka. Pertama, mereka adalah anggota dari Guild Mahabharata yang isinya kebanyakan orang level 300 keatas. Kedua, wanita itu punya level 337 dengan job spearmancer yang merepotkan, sedangkan aku sendiri Alchemist level 274."
"Eh, tapi kakak lebih seperti class petarung dari pada job Alchemist yang hanya membuat ramuan." Meski Alex bukan Special, tapi dia sadar kalau gerakan milik Alan bukan gerakan yang bisa Alchemist lakukan.
'Alchemist hanya bisa membuat ramuan, mereka tak bisa bertempur.' Stereotip begitu sudah banyak tersebar sehingga job Alchemist kurang populer diantara para Slayers. Padahal Alchemist itu penting. Tapi menaikkan level seorang Alchemist itu susah karena untuk menyerang, mereka harus membuat lingkaran sihir atau serangan dengan persiapan yang lama.
Tapi Alan, dia berbeda. Dia dapat mematahkan stereotip Alchemist yang dianggap tak bisa bertarung. Pada dasarnya, dia adalah petarung alami dengan tubuhnya yang kuat dan skill yang memadai, tapi dia memilih Alchemist untuk alasan mendapatkan uang. Untuk penggunaan magic pada job Alchemist, dia tak terlalu berharap banyak. Tapi dengan Grimoire tale of Alchemist, dia mengubah pandangannya pada Alchemist yang perlu persiapan lama untuk bertarung.
"... alasan ketiga, jika aku membunuh mereka, maka bisa jadi aku menjadi buronan bagi Guild Mahabharata."
Alan masih merahasiakan kemampuannya dalam bertarung. Meski Alex dan Norga sudah menyadari kalau Alan bisa bertarung dengan baik.
"Alasan keempat, akan merepotkan untuk melawan mereka sambil mengajar kalian. Jika kalian bertemu dengan monster mematikan saat aku melawan mereka, nyawa kalian akan tamat."
Alex dan Norga akhirnya tidak bertanya lagi. Mereka tak ingin menunda waktu mereka dengan pertanyaan.
Mereka menjumpai satu monster lagi dan dalam pertarungan selama 15 menit, Norga membunuh monster tersebut.
Sekarang mereka tinggal mencari dua monster lagi dan masing-masing membunuh satu.
Alex dan Norga deg-degan, sebentar lagi mereka akan menerima hadiah dan menjadi Special, hal yang mereka nantikan selama ini.
Keberuntungan secepatnya datang, atau kesialan?
Empat beruang berbulu hitam muncul dan mengelilingi mereka.
"Hei, aku akan bermain-main dengan dua beruang. Sisanya, kalian segera bereskan oke?"
Tanpa memberi Alex dan Norga kesempatan untuk berbicara, Alan melesat dan menampar kedua beruang itu. Dia kemudian berdiri dibelakang mereka.
Beruang itu sangat menyeramkan dan ganas;muka mereka sangat jelek untuk dilihat.
Alex dan Norga segera dalam posisi bertahan. Kedua beruang itu maju secara bersamaan.
Tapi, kedua beruang itu sangatlah lambat. Alex dan Norga lega dan langsung menyerang kedua beruang itu.
Meski mereka lambat, tapi pertahanan mereka tidak main-main. Alex dan Norga benar-benar try hard untuk membunuh mereka.
Setelah 20 menit berlalu, Alan lagi-lagi mendengar suara langkah kaki yang berat dari banyak orang.
"Kalian sebaiknya cepat! Mereka akan datang."
Mendengar itu, mereka tambah cepat dalam menyerang. Mereka dalam 20 menit menyerang dalam satu tempat sehingga tempat itu sebentar lagi akan tertembus.
Serangan terakhir dilancarkan dengan penuh kekuatan. Kedua beruang itu mati dengan isi perut mereka keluar. Alex dan Norga jijik dan hampir muntah melihat itu.
Alan juga tak perlu bermain-main lagi, dia membunuh kedua beruang itu dengan sangat mudah.
Alex dan Norga yang melihat itu langsung ngeri dengan kekuatan Alan. Tapi itu segera teralihkan oleh layar hologram yang muncul secara tiba-tiba didepan mereka. Isi keduanya sama.
[Selamat,anda telah bangkit menjadi Special,karena kamu adalah orang kedua yang menjadi Special karena membunuh monster.]
[Selamat,anda telah bangkit menjadi Special,karena kamu adalah orang ketiga yang menjadi Special karena membunuh monster.]
""....YEEEEEEEE-""
Kesenangan keduanya sungguh besar. Benar-benar besar sehingga mereka serasa bisa mati dengan tenang.
Tapi Alan segera menghentikan teriakan mereka.
"Stttt! Nanti ke-"
Sudah terlambat untuk bilang. Tombak besi yang mengkilap terbang menuju Alan. Alan dengan cepat menangkisnya.
Alan menoleh kebelakang dan melihat para anggota Guild Mahabharata. Selain wanita itu, semua orang benar-benar kecapekan.
"...aku kagum kalian sangat niat untuk mengejarku sampai kesini."
"Keberadaan kalian memberikanku perasaan tidak enak. Apalagi, kedua bocah di belakang mu itu manusia- Eh? Mana?" Wanita itu terkejut karena dalam diri Alex dan Norga sebelumnya tidak terasa mana sama sekali, tapi sekarang, meskipun ukurannya seperti sebutir nasi, mana mereka ada.
"Nah, urusan kami sudah selesai, kami akan segera meninggalkan portal. Kalian dipersilahkan untuk pergi karena sebentar lagi bos monster portal ini akan tewas."
"Ap-"
Lagi-lagi, Alan, Alex dan Norga menghilang secara misterius dalam satu kedipan mata. Itu membuat orang-orang dari Guild Mahabharata super kesal, termasuk wanita yang memimpin.
Ditempat lain, tepatnya didekat tempat bos. Alan, Alex dan Norga muncul.
"Huft, ini melelahkan. Oh ya, ngomong-ngomong, kalian tidak ada hitung mundur penerimaan hadiah?"
Keduanya menggelengkan kepala dengan ekspresi bingung.
"Oh astaga, dunia ini memang tidak adil untukku."
Alan menghela nafas karena dulu dia harus bosan setengah mati selama 24 jam di goa.
"Haah~, baiklah, sekarang kalian persiapkan mata kalian baik-baik."
Alex dan Norga memasang ekspresi bingung. Alex bertanya "Kenapa?"
"Karena, sebenar lagi kalian akan melihatku bertarung dengan bos monster, jadi amati pertarungan ku baik-baik, siapa tahu kalian bisa terbantu."
Setelah itu, Alan berjalan dengan keren kearah lapangan luas untuk menghadapi bos monster.