
Saat aku masuk ke dalam menara,melewati pintu masuk bikin merinding.
Aneh,padahal hawanya tidak terlalu dingin,tidak terlalu panas. Mungkin aku merinding karena bersemangat atau aku takut.
Tunggu,takut?,aku takut?
Kapan terakhir kali aku takut ya?
Ah sudah lah,mari kita lihat tempat ini. Tempat luas melingkar,tapi tidak ada siapapun disini.
"Hei!,siapapun yang ada disini,sambutlah aku,sang penantang tower of item!" Teriakku dengan lantang.
Dan,panjang umur,mereka langsung datang. Tengkorak tanpa kulit atau daging muncul dari lantai. Mereka membawa berbagai senjata,pedang,perisai,tombak,panah,kapak,dan yang lainnya.
"Wow,para tengkorak ini yang pertama kali menyambut ku ya?,baiklah,layani lah aku wahai kalian parah tengkorak!" Perintahku.
Mereka benar-benar melayaniku,maksudku,mereka menyerangku.
Mereka menebas udara dengan senjata mereka,melesatkan anak panah secara membabi buta,menciptakan retakan ditanah dengan palu dan kapak.
Sungguh,mereka sangat lemah,serangan cuma ngasal,mereka pun rapuh.
Ya mereka memang tengkorak sih,jadi aku harusnya tidak heran. Waktunya berhenti main-main. Mari habisi mereka dengan satu teknik saja.
"[Territory]" Ucapku,sambil mengangkat tangan keatas.
Semua tengkorak naik dan berkumpul,menciptakan bola berukuran sedang.
Tangan ku yang terangkat keatas,sekarang kebawah. Bola tengkorak pun ikut ke bawah dengan kecepatan tinggi,hingga jatuh seperti bola meriam.
[Anda naik level!]
Aku naik 1 level?,wajar sih,aku hanya melawan tengkorak dengan jumlah yang lumayan banyak.
Sekarang aku level 58,mendapat 10 poin dan ku tambahkan pada INT,sekarang aku Alchemist,jadi aku harus fokus pada INT ku. Tapi yang lain juga harus kuperhatikan.
Sekarang saat nya naik kelantai selanjutnya.
[Lantai 2]
"Nah,kira-kira siapa yang menghuni lantai 2?"
Belum muncul.
'Apa aku harus memanggil mereka seperti tadi?' Pikirku,patut dicoba.
"Ehem!"
Aku akan mencoba menggunakan kata-kata dari salah satu komik terkenal.
"ARISE!" Kataku dengan lantang,sambil merentangkan tangan,seperti seorang necromancer jahat yang memanggil para anak buahnya.
Entah apa yang terjadi,tapi mereka meresponnya dan langsung keluar dari lantai.
'Damn,aku merasa keren.' Itulah yang kupikirkan saat ini.
Sekarang,mereka sedikit upgrade,memakai armor kulit,tapi tetap saja mereka sangat lemah.
Mereka selalu menyerang secara membabi buta,gerakan mereka terlalu sia-sia.
Jika aku adalah necromancer dan prajurit dan tengkorak yang kupanggil bertarung seperti ini,aku pasti akan berpikir bahwa job yang lain tidak buruk.
Seperti tadi,aku menggunakan [Territory],mengumpulkan mereka menjadi bola,dan membanting mereka kebawah.
Boom,mereka hancur.
Baiklah,waktunya naik ke tingkat 3.
Sama seperti tadi,aku mengucapkan kata-kata random untuk membangunkan mereka.
"Bangun!,ada meteor!"
Mereka beneran bangun,mereka akan bangun kalau aku mengucapkan sesuatu ya?
Kali ini mereka bangun,dengan perlengkapan yang lebih upgrade.
Baju besi,helm besi,chain mail,perisai besi,crossbow,bahkan ada mangonel,trebuchet,dan ballista.
'Mereka mau perang?'
Mereka mulai melontarkan Serangan secara beruntun.
"Tak berguna." Serangan mereka masi. membabi buta,kapan mereka belajar sih?
Seperti tadi,aku menggunakan [Territory],dan ya kalian pasti sudah tau apa yang kulakukan.
[Anda naik level!]
Nice,sekarang 10 poin stats akan ku gunakan pada INT lagi. Sekarang INT ku 862.
[Lantai 4]
Kata-kata apa lagi yang harus ku ucapkan?
'Ah coba ini.'
"Bangun!,aku mau ber*q!"
Dan mereka bangun.
'Lah kok,mereka beneran mau ngajak perang?'
Kali ini muncul swordsman,shielder,archer dengan crossbow,magic caster,kavaleri,mangonel,trebuchet,ballista,dan terakhir adalah meriam.
"Hadeuh~."
Aku ingin mengangkat tangan dan menggunakan [Territory],tapi panah melesat kearahku.
"Hmmm?"
Tidak seperti tadi,mereka tak membabi buta.
Shielder dan swordsman bergerak bersama. Menyerang ku dengan formasi.
Aku tersenyum,ini berbeda dari sebelumnya.
Memang,sekarang gerakan mereka terkoordinasi,rapi,dan hati-hati.
Saat aku ingin menggunakan [Territory],anak panah dari crossbow dan ballista ditembakan.
Begitu juga dengan trebuchet,meriam,dan mangonel.
Semua ikut serta dalam pertarungan.
Ini sangat seru,aku merasa seperti bos terakhir dalam game.
Tapi aku akan langsung menghabisi mereka.
Yang paling mengganggu adalah meriam,ballista,mangonel,trebuchet,dan crossbow.
Aku menghabis mereka semua terlebih dahulu.
Sisanya aku menggunakan [Territory].
Yah,begitulah,permainan cepat berakhir.
Sekarang lantai 5.
[Lantai 5]
"Bangkit kalian semua!,beri aku hiburan!"
Aku mengharapkan yang seperti tadi.
Tapi,ternyata lebih buruk.
Ini hanya tengkorak,seperti di lantai 1. Tanpa armor,bahkan tanpa senjata.
Jumlah mereka sangat banyak,tapi aku punya [Territory].
Akhirnya ku kalahkan dengan cara membosankan.
Boom,mereka hancur,mengecewakan.
Setelah beberapa saat,aku belum di teleportasikan ke lantai 6.
Aku menyadari,tengkorak yang hancur,berserakan dimana-mana,bergerak sendiri,berkumpul menjadi suatu mahluk.
[Mini bos muncul]
Ah…,akhirnya.
"Akhirnya bisa adu mekanik sama monster raksasa."
***
Mangonel
Trebuchet
Ballista