The Slayers

The Slayers
Chapter 61 (Season 2)



Kabar tentang Via yang menerima pernyataan cinta dari Nusa yang menjijikan sudah tersebar di seluruh sekolah. Memang kejadian itu sangat menghebohkan karena Nusa menembaknya langsung didepan para murid.


Aku ingin memuji nusa karena dia sangat berani dan aku ingin bertanya pada Via.


Mengapa engkau menerimanya?


Tapi aku belum berhenti berharap. Aku saat itu sangat optimis jika hubungan mereka tidak akan bertahan lama. Tapi aku salah, mereka sangat serasi dan hubungan mereka bertahan lama. Aku menunggu berbulan-bulan sampai mereka putus, tapi mereka masih dekat.


Sampai pada akhirnya, aku pasrah pada hubungan mereka.


Yah itu hanya masa lalu, sekarang aku akan fokus untuk tidak mencari pacar terlebih dahulu.


Dan yang akan aku lakukan sekarang adalah membuat potion.


Kita mulai dari low health potion.


Butuh beberapa bahan tanaman dan kristal mana untuk membuat potion.


Aku mengambil bahan-bahan dari gudang dan hanya mengambil beberapa bahan dan kristal mana.


Setelah itu aku meletakkan nya dimeja. Kemudian aku mengalirkan mana ketanganku dan membuat bahan-bahan itu melayang.


Kemudian aku menyatukan semua bahan tersebut dan semua bahan itu menyatu menjadi sebuah cairan. Cairan itu sebesar bola bisbol.


Dengan rasa puas, aku membagi cairan itu menjadi tiga dan menumpahkannya dimeja.


'...meja?'


Aku baru sadar jika aku lupa mengambil botol ramuan dan cairan potion berceceran dimeja, bahkan sampai menetes kelantai.


Aku membeku ditempat sebentar seolah arwahku sudah keluar dari tubuhku.


Tapi kesadaranku segera kembali dan aku langsung berlari mengambil lap.


Aku segera kembali ketempatku membuat potion dan mengelap cairan potion.


Setelah beberapa menit mengelap. Aku langsung mengambil 3 box yang 1 box nya berisi 30 botol ramuan.


Bahan-bahan itu menyatu dan entah apa yang terjadi, mereka berubah menjadi cairan merah yang kental.


Kali ini aku benar-benar membaginya menjadi tiga dan menuangkan tiga cairan itu pada botol ramuan.


2 botol terisi penuh, sedangkan botol 1 satu lagi hanya terisi setengah. Aku menyiapkan lagi 2 botol, mengangkat semua bahan itu dan membuat mereka menjadi cairan. Aku terus mengulang semua itu sampai semua botol ramuan terisi.


Akhirnya aku selesai dengan low health potion. Selanjutnya adalah hal yang lebih rumit lagi. Ini bukan hanya tentang memfokuskan mana ketangan dan menyatukan bahan-bahan. Kali ini memerlukan proses yang lebih rumit.


Aku menyiapkan penumbuk dengan ukuran sedang, kompor, panci yang besar dan sendok sup.


Cara membuatnya seperti memasak. Pertama kau tumbuk tanaman obat hingga benar-benar halus. Kemudian jika sudah halus, isi panci dengan air sampai penuh, kemudian rebus hingga mendidih. Setelah mendidih kau masukan tumbuhan yang sudah ditumbuk halus.


Nah ini bagian yang paling susah. Kau harus mengaduk dengan cepat begitu memasukannya.


Aku membaca di Grimoire tale of Alchemist, jika kita tidak mengaduk dengan cepat, maka ramuan akan bercahaya dan meledak.


Kau harus mengaduknya dengan cepat sampai tidak bercahaya.


Jadi aku mulai memasukan bahan-bahannya. Air yang tercampur mulai bercahaya. Saat itulah aku mengaduknya dengan cepat.


Tapi sepertinya aku mengaduknya terlalu cepat sehingga air dalam panci muncrat mengenai muka ku.


"Arrgg!!, panas!!" Rasanya sama seperti saat aku membakar wajahku.


Karena panas, aku tanpa sengaja melepas sendok sup nya.


Aku jadi kesal dan marah, dan [Crazy Will] aktif. Luka karena semburan air panas sembuh.


Tapi masalahnya belum selesai. Aku baru sadar kalau ramuan itu berhenti diaduk. Aku langsung menoleh kearah panci dan cahaya terang muncul dari panci.


"Oh sh-"


**DUARRRR!!!