The Slayers

The Slayers
Chapter 101 (Season 3)



Alex dan Norga menjalani pelatihan tanpa ampun dari Alan. Mereka menggunakan peralatan olahraga, meninju tangan Alan yang menggunakan [Body Hardening], dan mendapatkan sentilan dari Alan.


Tapi imbalannya, status mereka bertambah sangat banyak, meski INT, DEX, dan LUCK tidak termasuk.


Setelah beberapa jam latihan dan siksaan. Mereka akhirnya selesai pada saat jam 6 malam. Mereka mandi secara berurutan seperti biasa dan makan makanan yang dimasak Alan. Kemudian mereka membahas tentang Stats milik mereka.


[Nama:Alex Dwisatya


Umur:17


Level:1


Job:-


Title:-


Statistik:


MP:30


ATK:145


AGI:112


VIT:175


INT:15


DEX:37


LUCK:70


Active Skill:-


Passive skill:-


equipment:


Inventory


]


[Nama:Norga Garrison


Umur:15


Level:1


Job:-


Title:-


Statistik:


MP:20


ATK:155


AGI:100


VIT:165


INT:30


DEX:90


LUCK:85


Active Skill:-


Passive skill:-


equipment:


Inventory


]


"Lumayan untuk hari ini. Besok kita akan meningkatkan INT dan DEX kalian." Ujar Alan.


"Darimana kak Alan menemukan metode ini? Aku sering liat video tentang Slayers dan tidak ada yang pernah bilang bahwa olahraga, menahan rasa sakit, dan mencoba akrobatik dapat meningkatkan stats?" Tanya Alex.


"Awalnya aku juga bingung. Saat aku masih didalam portal, aku bisa menaikkan statusku saat olahraga maupun pertarungan langsung. Dulu statusku bisa sampai 1000 lebih berkat pertarungan tanpa henti melawan para monyet sialan itu. Tapi statusku direset saat keluar portal."


"Saat aku secara tidak sengaja menendang kaki meja karena kesal, aku merasakan sakit dan dengan ajaib status VIT ku bertambah."


"Dan kau sendiri bilang kalau Status VIT meningkat, disitulah aku sadar kalau kita yang menjadi Special karena membunuh monster itu sedikit berbeda dari Special biasa."


"Contohnya kita bisa meningkatkan status kita dari meninju samsak, berlari ditempat, menyakiti diri sendiri, belajar, membuat sesuatu dan hal lainnya. Kita juga mempunyai Inventory yang membantu kita untuk menyimpan barang kita di suatu ruang dimensional."


Alex dan Norga terpukau dan mengerti maksud Alan. Ternyata mereka sendiri berbeda dengan Special pada umumnya.


Setelah itu, Norga mengangkat tangannya, layaknya murid yang bertanya pada gurunya.


"Ya, Norga?"


"Apa hubungannya membaca buku, berlatih senjata dan membuat kerajinan tangan dengan menaikkan status?"


"Pertama-tama, membaca buku membuatmu mendapatkan ilmu pengetahuan, ini bisa meningkatkan INT mu. INT sendiri bisa didapatkan dari membaca buku, mengamati dan memahami atau masih banyak lagi. Sedangkan berlatih senjata meningkatkan DEX, DEX sendiri berhubungan dengan keterampilan kalian dalam menguasai senjata atau berbagai hal, kebanyakan orang dengan DEX tinggi mempunyai job produksi seperti Mechanic, Blacksmith, dan yang lainnya."


"Sedangkan dengan kerajinan tangan, itu meningkatkan DEX dan INT secara bersamaan."


"...kakak belajar semua ini sendiri?" Tanya Norga yang takjub dengan penjelasan Alan.


"Ya, kenapa?"


"Tidak apa-apa, hanya saja kakak sangat pintar." Kata Norga, Alex pun setuju dengan mengangguk.


"Hahahaha," Alan tertawa agak malu. "Bukannya sombong, tapi sejak dulu, bahkan sebelum aku putus sekolah pun aku masih pintar."


Alan yang tersenyum cerah pun... masih tersenyum, hanya saja senyumnya bukan senyum cerah lagi, lebih seperti senyum sedih.


"Hanya saja, banyak tekanan dari para bajing*n itu."


Suasananya benar-benar berubah, Alex dan Norga bisa merasakan kesedihan dan kemarahan yang kuat dari Alan.


"Kenapa kakak dibully? Apa kakak pernah mengganggu mereka?"


"Tidak..." Dia sedikit menunda kalimatnya, mengingat masa-masa saat dia masih penakut. "Mereka hanya senang membully orang saja. Mereka itu Special dan bersikap seenaknya, setidaknya ada satu Special yang baik pada semua orang."


"Saat aku diportal, motivasi ku untuk keluar adalah untuk bertahan hidup, mendapatkan hadiah, dan membalas kepada lima orang itu. Dimulai dari bajing*n narsis, Nusa, orang yang dengan beraninya mendekati pujaan hatiku..."


Nadanya sudah bukan kesedihan, ini kemarahan total. Alex dan Norga merasakan rasa takut dan tekanan yang kuat dari Alan.


"Akan kuhajar mereka, memasukkan berbagai zat berbahaya, kemudian menyembuhkan mereka untuk kusiksa lagi dan lagi, hehehehehehe...."


Tawanya benar-benar membuat Alex dan Norga tidak bisa bergerak. Mereka membeku ditempat karena takut dengan Alan. Alan pun akhirnya sadar.


"...ah maaf, sepertinya aku menakuti kalian berdua. Maaf, itu kebiasaanku." Kata Alan sambil menutupi matanya.


""T-tidak apa-apa kak."" Jawab mereka serentak, masih dalam keadaan takut.


"La-lalu, apakah kak Alan berhasil balas dendam pada mereka?" Tanya Norga. Alex yang duduk disebelah Norga benar-benar ingin memukulnya. Kadang rasa penasarannya tak tau tempat. Dia takut kalau Alan akan kembali ke kondisi dimana dia menjadi gila. Tapi sebaliknya, dia menjawab dengan biasa.


"Tidak."


"Kenapa!?" Tanya Norga yang tidak terima.


"Kenapa? Karena aku tak punya waktu. Kalaupun punya, mereka ada di Akademi. Kecuali aku masuk dan menjadi salah satu murid di akademi, aku tak punya kesempatan."


"Menjadi murid akademi Slayers pun harus menjadi Slayers resmi. Dunia ini benar-benar ingin memaksaku menjadi Slayers resmi."


Norga kecewa dengan itu, tapi dia masih mengerti. Sedangkan Alex, dia menjadi punya tujuan baru.


"Tenang saja kak."


"Hmmm?"


"Aku akan menjadi Slayers yang hebat dan masuk akademi Slayers. Saat itu, aku akan membalas dendam kakak! Kakak tinggal memberikanku list nama yang kakak ingin hajar!"


Alan terdiam, perlahan dia terkekeh dan kemudian tertawa.


"Kenapa kakak tertawa? Aku ini bersungguh-sungguh."


"...tidak apa-apa, lagipula, agak mustahil bagimu untuk mengalahkan mereka. Mereka masing-masing berasal dari keluarga berpengaruh. Dan satu hal lagi, apa kau sanggup memukul perempuan?"


Alex langsung terdiam, niatnya dihilangkan oleh Alan dalam sekejap. "Ada perempuan yang ingin kakak balas?"


"Yep, dan kau sendiri seperti cowok gentle yang tidak bisa menyakiti perempuan. Berbeda denganku, aku tidak peduli, aku akan menghabisi siapa saja yang aku anggap berbahaya, menyebalkan, dan sifat yang membuatku ingin meninju mereka."


Alex langsung meneguk ludahnya mendengar kata-kata Alan.


"Tapi, tentang masuk kedalam Akademi Slayers, kau boleh berjuang untuk itu. Masuk kedalam Akademi Slayers merupakan kebanggaan, apalagi Akademi Slayers di Indonesia merupakan akademi Slayers pertama didunia, bukankah itu super keren?"


Alex termotivasi kembali dan mengangguk.


"Kalau dipikir-pikir, Akademi Slayers didirikan 6 bulan setelah portal pertama muncul. Bukankah itu termasuk cepat?" Tanya Norga penasaran.


"Eh, benar juga." Alex baru menyadari hal itu.


Dalam SlayersCommunity, dikatakan bahwa Akademi Slayers di Indonesia merupakan Akademi Slayers pertama didunia dan didirikan 6 bulan setelah portal pertama muncul. Tertulis juga, Akademi tersebut dibangun 11 tahun yang lalu sebagai Akademi militer. Setelah itu dialihfungsikan menjadi Akademi Slayers pertama didunia.


"Memang, itu seperti sudah direncanakan."


Kini giliran Alan yang berbicara.


"Pendiri Akademi militer bernama Akademi Purnama, Santoso Purnama. Dia dengan cepat mengalihfungsikan Akademi Purnama menjadi Akademi Slayers dalam waktu enam bulan. Itu terhitung sangat cepat sampai-sampai ada yang bilang kalau pemerintah sudah memprediksi akan kemunculan portal. Tentu saja pemerintah membantah hal itu dengan cepat. Pemerintah sendiri sangat kewalahan saat mengatasi portal pertama."


"Ini tentu jadi misteri sampai sekarang. Dan menurutku, yang patut dicurigai adalah Santoso Purnama itu sendiri. Dia seperti sudah memprediksi akan datangnya portal. Ditambah lagi, aku punya teori kalau Santoso Purnama sendiri merupakan Special bahkan sebelum portal pertama muncul, hehehehe."


Mendengar teori dari Alan membuat Alex dan Norga menjadi sangat bingung dan berpikir keras.