
Bulu-bulu dengan anggun melayang dilangit, sebelum akhirnya jatuh dengan menyedihkan. Bulu-bulu yang berjatuhan, bersamaan dengan mayat harpy yang terkena tusukan tombak secara random, membuat tanah dipenuhi dengan cairan merah.
Jumlah harpy itu banyak, sangat banyak. Jadi butuh waktu yang lumayan. Untung saja aku hanya perlu fokus dan mengendalikan tombak itu.
Mudah kan?, tentu tidak!
Aku tiba-tiba merasakan perasaan tidak enak, jadi aku menoleh kebelakang.
Dan benar saja, begitu aku menoleh kebelakang, aku melihat cakar yang sebentar lagi akan mengenaiku.
Aku dengan reflek memiringkan kepala dengan kecepatan terbaikku.
Tapi itu tidak cukup cepat, cakar itu mengenai separuh wajah dan mata kananku.
Bersamaan dengan itu, muncul sebuah lingkaran sihir diudara. Lingkaran itu memiliki pola rumit yang biasa dibuat oleh mage dan sejenisnya untuk memperkuat mantra atau pemanggil, bisa juga untuk jebakan, buff, dan debuff.
Dengan cepat, keluar sebuah tombak cahaya yang secara langsung menyerang harpy yang mencakar wajahku.
Karena kecepatan harpy itu yang sangat cepat, hanya sayap kanannya yang terluka, tapi itu sudah sangat cukup bagiku.
'Mungkin ini adalah mekanisme pertahan yang dimiliki oleh tombak itu, sangat praktis!'
Tanganku membentuk gunting dan merapatkan nya, hingga aku menggunakan sub skill dari [Martial art Houman style].
Dua jari yang kurapatkan berputar seperti dua naga yang membentuk tornado.
Kemudian aku langsung menusuk kepala harpy yang jatuh itu. Membalaskan dendam atas wajahku.
Namun, aku merasakannya lagi, dengan [Eyes of thruth], aku dapat melihat dari kejauhan, ada 7 harpy yang terbang sangat cepat, lebih dari harpy-harpy yang kebunuh dengan tombak.
Ada tulisan diatas kepala mereka, [Rapid Harpy]. Yang membedakan mereka dengan harpy biasa adalah ada
"Sini kalian!"
Tanpa menggunakan skill [First aid], wajahku sembuh dengan sendirinya berkat [Crazy will], yang aktif berkat semangat bertarungku yang kuat.
Sebelum kemudian, tangan kananku melesat dengan cepat seperti balista.
Rapid Harpy yang berada paling depan kaget dan mencoba menghindar, tapi gagal. Sayap kanan miliknya terpisah dengan tubuhnya.
Sedangkan harpy dibelakangnya terkena seranganku, menciptakan pembunuhan berantai yang dalam sekejap membunuh 4 Rapid harpy, membuat salah satu dari mereka tidak bisa terbang, dan dua lagi selamat.
Bisa dibilang, kecepatan seranganku menyamai mereka, jadi ini sangat efektif.
Harpy yang kehilangan sayap, segera kehilangan nyawanya juga. Dia diakhiri oleh tombak ku.
Aku bekerja sama dengan tombak ku, sangat susah untuk menyeimbangkan pikiranku. Bertarung sambil mengendalikan tombak yang bergerak dengan cepat.
Aku bertarung dengan tangan kosong awalnya, tapi aku segara menggunakan greatsword dan menggunakan sebuah teknik.
"[Book of 7 warlords:Law of Headless king.]"
Aura Greatsword yang kehijauan meledak. Dan dibelakangku, ada sebuah sosok kesatria yang memakai armor besi hitam pekat dengan jubah raja yang membentang hingga ketanah dan terbawa udara, dia juga menunggangi kuda putih dengan kepala yang sudah dipotong.
Kepala kuda itu sendiri berada ditangan kiri sang raja tanpa kepala, dia mencengkram rambut kuda itu seperti lentera, ya mata dan mulutnya yang terbuka memang mengeluarkan api hijau sih. Dan juga tidak ketinggalan dengan pedang besar ditangan kanannya.
Dan tentu saja sesuai gelarnya, dia tidak mempunyai kepala. Biasanya dalam Game, dia bernama Dullahan.
Aku yang menoleh kebelakang dan melihat sosoknya, merasa takjub dan merinding karena dia sangat keren.
Tapi aku segera fokus lagi pada pertarungan, lebih banyak harpy yang datang kepadaku, tapi aku sudah siap.
Dengan posisi menyerang aku menebas udara dan mengucapkan satu kata sederhana.
"Cabut."
Hanya satu kata saja yang diucapkan, tetapi hasilnya adalah puluhan kepala sudah lepas dari masing-masing tubuh.
Inilah kekuatan Dullahan, sang Raja Tanpa Kepala!