The Slayers

The Slayers
Chapter 6



Mentari bersinar cerah dan langit biru menghiasi dunia. Saat itu adalah waktu yang tepat untuk bersenang-senang.


Tapi tidak dengan kumpulan bocah ini. Kelompok bocah beranggotakan 8 orang sedang panik. Alasannya sederhana,karena ada seorang remaja biasa yang masuk dalam portal karena kesalahan mereka.


"Hei,kita harus gimana?" Ucap seorang anak bernama Arya.


Dia sangat panik dan takut mereka disalahkan karena seseorang baru saja masuk.


"Tenang saja,mungkin kakak itu adalah seorang special." Bicara teman sebelahnya yang bernama Randy.


"Bagaimana jika kakak tadi bukan special?" Jawab anak bernama Tejo.


"Sudah jangan panik,kita tunggu saja." Jawab anak bernama Rejo,saudara Tejo.


"Bagaimana bisa aku tidak panik,kakak itu masuk karena aku." Arya yang paling panik,karena dialah yang berniat menyentuh portal itu.


"Heh,yang akan disalahkan itu kamu,bukan kami." Kata Rejo


"Apa katamu!?"


"Apa?,kau tidak terima?,kau awalnya yang mengajak kami dan kau menghentikanku untuk melapor,bahkan kakak yang tadi ingin menghentikanmu kan?"


Air mata mulai muncul dikedua sudut mata Arya. Dia marah karena tidak terima dengan perkataan Rejo.


"Hei Rejo,bukannya kamu keterlaluan?" Kata seorang anak perempuan bernama Rina


"Itu benar,Arya sampai menangis tuh." Kata Ira menyusul perkataan Rina


"Cepat minta maaf pada adikku!" Kata Julia yang merupakan kakak perempuan Arya.


"Apa?,kenapa aku yang salah?,aku hanya mengatakan yang sebenarnya!"karena tidak terima,Rejo berteriak pada teman perempuannya.


Buugh


Pipi Rejo dipukul oleh Arya yang sudah habis kesabarannya.


"Sakit tau!" Rejo yang tidak terima,langsung membalas pukul.


"Sudah hentikan!" Teriak Rina.


Sayangnya teriakan Rina tidak mempengaruhi mereka berdua,Rejo dan Arya saling memukul bahkan wajah mereka sudah memerah dan lebam.


Akhirnya keduanya bisa dilerai, Tejo menahan adiknya Rejo,sedangkan surya menahan Arya.


"Lepaskan aku kak,aku belum cukup menghajarnya!" Kata Rejo marah.


"Sudah Rejo,kau sudah keterlaluan. Ibu akan marah jika melihat wajahmu begini."


"Tapi--"


Rejo ingin menjawab tapi perkataannya dipotong oleh temannya yang dari tadi tidak ikut bicara.


"Sudahlah kalian berdua,aku akan meminta tolong pada kakakku." Suaranya datar tidak bernyawa,begitu juga dengan wajahnya.


"Aku sudah memanggil kakakku kesini untuk mengatasi masalah ini." Namanya Rise,seorang anak perempuan berusia 11 tahun yang pendiam,mempunyai pemikiran yang lebih dewasa dibanding anak seumurannya.


Tak lama seorang anak perempuan berambut pendek datang.


"Hei Rise!" Kakak Rise memanggil Rise dari kejauhan sambil melambaikan tangan.


"Kakak!" Rise lari menuju kakaknya dan memeluknya dengan erat.


""Halo"" semua anak menyapa kakak Rise.


"Halo semua,jadi ada masalah apa Rise?"


"Jadi begini,kami tadi menemukan portal disini."


Kakak Rise terkejut dengan perkataan adiknya,portal yang muncul tidak diduga,terlebih lagi ditempat anak-anak biasa bermain.


"Portal?,kalian tidak kenapa-kenapa kan?"


"Kami baik-baik saja kak."


"Oh syukurlah." Ucap kakak Rise lega karena adiknya selamat.


"Terus dimana portalnya?"


"Ehm,tadi salah satu dari kami mau menyentuh portal,kemudian ada orang menghentikan kami,tapi orang itu tersandung batu dan memasuki portal"


"Apa kau bilang!?" Kakak Rise terkejut dengan orang yang masuk dengan cara absurd itu.


"Apakah dia orang dewasa,apakah dia seorang Special?"


"Orang itu terlihat seperti siswa sma,dan sepertinya orang itu bukan Special."


'itu bahkan lebih buruk!'


"Baiklah,kakak mengerti. Kalian tenang saja,kakak akan mengurus masalah ini dengan rekan kakak."


"Baik kak." Wajah anak-anak itu lega dan senang.


"Untuk sekarang,kalian pulang saja."


""Baik.""


Anak-anak berlari pulang,tersisa Rise dengan kakaknya. Kakak Rise mengambil handphone yang ada disakunya dan menelepon.


(Oh hai Grace,tumben sekali kau meneleponku,ada masalah apa?) Yang berbicara adalah seorang pria paruh baya berusia 40an.


"Ditempatku sekarang,terdapat portal yang dimasuki oleh seorang siswa sma. Dan yang lebih buruknya lagi,orang itu bukan seorang Special."


"Wah,akhirnya ada masalah serius yang disebabkan oleh orang bodoh."


"Beritahu aku tempatnya,aku akan segera kesana.


"Baiklah." Sekarang Grace hanya bisa menunggu bantuan datang.