
Sial.
Aku sangat sial.
Aku baru saja kembali kedunia dimana aku berasal,tapi malah ditangkap sama polisi,tidak,lebih tepatnya aku ditangkap pekerja dari perkumpulan Slayers cabang Surabaya.
Lagipula,kenapa aku dibawa ditempat yang aneh begini?,ini seperti ruang interogasi dalam film-film.
Mungkin mereka ingin bertanya tentang bagaimana aku keluar dari portal. Aku harus menjawab apa?,bagaimana jika orang yang menginterogasi ku mempunyai skill yang mendeteksi kebohongan. Mampus dah,gini amat nasibku.
Tapi semuanya berubah ketika muncul sebuah layar hologram didepanku.
[Memuat ulang…]
'Memuat ulang?'
[Ini pertama kalinya seseorang bangkit dengan membunuh monster,karena itu sistem akan diperbarui.]
[Status anda akan di reset selama perbaruan sistem.]
[Selama perbaruan anda tidak akan terpengaruh oleh skill.]
[Hitung mundur: 04:59]
Pembaruan sistem?, status reset?…, status ku di reset!?
'Noooo,jangan!!!!!' Statistik ATK, AGI, VIT, INT,dan DEX yang ku dapatkan dari kerja yang sangat keras akan di reset?,apakah kau bercanda sistem!?
Tapi,aku tak akan terpengaruh oleh skill? Artinya aku tak bisa terkena skill para Special?
'Hmmmm,artinya aku bisa lolos dari penginterogasi,aku bisa lolos dari skill pendeteksi kebohongan!' Setidaknya ada sisi positif saat pembaruan sistem.
Saat aku merenung,sang penginterogasi membuka pintu.
Penginterogasi nya adalah seorang bapak-bapak berambut oranye dengan kumis dan janggut yang berwarna oranye juga.
Dia menarik kursi yang berhadapan denganku dan duduk.
'Semoga orang ini tidak menyulitkan ku.'
Bisa dilihat dari sorot matanya,dia sudah lelah dan capek,ditambah dia juga melihatku dengan tatapan menyebalkan.
'Pasti dipikiran orang ini aku adalah anak yang tenang,lesu,tidak bersemangat,udik,nolep,tak punya teman,nakal,tak punya akhlak dan jomblo pastinya.'
"Selamat malam nak,namaku Wiryanto,kuharap kau bisa tenang dan jawablah dengan jujur,jawabanmu sangatlah penting."
'Dari nada bicaranya saja dia sangat malas,dan dia melihatku seakan ingin meninju mukaku. Apakah mukaku sangat mengesalkan sehingga orang-orang ingin meninjunya?'
"Kau sudah siap?" Dia bertanya apakah aku sudah siap?
'Cepatlah bangs*t,nanti waktu pembaruannya selesai nih!' Aku ingin berkata begitu,tapi tidak. Aku menanggapi dengan anggukan kecil.
"Pertama,siapa namamu?" Pak tua ini memulai dengan pertanyaan paling mudah.
"Alan Lexius." Aku menjawab dengan singkat,namaku terdengar sangat unik bukan?
"Berapa umurmu?"
Aku tidak menjawab sesaat dan kemudian menjawab.
"Aku berumur 17 tahun."
Saat aku menjawab,pak tua itu mengerutkan dahi. Skillnya bekerja padaku kah?
"Apakah kau benar-benar berumur 17 tahun?"
'Kenapa nih orang nanya lagi dah?'
"Aku berumur 17 tahun."
Bapak ini masih mengerutkan dahinya,kali ini dia terlihat bingung.
"Kau benar-benar 17 tahun?"
Nanya lagi,apakah skillnya bekerja padaku?,lalu tadi maksud dari sistem itu apa?
"Sekarang tahun berapa?" Kalau dipikir-pikir aku tidak tahu berapa lama aku terjebak dalam portal.
"Sekarang 3 Januari 2026." oh,kemarin adalah hari ulang tahun ku kan?, kebetulan sekali.
"Ah,aku berulang tahun kemarin,berarti sekarang umurku adalah 18 tahun."
Meskipun sudah kujawab dengan benar,bapak ini masih mengerutkan dahi. Skill nya tidak bekerja ya?
"Dimana keluargamu?,apakah keluargamu ada yang bernama Rendy?,orang itu sangat khawatir karena kau menghilang." Ah jadi bang Rendy pulang ke Indonesia huh?
Mendengar pertanyaan yang satu ini,aku jadi bersedih,tapi aku menjawab.
"Mereka sudah meninggal,sedangkan paman dan bibiku juga sudah meninggal. Dan yang bernama Rendy adalah kakak sepupuku yang kerja diluar negri."
"Bagaimana dengan sekolahmu,apakah kau murid berprestasi?"
"Bukan." Ini hal yang sudah pasti. Jika ditanya apakah aku murid berprestasi,tentu tidak. Bapak ini mungkin juga sudah menduganya.
"Kau punya teman?,orang yang kau suka?,pacar?,selingkuhan?,mantan?,rival?,orang yang ingin kau kalahkan atau habisi?"
Hei hei hei,orang ini berniat menginterogasi ku atau apa sih,kenapa jadi melenceng dah.
"Pertanyaan bodoh macam apa itu,kau ingin mengintrogasi ku atau apa?"
'Ah bodoh amatlah!' Aku menjawab dengan jujur setiap pertanyaannya
"Untuk teman aku hanya punya teman online,orang yang kusuka? Tentu ada,tapi cintaku sudah pudar dan aku tak peduli lagi,pacar? Dengan wajah seperti ini,memang ada yang mau?,selingkuhan? Pacar aja gak punya,mantan? Aku belum pernah pacaran jadi tidak,kalau rival juga tidak ada,dan orang yang ingin aku habisi...,"
Untuk pertanyaan terakhir,pertanyaan ini mengingatkan ku pada 5 orang Special dikelasku. Mereka semua menyebalkan,sangat menyebalkan.
Sedangkan orang yang kusuka adalah perempuan bernama Via. Seharusnya cintaku bertepuk sebelah tangan,karen dikabarkan bahwa Via menyukai Nusa,seorang bajing*an narsis. Nusa pun juga menyukai Via.
"Orang yang ingin kuhabisi,...ada,...banyak."
"Hoo,terus apa keahlian mu?"
"Main game." Sekali lagi tanpa ragu,aku menjawab. Memang hal yang paling bisa kubanggakan adalah keahlian milikku dalam bermain game
"Punya impian?"
'impian ya?,tentu aku punya.'
"Ya."
Kemudian,orang ini menanyakan pertanyaan yang seharusnya
"Jadi,bisa kau ceritakan tentang apa yang kau alami saat kau masuk kedalam portal?" Mungkin ini adalah kesempatan ku. Aku tidak tahu apakah skill miliknya berfungsi,tapi aku harus ambil resiko.
"Aku terjebak dalam portal selama 7 hari."
'Semoga berhasil."
"7 hari?,kau bercanda?,kau sudah dikabarkan hilang sejak 7 bulan yang lalu!"
"Ah sepertinya tipuanku berhasil,aku memakai konsep perbedaan waktu antara bumi dengan dunia lain. Aku harus berterima kasih dengan film fantasi."
"Siapa yang mengabari?"
"Menurut pernyataan anak-anak ditempat kejadian,kau masuk karena ingin menghentikan mereka untuk menyentuh portal,tapi kau malah tersandung masuk dan portal itu menutup?" Meski wajahnya masih datar,aku yakin orang ini ingin tertawa.
"Ya,itu benar."
"Nah,salah satu dari anak-anak itu adalah seorang Special,dia yang lapor pada kami."
"Ah..." Ternyata ada seorang Special ya?,aku bersyukur sekali.
"Lanjutkan ceritamu."
"Huft,baiklah,jadi aku terjebak disana selama 7 hari,disana aku bertemu dengan monster yang ramah,bentuknya seperti monyet,tapi lebih menggemaskan."
'Tidak,mereka sama sekali tidak menggemaskan. Mereka menyebalkan"
"Monyet?,...menarik,seperti apa bentuknya?"
"Bentuknya seperti monyet dalam kartun,lucu,bersahabat,ramah,suka memberiku makan,dan mereka juga banyak membantu ku."
'Bentuknya seperti manusia,tidak lucu,selalu menyapaku dengan tinju,kugunakan sebagai makanan dan mendapat skill."
"Mereka sudah seperti keluargaku sendiri,dan mereka juga membantuku untuk keluar dari sini. Para monyet dan aku mencari portal core supaya aku bisa pulang. Saat aku menemukannya,aku senang aku bisa pulang,tapi..."
'Mereka memintaku untuk datang dan mengakhiri perang dengan 1 lawan 1.'
"Hiks...,para monyet itu sudah menganggapku seperti keluarga mereka *sniff*,saat harus berpisah dengan mereka *sniff* mereka terlihat sangat sedih,tapi mereka masih berusaha tersenyum meskipun air mata keluar *sniff*"
Aku harus menangis supaya menambah bumbu dramatis.
"Jadi,kau keluar karena berhasil menghancurkan core portal dengan bantuan monyet,begitu?"
"Ya seperti itu."
"Kemudian,sepertinya ada perbedaan waktu antara portal yang kau masuki dengan bumi."
"Ya,mungkin begitu."
"Kalau begitu,yang terakhir..."
Bapak itu mengeluarkan ponsel,dia memanggil siapa?
Beberapa menit kemudian,datang seorang petugas yang membawa tablet tipis yang terlihat canggih.
"Sekarang,taruh telapak tangan mu diatas tablet ini."
Alat macam apa ini?,alat pendeteksi Special?
"Alat apa ini?,apa fungsinya?"
"Ini untuk mendeteksi apakah kau itu Special atau bukan."
Tuh kan!,orang ini pasti curiga aku merupakan seorang Special yang menyembunyikan kekuatannya,dia mengira aku punya skill yang memblokir skill pendeteksi kebohongan.
"Eh untuk apa?,aku ini hanya bocah biasa."
"Oh iya kah?,kita akan buktikan dengan alat ini."
Oh no,jika ketahuan matilah aku!
"Sudah tak usah takut,tidak akan sakit kok." Orang ini meraih pergelangan tangan ku dan menempelkan nya di tablet
[*Piip* Anda bukan Special.]
'...HAHAHAHA,mampus!'