
Croot
Darah muncrat dari tubuh anjing tanpa mata.
Itu adalah perbuatanku,aku berjuang keras untuk mengalahkan monster anjing.
"Fiuh,melelahkan sekali."
Setelah mengeluh tentang betapa melelahkannya mengalahkan anjing tanpa mata itu,suara dan layar hologram muncul didepanku.
[Selamat karena telah membunuh monster lagi,berjuanglah untuk membunuh monster berikutnya jika ingin mendapat hadiah dariku.]
[Monster yang dibunuh:2/5]
Ada 3 monster lagi yang harus kubunuh untuk mendapatkan hadiah yang tidak kuketahui.
Ini sangat menyebalkan,mengapa aku harus membunuh monster untuk mendapat hadiah yang tidak pasti?,jika hadiah itu tidak memuaskanku,aku akan berteriak terus menerus bahkan sampai pitas suaraku putus.
Apakah kalian tahu bahwa mengalahkan monster sangat menyusahkan untuk orang nolep,pemalas,pecundang,dan hanya bisa mengeluh sepertiku? Ditambah lagi kaki kananku patah karena dicengkram dengan kuat oleh monyet menyebalkan itu!
Akan aku ceritakan bagaimana aku mengalahkan anjing itu meskipun kalian tidak ingin mengetahuinya!
Jadi pertama,aku menaruh daging badak yang kubakar kemarin sebagai umpan berharap ada monster datang,dan benar saja,ada anjing tanpa mata yang kurus tetapi memiliki gigi dan hidung yang tajam terkena perangkapku.
Aku memanjat diatas pohon sambil menunggu monster datang,saat anjing itu mengambil umpannya,aku melompat jatuh kearah anjing itu.
Tapi tidak semulus itu,anjing itu memiliki penciuman tajam,dia dapat mencium bauku yang busuk karena tidak mandi.
Dengan cepat anjing itu menghindar dan akhirnya aku menabrak tanah dan beberapa tulangku retak.
Belum habis penderitaanku,anjing itu akhirnya menerkamku. Untungnya aku berhasil menahannya dan menusuk lehernya
Aku harus menusuk lebih dari 3 kali,itu melelahkan. Entah berapa kali aku harus menggunakan cara absurd seperti ini untuk membunuh monster.
Aku jadi merindukan rumahku,ayah dan ibuku,paman dan bibiku.
Entah apa yang terjadi pada keluargaku,apa dulu keluargaku melakukan hal buruk yang menyebabkan karma?
"Sudah,jangan mikir aneh-aneh,aku harus pulang meskipun rasanya mustahil untuk keluar dari sini."
Aku kembali bersemangat,aku mengambil tongkat kayu yang digantungkan dipunggungku untuk menopang tubuhku.
Sambil menggendong mayat anjing buta,aku berjalan dengan tongkat seperti orang cacat.
Saat dijalan aku bersenandung karena saat aku bersenandung aku merasa lebih baik.
Tapi siapa sangka hal yang membuatku baik,malah mendatangkan bencana untukku.
"Jadi kau manusia yang datang kesini ya?"suara dengan nada sombong terdengar entah dari mana.
Aku reflek menodongkan belatiku pada udara.
"Aku disini bodoh."
"Ah." Saat aku menoleh kebelakang,aku melihat sosok monyet seperti manusia,lagi.
'kenapa aku selalu kena sial sih?' monster yang paling tidak ingin kutemui adalah monster Houma.
"salahkan keberuntunganmu sendiri,bocah."
ah,aku lupa mereka bisa membaca pikiran.
"karena kau masih hidup,berarti Shur gagal ya?" Shur,sepertinya nama monyet yang kutemui waktu itu.
"Shur juga belum kembali,dimana dia sekarang?"
dia bertanya padaku dimana Shur,dan itu membuatku menyeringai. Aku menjawab dengan menunjuk.
"hmmm,kenapa kau menunjuk perut mu?,kau lap-" Kata-katanya terhenti,dia sadar maksudku.
"kau bajingan,beraninya kau semut melawan kami!"
si monyet sangat marah,tubuhnya mulai mengeluarkan aura oranye yang mengerikan.
Meskipun jarak kami lumayan jauh,tapi dia berada didepan wajahku dalam sekejap,dan dia menendang wajahku.
'ah,dejavu'