
[*Piip* Anda bukan Special.]
'...HAHAHAHA,mampus!'
Eh tapi,artinya aku bukan Special dong? Tidak,kemungkinan saat pembaruan sistem aku dinilai sebagai orang biasa. Sungguh keberuntungan yang luar biasa.
"Jangan lepaskan tanganmu!" Sembari berkata begitu,dia melepas pergelangan tangan ku.
Tidak ada yang terjadi
'Pfft!,lucu sekali bapak satu ini.'
Bapak didepanku ini kebingungan dan bertanya padaku.
"Kau…,bukan Special?"
"Tentu saja bukan,kenapa kau bertanya lagi?"
"Tidak mungkin!" si penginterogasi bergumam tapi aku bisa mendengarnya dengan jelas,dia tidak menerima kenyataan bahwa aku ini bukan Special.
Saat ini aku bukan Special dan tersisa 2 menit 30 detik sampai pembaruan selesai.
Semoga tidak ada hal lain untuk yang selanjutnya.
"Apakah sudah selesai?"
"Belum!"
"Apalagi yang harus kulakukan?"
"Errrrr...."
"Tidak ada kan?,ya sudah aku akan pulang."
"Tunggu,aku akan memanggil wakilmu supaya kau bisa pulang dengan selamat."
'Orang ini…'
Niat nya apasih?,dia tidak terima kalau aku bisa memblokir skill nya ya? Salahkan sistemnya,jangan aku!
Akhirnya,aku memanggil kakak sepupuku,Rendy.
Orang itu bekerja di luar negri,tepatnya di London,Inggris.
Tak lama,seseorang mendobrak pintu dan berteriak.
"Dimana Alan!?"
"Aku disini Rendy,gak usah teriak,berisik."
"Oh Alan,bagaimana bisa kamu masuk ke portal dengan cara yang bodoh!?"
"Udahlah,nanti aku bakal cerita,aku mau pulang!"
"Nanti kau ceritakan semua dengan detail dimobil,ok?"
"Iya iya,yang penting aku mau pulang dulu."
Aku selalu bersikeras untuk pergi dari tempat ini,selain karena aku tidak nyaman dengan bapak penginterogasi,aku juga kangen dengan rumahku.
Keluar dari tempat ini,aku melihat mobil-mobil yang terparkir,dan salah satunya ada mobil yang sangat mewah. Mobil itu punya sepupu ku Rendy.
Dia sangat bekerja keras untuk hidup mewah. Dia tak mau jadi beban keluarga yang menggunakan uang orang tua. Dia belajar,tidak menikmati masa muda seperti anak lainnya,tapi ini yang membuatnya bisa seperti sekarang. Meski paman dan bibi menyuruhnya untuk mencari teman sebaya,tapi dia tidak menghiraukan perkataan paman dan bibi.
Meski telat,tapi dia pulang ke Indonesia. Setidaknya dia tidak bekerja bagai kuda sampai lupa orang tua.
Aku masuk mobil dan duduk,Rendy bertanya padaku.
"Kau tak mau duduk depan?"
"Tidak."
"Ah baiklah."
Rendy mengemudikan mobilnya dan keluar dari kantor Perkumpulan Slayers.
"Jadi bisa kau ceritakan apa yang kau lakukan diportal?"
"Ehm,aku harus mulai dari mana?"
"Ceritakan secara rinci!"
"oke,pertama-tama aku pergi ke minimarket untuk beli makan."
"Kemudian aku melihat anak-anak bermain disekitar portal. Aku berlari dan menghentikan mereka. Tapi aku tersandung batu dan malah masuk."
"Ckckck,kapan kecerobohan mu bisa diperbaiki?"
"Bacot. Kemudian aku bertemu dengan monyet yang imut dan sangat,sangat,sangat,sangat,sa-"
"Mau sampai kapan kau mengatakan sangat?"
"Iya iya,huft,monyet yang kutemui sangat imut dan family friendly. Saking family friendly nya,aku gelud dengan dia."
"Hah!?,serius?,kamu menang gak?"
"Menang tentunya. Kemudian aku mencari gua untuk perlindungan. Aku bertahan diportal selama 7 hari,dengan memakan buah-buahan dan meminum air sungai yang segar tanpa ada t*i yang lewat. Kemudian dengan hoki tahunan ku,aku menemukan portal core dan menghancurkan nya. Menghancurkan portal ternyata tidak sesulit yang kukira."
"Wah,kau beruntung sekali,kau dapat drop item seperti dalam game tidak?"
"Oh kalau itu mah aku gak da-"
[Pembaruan sistem sudah selesai.]
[Status berhasil di reset!]
[Hadiah yang didapat dari Holy oath:
-Skill [Martial arts Houman style Rank Grandmaster] berevolusi menjadi [Martial arts Houman style Rank King]
-Skill [Martial arts Houman aura style Rank Grandmaster] berevolusi menjadi [Martial arts Houman aura style Rank King]
-Mendapat skill [eyes of sage]
-Mendapat item [Tower of Item]]
'…Impossible!'