The Slayers

The Slayers
Chapter 56 (Season 2)



Kali ini tim terbagi menjadi 3 tim, tim pertama akan pergi ke lorong gua bagian kiri, mereka berjumlah 7 orang.


Tim kedua adalah tim yang pergi ke tengah, berjumlah 14 orang. Tim ketiga pergi ke kanan, berjumlah 7 orang.


Tim pertama dipimpin oleh Jono, tim kedua dipimpin oleh Erga, tim ketiga dipimpin oleh Mira.


"Nah, semuanya, ayo bergerak!" Teriak Erga pada orang-orang.


Mereka langsung bergerak ke arah masing-masing.


**Tim pertama, tim yang dipimpin oleh Jono.


"Kenapa harus aku yang mencari dia sih!?, orang menyebalkan kek dia mending di tinggal!"


Sudah beberapa menit Jono mengutuk Mille. Orang-orang yang awalnya ikut mengutuk Mille mulai diam karena mulut mereka sudah capek.


Akhirnya setelah beberapa menit berjalan akhirnya mereka bertemu dengan Mille yang duduk di tumpukan kobold. Hampir semua kepala kobold itu pecah dan sisanya ada yang patah dan termutilasi.


Orang itu menghadap kearah yang berlawanan dengan kelompok Jono.


Jono yang melihat itu langsung berteriak.


"Hei!!, dasar tidak berguna!!, pas bertarung malah nyampah sekarang malah pergi tanpa menuruti perintah Erga!"


Kemudian Mille berbalik melihat Jono dan kelompoknya.


Dia turun dari tumpukan mayat kobold dan berjalan kearah Jono dan kelompoknya. Matanya saling berhadapan dengan Jono, tapi Mille lebih tinggi dan matanya juga merah, menyebabkan Jono sedikit terintimidasi.


"Aku tidak peduli kau mau memanggil ku apa, tapi urus lah urusan kalian sendiri."


Jono tidak terima dengan omongan Mille dan membentaknya sekali lagi.


"Apa kau bilang!?, beraninya kau!!, aku ini termasuk dalam 300 dari 1000 Slayers pemula yang diterima di Akademi Slayers tau!?"


Dengan ancaman yang mungkin membuat beberapa orang menjadi takut, reaksi Mille hanya biasa saja, malahan dia tertawa.


"Kau ternyata seumuran denganku ya?, tidak kusangka."


Tawa Mille semakin besar, besar hingga bergema.


"Ke-kenapa kau ketawa!?, memangnya mukaku kelihatan tua, hah!?"


Tawa Mille mulai mereda, dia tidak menjawab pertanyaan Jono dan malah bertanya balik.


"Hei kau, kau bilang kau diterima di akademi Slayers kan?"


Jono langsung menjawab cepat.


"Ya, kenapa!?, kau takut sekarang?"


Mille langsung mendekatkan mukanya ke muka Jono dan dengan tatapan yang mematikan disertai dengan kemarahan, dia bertanya.


"Jawab aku!, apakah ada orang bernama Zoel, Rio, Nusa, Lara, Nera , dan Via?"


Belum selesai bertanya, wajah Jono dicengkram oleh Mille dan diteriaki.


"Jawab!!!"


Dengan kesusahan, Jono menjawab.


"M-mereka yang kau sebutkan t-tadi, mereka semua… masuk Sepuluh be-besar."


Akhirnya Jono dilepaskan, Mille bertanya sekali lagi.


"Apakah salah satu dari yang kusebutkan tadi ada yang rangking pertama?"


Jono yang agak ketakutan berkata,


"Tidak, Orang yang bernama Via berada di rangking dua, sedangkan rangking 1 tidak dari yang kau sebutkan tadi."


Mille mengelus dagunya dan bertanya lagi.


"Siapa rangking 1 nya?"


"Rangking satunya bernama Johannes satriaputra."


Kemudian Mille tertawa terbahak-bahak sekali lagi. Jono dan orang-orang bingung dengan orang ini, kenapa dia tertawa terbahak-bahak.


"Lalu, kenapa orang yang diterima menjadi siswa di akademi Slayers ada disini?, apalagi ini adalah portal tingkat hyena."


Jono terdiam sejenak dan akhirnya setelah beberapa menit berpikir dia menjawab.


"Sebentar lagi kami akan mulai masuk pelajaran semester awal, dan kami harus meningkatkan level untuk bersaing."


"Oh." Mille tidak bertanya lebih lanjut dan merangkul Jono.


"Karena kau sudah menjawab pertanyaan ku, sekarang ayo kita pergi."


"A-apa!?" Jono terkejut karena tiba-tiba Mille merangkul nya seperti sudah akrab dan nada bicaranya pun ramah.


"Mana yang lain, kenapa cuma ada tujuh orang disini?"


"Kami memutuskan untuk berpencar, dan kami kebetulan kami tim yang mengarah ke jalan kiri."


"Owalah gitu toh." Mille mengangguk, masih merangkul Jono yang jengkel dengan perubahan sikap Mille yang secara tiba-tiba, yang tadinya sikapnya pemarah, kasar, dan tidak sopan menjadi akrab dan ramah.


"Nah sekarang karena sudah bertemu, mari kita lanjutkan perjalanan bersama-sama!"


"Apa!?" Jono lagi-lagi terkejut dengan sikapnya yang semena-mena.


"Let's go!!!" Dengan nada dan cara berjalan yang kekanak-kanakan, dia berjalan pergi.


Anehnya, mereka malah mengikuti Mille, begitu juga dengan Jono.