The Slayers

The Slayers
Chapter 33 (Season 2)



Sebuah mobil yang cukup untuk 4 orang,melalui jalan yang diaspal. Setelah cukup nyaman melalui jalan beraspal,mobil tersebut harus melewati jalan yang berbatu. 4 orang didalam mobil masih tenang meski mereka seperti berada dalam pesta.


Setelah berpesta kecil-kecilan didalam mobil,dengan hanya bermodalkan snack dan minuman keras,ditambah dengan guncangan dari jalan yang berbatu.


Mereka sampai ditempat yang mereka tuju. Tempat yang mereka tuju adalah perkampungan yang dimana terdapat kemunculan portal.


Mereka mendapat hak untuk membersihkan portal itu.


Portal dengan kapasitas challenger 8 orang,kebetulan mereka berjumlah 7 dan hanya membutuhkan 1 orang pembawa item.


Karena itu ketua mereka memposting permintaan di SlayersCommunity.


Ada seseorang yang menerima permintaan itu beberapa hari yang lalu. Dery merasa agak aneh,karena selain perisai daging,pembawa barang merupakan pekerjaan yang rendah. Hanya orang yang pasrah akan hidupnya dan tidak punya harga diri yang akan menerima pekerjaan ini.


"Terima kasih,ehm- saya harus manggil apa?"


"Namaku Dery."


"Ah terima kasih nak Dery dan kawan-kawan,kalian mau membersihkan Portal yang muncul,warga disini ketakutan karena muncul Portal disini."


"Tentu saja pak,kami merasa terhormat dengan pekerjaan ini." Dengan wajahnya yang tidak tampan,Dery tersenyum lebar dan penuh kasih


'Aku harap kalian memberiku bonus bangs*t!' Tapi hatinya sama dengan wajahnya,wajahnya jelek,sikapnya pun jelek.


"Jadi,apakah bisa dengan 7 orang?" Tanya bapak tersebut sehabis menghitung jumlah orang dalam kelompok Dery.


"Ah,ada satu lagi orang yang belum datang. Sebentar lagi mungkin dia akan sampai."


'Sebentar lagi mungkin sampai." Tapi,3 jam kemudian,1 orang itu belum kunjung datang. Belum ada tanda-tanda orang itu sama sekali.


Untung saja kami membawa kartu Yuno. Itu saja cukup untuk menghibur kami.


"Ck,mana sih orang itu."


"Tidur palingan,atau mungkin ketakutan."


"Cih,kalau begitu dari awal gak usah nerima njir."


Tak lama kemudian,sebuah ojek online datang membawa penumpang. Penumpang itu turun dan membawa tas besar seperti peti harta karun.


Itu Chest,tas yang biasanya dibawa oleh pembawa barang.


"Maaf semuanya,aku terlambat."


"Akhirnya datang juga lu,br*ngsek!"


"Udah,jangan marah-marah,yang penting dia sudah datang." Dery menenangkan anggota kelompoknya. Tapi aslinya,


'Akhirnya datang juga baj*ngan ini,kesabaran ku hampir habis.'


"Aku Dery."


"Ini Deri."


"Ini Dere."


"Ini Dera."


"Ini Deru."


"Ini Dero."


"Dan yang ini...,ehm,Derey!"


Orang ini memakai topeng putih polos dengan lubang mata untuk melihat.


Aku tak bisa melihat ekspresi nya sekalipun.


"Itu,nama kalian?,beneran?" Orang itu dengan ragu bertanya.


"Tentu saja itu nama kami."


"Ah,baiklah,namaku Mille Pattes."


"Kenapa kau memakai topeng?"


"Oh,wajahku jelek dan tak enak dipandang,aku malu dengan wajahku,jadi aku memakai topeng."


"Bisa kau tunjukan wajahmu?" Dery penasaran dengan wajah orang bertopeng itu. Apakah sejelek wajahnya sendiri atau aslinya tampan?


"Baiklah,jangan jijik ya."


Perlahan,Mille menyentuh topengnya dan membukanya.


"Astaga naga!"


"Apa-apaan mukamu itu!?"


Bagaimana tidak terkejut,di wajah Mille,luka bakar memenuhi mukanya. rambut hitam yang bagus dan normal. Dengan warna mata yang semerah darah.


Wajahnya benar-benar menyeramkan. Dery dan kawan-kawan tidak tahan melihat mukanya. Mille pun tahu itu dan menutup kembali wajahnya.


"Ayo pergi,aku ada urusan dirumah."


"Ah,baik."


Dan mereka pun masuk,Dery dan kawan-kawan masuk ditemani dengan seseorang yang membawa bencana.