
"Jadi,apa yang harus ku tingkatkan terlebih dahulu ya?"
Setelah menghabisi mereka semua,tentu aku naik level.
[Nama:Alan lexius
Umur:18
Level:57 (bisa memilih job)
Job:-
Title:-
Statistik:
MP:634
ATK:990
AGI:881
VIT:878
INT:772
DEX:800
LUCK:40
Point:440
Active Skill:[Poison blood],[First aid],[Meditation],[Sprint],[Eyes of sage]
Passive skill:[Martial arts Houman style],[Martial arts Houman aura style],[Crazy will]
equipment:head blaster
Inventory
]
"Ah,baiklah!"
Aku menambah 60 poin pada LUCK,50 poin pada DEX,56 poin pada INT,40 poin pada VIT,6 poin pada AGI,20 poin pada ATK.
Karena tersisa 208 poin,aku akan menaikkan DEX lagi sebanyak 44 poin. masih tersisa 164 poin,jadi ku tambahkan 150 poin dalam LUCK.
Masih sisa 14 poin,tapi tak akan kugunakan.
[Nama:Alan lexius
Umur:18
Level:57 (bisa memilih job)
job:-
Title:-
Statistik:
MP:690
ATK:1.010
AGI:887
VIT:912
INT:828
DEX:904
LUCK:250
Point:14
Active Skill:[Poison blood],[First aid],[Meditation],[Sprint],[Eyes of sage]
Passive skill:[Martial arts Houman style],[Martial arts Houman aura style],[Crazy will]
equipment:head blaster
Inventory
]
"nah,mantap,sekarang aku juga bisa pilih job,tapi nanti aja dah."
Setelah menambah statistik,aku berjalan kearah pintu besar,tempat dimana bos portal berada.
Aku mendorong kedua pintu kembar yang besar ini,tak sesuai penampilan,pintu ini cukup ringan.
Saat aku masuk,yang kulihat hanya satu,monster laba-laba.
[Master of Nest
level:15
statistik:
HP:3.000/3.000
MP:20/20
ATK:15
AGI:5
VIT:240
INT:3.000
DEX:0
LUCK:17
keterangan:Master of the nest,monster yang menciptakan labirin menyebalkan,
selain INT,statistik nya sangat menyedihkan.]
Pantas saja ini portal tingkat laba-laba,kekuatan monster nya hanya segini,dia hanya mengandalkan labirin nya.
Monster laba-laba yang sangat biasa ini berteriak ketakutan,seperti menyuruh seseorang untuk melindunginya,tapi sayang sekali,disini tidak ada siapa-siapa.
"Haah~,gak ada greget-greget nya."
Aku dengan malas mengarahkan pistolku padanya dan
BOOM!
Kepala nya meledak,seketika laba-laba itu mati,hanya meninggalkan exp dan satu item.
[Pendant of nest
Rank:B
Maksimal pemakaian:3/3]
"Cih,cuma 3 kali,padahal barang bagus."
Setelah melihat deskripsi item,aku agak kecewa,tapi tidak apa-apa,lumayan bisa dapet item yang berguna. Lagipula aku langsung level up,meski cuma naik 1 level.
Portal untuk kembali terbuka,aku memasukan head blaster kedalam Inventory.
Head blaster adalah senjata yang kubeli,efeknya adalah ketika menembak kepala,maka damage yang diterima musuh adalah dua kali lipat dari ATK pengguna.
Overpower bukan?,iyalah!,barang harga 45 juta yang kubeli masa tidak berguna.
"Ah,hampir lupa!"
Aku membuka Inventory dan mengambil topeng putih polos,untung aku beli 3, jaga-jaga kalau topeng ku hancur.
Muka ku sudah sembuh karena [Crazy will],muka ku memang kubakar,dan itu menyakitkan,aku jadi bingung kenapa aku sampai segininya.
Aku menyentuh portal dan tersedot masuk,saat ku buka mata,yang kulihat adalah para orang yang tinggal disini,karena portal sudah terbuka kembali,maka portal sudah ditaklukkan,orang-orang jadi berlarian kesini.
"Selamat datang kembali!" Seorang bapak tua berbicara kepadaku dengan ramah,menyapa dengan senyum yang cerah.
Tapi, ekspresi nya berubah ketika melihat portal yang dibelakang ku menghilang sementara hanya aku yang keluar.
"Eh dik,dimana yang lain?" Salah satu warga bertanya padaku dengan wajah khawatir.
Untung saja aku lumayan pintar akting,aku kasian dengan para warga yang tertipu dengan wajah palsuku dan Dery.
Aku menunduk mendengar pertanyaan salah satu warga,dan dengan perasaan sedih aku berkata,
"Mereka...,mereka mengorbankan diri mereka untukku,seorang pembawa barang yang tak berguna,hanya bisa bersembunyi dibalik punggung mereka,yang gagah dan berani."
Ketika aku mengatakan itu,mata mereka terlihat sangat sedih dan berlinang air mata,seperti kehilangan keluarga mereka.
"Saat bos terakhir dikalahkan,hanya tersisa aku dan Dery,tapi Dery menderita kerusakan parah,akhirnya dia berpesan 'Aku bersyukur bahwa aku bisa mati sebagai pahlawan yang menyelamatkan para warga baik.' *Sniff*"
Aku berakting menangis,membuat para warga semakin sedih.
"Terima kasih..." Kata Bapak tua,dia menahan tangisannya.
"Dery melakukan itu tanpa pamrih,dia bilang tidak perlu berterima kasih,tapi aku mohon,tolong ingat jasanya."
Bapak tua didepanku mengangguk pelan.
"Baiklah,aku akan pergi dari sini,terima kasih ya."
"Ah ya, terimakasih juga dik."
Aku meninggalkan para warga yang sedang bersedih,tapi ada satu yang tidak bersedih.
Seorang bocah,sekitar 15 tahun,menatap tajam kearahku,dia sepertinya tidak percaya.
Saat aku membalas tatapannya,tidak seperti orang lain yang biasanya membuang muka saat dilihat balik,dia malah tambah menatapku tajam.
"[Eyes of sage]"
Karena mendapat [Eyes of sage],pupil mataku jadi berwarna merah,tapi gak papa,ini keren.
Salah satu kegunaan [Eyes of sage] adalah membaca pikiran,sama seperti [Eyes of truth],tapi ini versi lebih upgrade.
[Dasar pembawa barang tidak berguna,kenapa harus orang tak berguna seperti dia yang menjadi Special?,coba aku,aku akan jadi Slayer yang hebat.]
'Walah ngiri toh ternyata.'
[Sekarang dia menatap aku,dasar pecundang,jangan lihat aku!]
'Andai dia tau,semua perjuangan ku,semua kekuatanku,semua skill ku,auto sungkem dia.'
Pada akhirnya,aku pergi dengan menunduk,biar terlihat seperti pecundang beneran.
Aku kembali dengan menggunakan ojol,pergi menuju rumah ku yang nyaman.
Saat aku iseng melihat spion,aku melihat bayangan lewat,melompat dari satu atap rumah ke atap rumah lain.
"Pak,sampai sini saja ya ngantarnya,aku bakal jalan kaki."
"Eh loh dek,kenapa,ini masih jauh loh."
"Tidak papa pak,depan ada Indojune,nih pak uangnya." Aku menyerahkan uang 11 ribu.
"Beneran dek pulang sendiri?"
"Yakin pak,saya kan lelaki!" Dengan bangga dan berani aku berkata bahwa aku adalah lelaki.
"Baik dek,makasih ya!"
"Ya pak,semoga rejeki nya lancar ya!" Setelah itu aku masuk ke indojune.
Aku sebenarnya sangat kurang kerjaan datang kesini,aku hanya beli permen coklat.
Tapi Mbak kasir tetap tersenyum ramah,meski sudah malam,dan membeli satu permen.
…,tidak jadi,mbak kasir ini memakai topeng wajahnya dengan baik.
[Kalau gak niat beli,gak usah masuk tol*l!]
'Maaf mbak,tapi aku harus.'
Kemudian,salah satu kemampuan dari [Eyes of sage].
Aku bisa melihat sekeliling,dengan jelas.
Meski ditutupi tembok,aku dapat melihat,meski memakai skill menghilang,aku bisa melihat,meski menyamar aku bisa melihat.
Aku pun bisa melihat dimana dimana orang itu berada.
Aku membayar dan keluar dari indojune.
Aku berjalan ketempat sepi,tidak,aku melompat keatas atap.
Aku berjalan dan kemudian berhenti,membuka bungkus permen dan mengemutnya.
Orang itu juga pergi ke atap yang sama dengan ku.
"Halo,kau siapa?"
"Guild master kami penasaran denganmu,jadi kau harus ikut denganku."
"Kalau aku menolak?"
Orang itu mengerutkan keningnya dan mengeluarkan dua stiletto.
"Guild master kami memaksa."
Dia sudah bersiap untuk menyerang ku.
"Tidak so fun."
"[Summon Houman beast]"
Dari bayanganku,muncul 4 Houman yang sudah bertranformasi,karena aku belum memiliki elemen,jadi berwarna putih seperti asap.
"Maju!"