
"Tuanku,sudah ada manusia yang memasuki portal." Seekor monyet yang berbicara manusia dan berbulu putih berlutut dihadapan monyet yang duduk disinggasana mewah.
"berapa jumlahnya?"
"Ha-hanya satu,tuanku." bicara sang bawahan yang berlutut dengan ragu-ragu
sang raja mengernyitkan dahinya.
"hanya satu?"
"iya tuanku,hanya ada satu manusia yang datang kesini."
sang raja marah dengan perkataan bawahannya.
"mengapa bisa hanya satu manusia yang datang!?,kau tau kan kalau dewa tidak akan puas dengan hanya satu manusia."
"sa-saya juga tidak mengetahui sebabnya,tuanku." sang bawahan panik dengan kemarahan dari sang raja.
karena mendengar hal ini,sang raja menghela nafas,dan dengan nada marah memerintahkan bawahannya.
"Bawa manusia itu kesini,secepatnya!"perintah sang raja
"baik,tuanku."
***
Suatu portal mempunyai kapasitas yang berbeda-beda,ada yang satu ataupun yang lebih dari 100.jika kapasitas portal sudah tercukupi,maka portal akan otomatis menutup dan akan terbuka jika portal sudah diselesaikan.
Saat ini,hidupku dalam bahaya.aku yang bukan seorang special,memasuki portal yang tidak diketahui tingkat bahayanya,tingkat bahaya dibagi menjadi 6 yaitu laba-laba,ular,hyena,macan,singa,dan naga.
Dan lebih buruknya lagi,suatu portal akan terbuka jika kita menghancurkan core portal atau menghancurkan boss monster.tapi kedua cara itu mustahil bagiku,menghancurkan portal terdengar seperti cara yang paling aman,tapi tidak sama sekali karena core terletak secara acak dan Sulit untuk ditemukan.cara yang kedua tentu saja mustahil karena aku bukan special dan aku jarang berolahraga.
Aku juga belum mengetahui tingkat portal yang kumasuki.sial,jika bukan karena anak-anak dan batu itu aku akan langsung melapor kekantor Slayers terdekat.sekarang aku berpikir,apakah nasib keluargaku akan berakhir disini?.
Setiap aku berjalan,aku selalu berhalusinasi tentang monster yang muncul dari semak-semak atau suara semak-semak padahal semua itu tidak ada,setidaknya untuk saat ini.
Akhirnya aku memberanikan diri dan menghadapi halusinasi itu.saat aku sudah mulai berani,tiba-tiba seekor monyet seukuran manusia melompat dari semak-semak dan menuju kearahku,kali ini bukan halusinasi.
Tangan monyet itu membentuk kepalan,dan kepalan itu meninju wajahku.
Sakit!,sakit sekali.
"Ugh."hidungku patah dan mengeluarkan darah,mulutku juga mengeluarkan darah dan gigiku rontok.Aku menatap monyet yang meninjuku.matanya merah dan dia berjalan layaknya manusia.
"Kenapa hanya ada manusia lemah disini?."
Hah?,apa aku salah dengar?,dia barusan berbicara bahasa indonesia?.
"Kau tidak menjawab ya?,apa bahasaku salah?,atau kau bisu?."
"K-khau bhisha vichara?"Aku berbicara dengan suara yang tidak jelas karena habis ditinju.
"Hoo kau meremehkan ras kami ya?"itu hal yang wajar karena diduniaku kalian tidak bisa bicara.aku ingin berkata seperti itu,tapi tidak jadi.
"Dengar,kami adalah suku Houman,suku monyet pintar.jangan samakan kami dengan ras yang ada didunia kalian!"
'tunggu,dia membaca pikiranku!?'
"Membaca pikiran adalah salah satu kemampuan kami."
Seketika aku mengosongkan otakku supaya dia tidak tahu apa yang kupikirkan.
"Hmmm,kau pintar juga manusia.tapi sayang sekali."
Awalnya aku tidak mengerti apa maksudnya,tapi aku akhirnya mengerti.monyet ini menendang wajahku.tendangannya sangat kuat hingga aku yakin bahwa wajahku akan hancur.pengelihatanku menghitam dan akhirnya semua menjadi gelap.