
Hadiah yang kudapat saat mengalahkan Giant Harpy lebih dari yang kuharapkan. Meskipun aku belum tahu fungsinya, tapi melihat bentuknya saja sudah membuatku ngeri sekaligus takjub.
Siapa yang tidak takjub kalau yang didapat adalah lidah Giant Harpy itu sendiri. Tapi apa fungsinya?, apakah untuk dimakan?
Lidah dari Giant Harpy sangat besar dan memiliki sisik.
Setelah aku melihat deskripsi 'lidah' tersebut. Ternyata memang benar kalau 'lidah' ini harus dimakan untuk memperoleh sebuah skill.
Tapi jika ada sisik dilidahnya, bagaimana memakannya? Apa aku harus mengelupas sisik itu satu persatu? Itu sangat membuang waktu.
"Heh, orang gila mana yang akan memakan benda menjijikan seperti ini?" Kataku dengan mengejek.
Pada akhirnya, ....aku memakannya.
Aku tidak memasaknya atau mengolahnya, karena itu mungkin bisa menyebabkan efek item ini hilang.
Mungkin aku bisa dianggap gila oleh orang-orang, tapi siapa peduli?, aku saja pernah memakan ular yang masih hidup. Dan lagipula aku memang sudah gila sejak masuk kedalam portal dan diburu oleh para monyet menyebalkan itu.
Satu hal lagi, aku ini cukup rakus untuk memakan lidah besar ini. Rasanya pun tidak cukup buruk...., aku serius. Aku memakannya dengan lahap bahkan tanpa melepas sisiknya, ini sangat lembut.
setelah memakannya dengan waktu melebihi 20 menit, aku meninggalkan tower of item.
***
Aku terbangun disofa dengan suasana hati yang baik sebelum akhirnya melihat panel hologram didepanku.
[Selamat, anda mendapat skill:
Mana Inferno level.1
Grade:SS
Penjelasan:
Membuat anda dapat mengendalikan api dari neraka yang membakar mana. Mana musuh akan terus terbakar hingga habis dan tidak dapat dipadamkan. Tidak dapat melukai fisik seseorang.]
'Wow, ini skill yang sempurna untuk para penyihir atau mereka yang mengkhususkan stats mereka pada mana.'
"Jobku sendiri mirip seperti para penyihir, tapi aku punya kelemahan mereka, sungguh ironis."
"Eh, tapi dari awal memang keahlianku berbeda dengan jobku, hahahaha!" Semakin aku memikirkannya, aku semakin merasa bahwa diriku aneh.
Ini sudah jam 09:00 dan aku belum makan, jadi aku memasak makanan darurat, yaitu telur dadar dengan nasi, kecap, dan saus sambal. Sederhana tapi nikmat.
Kemudian aku mengambil remote tv dan menonton berita yang muncul baru-baru ini.
[Baru-baru ini, ada kasus pembunuhan yang terjadi disekitar perumahan YYY. Sudah ada lima korban yang ditemukan tewas dengan cara yang tidak manusiawi.]
"Tunggu, pembunuhannya terjadi disekitar sini?"
"Hmmm, berbahaya juga." Tapi segera melupakan hal itu dan menonton kartun. Meski sudah 18 tahun, aku masih suka menonton kartun dan anime.
Setelah memakan habis makananku dan mencuci peralatan makan. Aku mengambil jaket berhoodie dan keluar untuk jalan-jalan sebentar.
Aku berjalan dengan perasaan rileks dan bahagia. Membawa beberapa uang untuk membeli makan yang baru saja buka baru-baru ini dan menjadi cukup terkenal.
Jaraknya agak jauh dari rumahku, tapi itu bukan masalah. Ketika anda sudah menjadi Special, maka melakukan perjalanan jauh hanya dengan kaki bukan masalah yang besar.
Tapi aku tidak ingin menggunakan kekuatanku, hanya dengan menikmati matahari dengan jalan kaki saja sudah membuatku tenang.
Saat tiba dijalan raya, aku melihat banyak Special yang bergelantungan antar gedung, melompat tinggi, ataupun terbang.
Aku juga melihat beberapa Slayers yang sedang menjalankan tugas dari guild mereka masing-masing.
Dan akhirnya, aku sampai ditempat yang ramai dan baru dibuka beberapa hari yang lalu, yaitu "Soto Pak Budi!"
Melihat banyak sekali pelanggan, membuatku menjadi malas. Tapi aku segera masuk dan mencari tempat duduk yang kosong.
Kemudian aku melihat satu tempat yang kosong dan langsung bergegas duduk disana.
"Fiuh, untung."
Kemudian datang seorang cewek cantik dengan rambut hitam bergelombang. Terlihat seperti pemalu, penakut, dan pesimis. Tapi dia memaksakan untuk bekerja.
"Permisi, kau ingin pesan apa?" Tanya cewek itu dengan lembut dan suara kecil, untuk aku bisa mendengarnya.
"Hanya ada soto kan?"
"Y-ya, ha-hanya ada soto." Dia menutupi wajahnya dengan kertas, dia pasti malu setengah mati.
"Aku pesan soto dua, dan dua nasi."
"Baiklah, soto dua dan nasi dua."
"Oh ya, dan satu es teh manis."
"Baiklah, satu es teh manis, ada yang lain."
"Tidak ada," kataku dengan senyum ramah.
Meski aku tidak ingin tersenyum sih. Aku seperti merasakan ada sesuatu yang aneh darinya.
Dan saat aku melihatnya dengan [Eyes of sage], aku agak terkejut.
Dia adalah seorang special, tapi dia memiliki 2 status yang saling bertumpuk!