The Slayers

The Slayers
Chapter 161 (Season 4)



Sebuah Layar mendadak muncul di dinding kantin. Layar tersebut menyala dan menampilkan orang, tidak, sepertinya itu siswa. Mereka terbagi menjadi dua tim dan tampaknya mereka memakai perlengkapan tempur yang disediakan oleh Akademi. Apa yang akan mereka lakukan? Bertarung?


'Tunggu, tampaknya aku tau apa yang akan mereka lakukan ....'


"Mereka akan melakukan Slayer Team Battle?"


Slayer Team Battle, adalah sebuah pertandingan yang sekarang ini sangat popular dikalangan masyarakat, terutama para Slayer. Sekarang, ini masuk sebagai cabang olahraga yang paling diminati. Slayer Team Battle itu seperti game moba yang tujuannya untuk menghancurkan markas lawan. Tapi, disini, arenanya sangat luas. Arenanya bisa berbentuk hutan, gunung pasir, padang rumput, atau malah kota.


"Benar, mereka sedang bertanding untuk mengikuti kejuaraan internasional antar Akademi Slayer." Aris mengkonfirmasikan hal tersebut dan menambahkan kalau ada pertandingan internasional antar Akademi. Sebentar lagi kah?


"Tapi kenapa ditampilkan? Bukankah ini mengganggu pelajaran?" Cindy yang bingung bertanya.


"Kalau ini pertandingan biasa sih tidak mungkin akan ditampilkan. Tapi, pertandingan kali ini adalah pertandingan yang menentukan tim mana yang akan mengikuti pertandingan kejuaraan. Makanya, kepala sekolah dan guru setuju untuk menayangkannya."


Cindy mengangguk, menandakan dia mengerti. Yang lain pun akhirnya mengerti maksud ditayangkannya pertandingan ini, termasuk aku. Lumayan mengejutkan, sekaligus menarik.


Aku memutuskan untuk memperhatikan layar dengan seksama. Faktanya, aku sangat suka menonton Team Battle. Namun, saat sudah kembali dari portal, aku terlalu sibuk melakukan sesuatu untuk menaikan level hingga tak ingat untuk menonton Slayer Team Battle.


"Siapa yang bertanding?" Tanya Norga yang juga ikut memperhatikan layar.


"Kalau tidak salah, yang bertanding adalah tim ketua osis dan tim dari kelas 11-B."


"Kelas 11-B?"


Aku melihat tim dari kelas 11-B dan aku melihat seseorang yang familiar. Orang itu memiliki rambut biru yang poninya menutupi kedua mata. Dia adalah orang yang menghentikan Nera.


Aris menatap layar untuk mencari seseorang yang kubilang. Aris kemudian menjelaskan, "itu adalah Kak Nito, seseorang yang misterius dan merupakan pemimpin tim dari kelas 11-B."


"Apakah kau tau jobnya apa?"


Aris menggelengkan kepala. Sejenak, aku agak kecewa, tapi aku juga sebenarnya tidak terlalu berharap untuk mengetahui jobnya. Aku mungkin bisa mengira-ngira tentang jobnya saat aku melihat pertandingannya. Dia memakai sebuah senjata api tipe SMG dikedua tangannya. Sepertinya itu adalah uzi. Jobnya terkait dengan senjata api?


Sedangkan orang yang kuduga ketua osis, memakai sebuah tongkat sihir pendek, kau tau, seperti pada film H*rry p*tter. Dia seorang laki-laki yang memakai kacamata, potongan rambut rapi, dan berwibawa.


Setelah beberapa detik persiapan, akhirnya kedua tim bertanding. Oh ya, tak hanya melawan tim lain, ada monster juga yang siap menyergap.


Kedua tim bergerak ke tiga jalur berbeda. Tengah, yang merupakan rawa-rawa. Jalur kanan, yang merupakan tebing. Kemudian jalur kiri yang juga merupakan rawa-rawa, tapi udaranya dipenuhi oleh gas berwarna hijau.


Dari tim ketua osis, ada satu orang yang menarik perhatianku, seorang arsonist? Dia ditemani oleh perempuan dengan potongan bob yang sepertinya memiliki kemampuan sihir yang fokus di elemen petir.


Mereka berdua sedang menahan tiga orang secara bersamaan, yang mana, salah satu dari tiga orang itu memegang dua perisai yang disatukannya seperti membuat sebuah dinding besi. Ada juga pemanah yang menggunakan energi magis untuk membentuk anak panah. Satu lagi, yang paling tak terduga, seorang wanita yang bisa terbilang cukup cantik dan menawan, berubah menjadi badak yang menerjang si pembakar dan teman perempuannya.


Namun, si pembakar dan temannya berhasil menahan mereka semua dengan habis-habisan. Di sisi lain, jalur kanan yang merupakan tebing, terlihat ada seorang dengan kelincahan yang tinggi, melawan seorang perempuan pendek yang terlihat seperti menggulingkan banyak batu-batuan yang berada disekitarnya. Orang dari pihak ketua osis lumayan kesulitan, tapi dia berhasil.


Sedangkan, di sisi kiri, ketua osis sendiri berjalan dengan sangat santai. Dia seperti tidak peduli dengan apa-apa dan hanya berjalan dengan santai sambil sesekali menaikan kacamatanya. Sayangnya, jalan-jalan santainya harus berakhir karena Kak Nito mendadak muncul dari balik pepohonan. Mereka saling menatap tanpa mengangkat senjata mereka.


'Ini akan menjadi sangat sengit!' kataku dalam hati. Pertandingan satu ini sangatlah intens dan membuat jantungku berdebar-debar. Hal itu juga berlaku dengan Alex, Norga, Cindy, dan Aris.


Tapi, ada satu hal yang janggal. Dari kedua tim, masing-masing tinggal satu anggota yang belum terlihat. Tidak ada tanda-tanda kemunculan, dimas sebenarnya mereka?