
[Lantai 7]
Sama seperti sebelumnya,hanya ruangan luas yang penghuninya harus dipanggil dulu baru bangun.
"Bangun." Aku tidak menggunakan kata-kata random lagi. Hanya satu kata saja bisa membuat mereka bangun dari,…tidur?
Mereka yang ada ditanah langsung bangun. Seperti tadi,mereka memakai perlengkapan dari besi.
Yang beda adalah salah satu dari mereka,yang paling menonjol. Menggunakan tongkat sihir,mempunyai tanduk,menggunakan jubah penyihir dan bungkuk.
"Akhirnya ada jenis baru." Tapi aku tidak terlalu berharap.
"[Elemental punch]"
Sebuah energi gelap terkumpul dikedua tanganku. Tanganku mengepal dengan kuat,menantang semua yang ada disini.
Mereka maju dan berlari kearahku. Begitu pula aku.
Kemampuan mereka sama seperti tadi,sedangkan tengkorak yang berpenampilan seperti necromancer itu belum menunjukkan tanda-tanda sihir.
Sambil memukul mereka,aku mengawasi tengkorak itu.
Mungkin akan berbahaya,jadi aku langsung menerobos kawanan tengkorak itu dengan [Bloodlust claw].
Mereka hancur karena seranganku yang ganas seperti monster dalam film.
Tengkorak itu masih dia meski teman-temannya hancur karena aku.
'Sedikit lagi.' Beberapa gerakan lagi dan aku akan mencapai tengkorak itu.
"Mampus kau." Sekarang,aku sudah ada didepannya dan dia masih tenang.
Aku menyerang tengkorak ini dengan cakarku. Tepat saat seranganku akan kena,dia mengangkat tangan kanannya dan tangan kanannya mengeluarkan aura berwarna hijau.
Awalnya aku bingung,tapi aku tidak peduli sampai aku merasakan pundakku seperti ditarik oleh sesuatu.
Aku melihat kebelakang dan tengkorak yang tadinya hancur,kembali lagi seperti semula. Tangan tengkorak itu menarikku hingga aku terlempar beberapa meter. Cengkramannya cukup kuat.
Akhirnya tengkorak itu menunjukkan tanda-tanda menggunakan sihir. Tongkat ditangan kanannya diangkat dan dia merapal mantra.
Aku tak membiarkan dia menyelesaikan mantranya. Aku melesat dengan cepat. Tapi sayangnya tengkorak yang sudah pulih kembali melindungi tengkorak itu.
Karena terhambat oleh kawanan tengkorak,aku terlambat. Tengkorak itu selesai merapal mantra dan membuat gelombang yang besar. Aku sampai terdorong beberapa meter.
Entah apa yang terjadi,tapi kawanan tengkorak itu menjadi lebih kuat,sangar,dan lebih bertenaga.
Mereka juga terlihat marah,dan langsung menyerangku. Aku juga ikut,berpura-pura marah dan langsung menerjang pasukan mereka.
"Sejak kapan kalian jadi sangat menjengkelkan!?" Teriakku.
Setelah terkena mantra,mereka menjadi lebih kuat dan bisa pulih saat kuhancurkan.
Saat aku melesat kearah penyihir tengkorak,mereka langsung membentuk formasi perisai,dan penyihir itu juga merapal mantra. Sepertinya itu memberi buff ketahanan pada mereka.
Aku memang mengharapkan keseruan,tapi ini semakin menjengkelkan dan aku harus menggunakan ini.
"[Territory!]" Teknik yang tidak mau kupakai,terpaksa kupakai sekarang.
Aku mengarahkan tanganku pada tengkorak itu,akan kupanggil dengan sebutan skeleton shaman karena bisa menggunakan buff pada kawanan tengkorak dan menyembuhkannya.
"Eh!?" Teknik yang sangat kubanggakan,[Territory],tidak bekerja pada skeleton shaman itu,sebaliknya,dia juga mengarahkan tangannya padaku dan kita seperti adu sihir.
Aku memperkuat teknik ku,tapi aku malah diserang dari berbagai sisi.
"[Summon Elemental Houman beast.] Aku memanggil 5 Houman ganas dan mereka melindungiku. Meski mereka menjadi beast,mereka tetap menggunakan seni beladiri dari ras Houman dengan sempurna,sangat keren.
"Mungkin saatnya mencoba teknik yang satu ini."
Aku menarik nafas dalam-dalam,entah kenapa,aku tidak tahu alasanku melakukan ini.
[Transform:Houman beast.]