The Slayers

The Slayers
Chapter 24



*1 bulan kemudian setelah raja Houman mengeluarkan perintah pada semua Houman untuk menangkap Protagonis. Jadi saat ini dia sedang diburu oleh semua Houman,dan dia tidak punya waktu untuk istirahat.


Tapi dia senang, karena dengan bertarung stats miliknya dapat naik dengan cepat.


Tapi sudut pandang kali ini akan menuju pada 6 orang yang … tidak seberapa penting.


***


Sebuah bis sedang menuju ke arah bangunan besar seperti kastil, tetapi lebih modern dan futuristik.


Akhirnya, bis itu sampai didepan gerbang yang sangat besar, dilengkapi dengan 2 kamera pengawas.


Pintu bis terbuka dan seorang anak muda yang berpenampilan seperti preman, kancingnya terbuka, rambut berantakan yang dicat warna ungu, dan tindik dibanyak tempat.


Kemudian diikuti oleh pemuda tinggi berambut hitam dan berkarisma. Setelah itu, yang turun adalah anak muda berambut pirang yang terlihat sangat rapi dan berkarisma.


Jika tadi laki-laki, sekarang adalah perempuan berambut panjang yang diikat twintail, diikuti oleh perempuan berambut panjang yang dicat warna biru muda.


Yang terakhir dari mereka adalah perempuan berambut hitam panjang, dirinya sangat gugup, tapi dia berusaha untuk menutupi rasa gugupnya.


"Jadi ini adalah akademi Slayers di Indonesia ya? Mewah sekali." kata laki-laki berambut ungu. Namanya Zoel,seorang yang ditakuti disekolah.


"Tentu saja mewah, untuk melatih Slayers yang berpotensi harus didukung dengan fasilitas yang lengkap." Balas laki-laki berambut hitam. Namanya adalah Rio, dia mungkin terlihat kalem, tapi sebenarnya dia tidak seperti itu.


"ah~, rasanya seperti aku ditakdirkan untuk masuk kesini." Giliran cowok berambut pirang yang berbicara. Namanya adalah Nusa, laki-laki berambut pirang ini adalah orang yang lumayan … narsis.


Sedangkan para laki-laki sedang antusias, para perempuan malah ada yang berdandan, bermain hp, dan satu lagi gugup.


Mereka ke akademi Slayers untuk tes percobaan. Tes percobaan ini untuk menentukan kau bisa masuk dalam Akademi atau tidak.


Tes percobaan ini di lakukan oleh seluruh siswa dari berbagai sekolah, dan 6 orang ini adalah perwakilan yang hadir paling pertama.


Mereka masuk dan berjalan di jalan setapak yang mengarah pada pintu Akademi. Sambil berjalan, mereka bisa menikmati pemandangan indah di taman.


Mereka tiba di pintu masuk, saat masuk mereka terpukau dengan betapa besar dan indahnya akademi.


"Ikuti aku!" Seorang pekerja yang memakai seragam rapi memandu 6 orang itu menuju ke suatu ruangan.


"Ini adalah ruang tunggu kalian,tes akan dilaksanakan saat pukul 13:00 siang. Tenang saja karena kalian bisa meminta makanan, snack, minuman, dan ada film yang bisa kalian tonton."


Ekspresi semua orang puas dengan fasilitas yang ada di akademi. Mereka tiba di akademi pukul 7, jadi mereka harus menunggu 6 jam lagi.


Tapi mereka bisa menunggu tanpa bosan dan menonton film.


"Eh guys, aku mau ke toilet dulu ya." kata Zoel yang sudah meletakkan tas miliknya.


"Jangan bro, nanti kesasar."


"Iya,kamu kan buta map." kata Rio yang diikuti oleh candaan Nusa.


Semua orang diruangan itu tertawa terbahak-bahak. Zoel yang tak terima pun berteriak marah.


"Berisik kalian!" Dengan perasaan kesal, Zoel pergi keluar dan mencari toilet.


Dengan terburu-buru, Zoel berlari dan ingin berbelok. Tapi dia tertabrak oleh badan orang dan terjatuh.


"Woi sial*n, kalau jalan pakai mata anj*ng!"


"Eh iya, maaf ya." Orang yang ditabrak Zoel adalah seorang yang seumuran dengannya, tingginya 174cm, berambut hitam, memiliki mata berwarna emas, dan memakai jaket berwarna putih.


"Kau bisa berdiri?" Orang itu menjulurkan tangan untuk membantu Zoel berdiri.


Tapi bukannya menerima uluran tangan orang itu, Zoel menepis tangannya dan buru-buru berlari.


Kemudian ada dua anak perempuan yang berlari kearah laki-laki itu.


"Kak Johan!" Ya,orang yang menabrak Zoel adalah Johan, dan dua anak perempuan itu adalah Grace dan Rise.


"Halo kalian, omong-omong ruang tunggu kita dimana ya?" Johan bertanya dengan wajah polos.


"Hei kak, kau jangan menjauh dari kami, tadi sudah ada pemandu yang mengarahkan kita ke ruang tunggu." Johan sangat antusias saat pertama kali datang kesini, saat dia dipandu oleh petugas, perhatiannya tertarik pada banyak hal sehingga dia berpisah dengan Grace dan Rise.


"Hahahaha, maaf ya." Akhirnya Johan dan Randell bersaudara pergi keruang tunggu mereka.


*beberapa menit kemudian.


"Uwah mantap." Zoel kembali keruang tunggu dan melihat teman-teman nya sedang menonton film horor bersama.


"Sial*n,kalian tidak menungguku?" Zoel marah karena mereka menonton film terlebih dahulu.


"Maaf tapi kami tak mau menunggu orang buta map sepertimu." Lagi-lagi Nusa bercanda tentang Zoel yang buta map.


"Sudahlah,berhentilah mengomel dan cepat duduk." Kali ini yang bersuara adalah cewek twintail. Namanya Lara, perempuan dari keluarga kaya yang selalu dimanja dan suka memerintah orang.


"ya, suaramu ganggu tau." Diikuti oleh suara perempuan biru muda. Namanya Nera, cewek pendiam yang selalu memandang rendah orang miskin dan lemah, dia hanya mau berteman dengan anak yang menurutnya setara dengan dirinya.


"Cih,bacot!" Dengan kesal Zoel duduk dikursi dan mengambil soda didepannya.


"Sudahlah, kalian jangan mengejek Zoel." Akhirnya cewek berambut hitam berbicara. Namanya Via,cewek berambut hitam manis dan orangnya lembut.


*mereka menonton 3 film berturut-turut,sampai akhirnya jam 12:55.


"Woah, filmnya keren juga, jadi pingin nonton lagi." Kata Rio yang suka dengan filmnya.


"Lumayan sih, jadi mengingatkan ku pada pecundang itu." Zoel tiba-tiba menyebutkan kata pecundang.


"Kau mengingatkan ku lagi pada orang itu lagi Zoel, jadi kangen masa-masa menyenangkan yang kami habiskan bersama." Kata Nusa.


"Kau sebut itu masa menyenangkan? Tapi emang menyenangkan sih." Balas Rio.


"Pecundang yang kau maksud itu siapa?" Tanya Lara.


"Masa kau lupa dengan orang itu Lara?" Kata Nera.


"Maksudmu 'dia'?" tanya Lara.


"Iyalah,orang yang mana lagi." Kata Nera.


"Kalian,kapan kalian akan berubah,bahkan saat dia meninggal,kalian tetap rindu membully Al-" Kata Via dihentikan oleh pengumuman


*kring…,diberitahukan untuk seluruh peserta ujian untuk berkumpul di aula.*


"Ah sudah waktunya ya? Ayo guys, kita tunjukan kekuatan dari sekolah kita!" Mereka keluar dari ruang tunggu dengan gaya.


Mereka berhasil menjalankan tes dengan baik dan berhasil lulus tes jalur reguler.


*meanwhile,the protagonis.


"Woah, pertempuran dahsyat." Aku duduk ditumpukan mayat monyet yang kubunuh, mereka semua adalah Houman yang mengeroyok ku secara tiba-tiba.


Tiba-tiba,dari kejauhan sekelompok Houman berlari ke arahku.


"Datang lagi!?" Sudah berapa kali aku bertarung dengan mereka? Tapi bodo amat.


Dengan mulut tersenyum aku melompat kearah mereka, dan terjadi pertarungan sengit.