The Slayers

The Slayers
Chapter 4



'Gelap,sangat gelap disini.apakah aku mati?'


Setelah berpikiran seperti itu,mataku perlahan terbuka.aku lega aku belum mati,tapi aku dimana?


Yang pertama kali kulihat adalah langit biru yang indah dan cahaya matahari yang menyilaukan.


"Jadi kau sudah bangun ya?,baguslah."


"Eh?"


Aku baru menyadari bahwa aku sedang diseret.Kakiku dicengkram dengan sangat kuat.


"Aaaaargggggggh"aku berteriak kesakitan meski terlambat.


"Berisik sekali,padahal hanya kupegang dengan sedikit kekuatan."


Kenapa dia protes,rasa sakit ini sangat dahsyat.


"Diamlah atau akan kutambah lagi kekuatanku."


Saat dia berkata begitu,aku segera menahan jeritanku.meski masih terasa menyakitkan tapi aku menahannya supaya dia tidak menambah kekuatannya lagi.


"Bagus."


Entah aku akan dibawa kemana dan aku akan diapakan oleh mahluk ini. Aku hanya berharap aku akan mendapat keajaiban.


"Oh sial." Didepan kami ada seekor badak raksasa dengan cula yang sangat tajam. Aku senang dengan kemunculan badak itu,badak itu terlihat ingin menyerang kami,dengan begitu perhatian monyet ini akan teralihkan oleh badak ini dan aku punya kesempatan untuk kabur.


"Merepotkan sekali,aku akan membereskan badak ini." Setelah berkata begitu, kaki kananku dicengkram hingga terdengar suara retakan tulang.


Aku mengerang kesakitan,aku tidak menyangka monyet ini akan mematahkan kaki kananku. Rencana yang kupikirkan hancur.


"Ini supaya kau tidak kabur." Dia berkata begitu sembari memunggungiku. Sebenarnya dia menangkapku untuk apa?


Mereka berdua melesat dan menyerang satu sama lain. Bentrokan mereka terasa dahsyat,melihat mereka bertarung satu sama lain merupakan hal yang langka bagiku.


Sang monyet menyerang dengan tinju dan tendangan. Sedangkan si badak menyerang dengan ganas menggunakan culanya yang seperti bilah tajam.


Si badak menyeruduk si monyet,tetapi monyet itu menahannya dengan kedua tangannya,setelah itu si monyet menyerang dagu badak itu dengan lutut.


Kepala badak itu terlempar ke udara,tetapi sang monyet tidak berhenti sampai disitu. Monyet itu menendang kepala badak itu dengan tendangan 180 derajat.


Aku tidak berharap kemampuan bertarung monyet ini sehebat itu,yang kuharapkan adalah badak itu mengalahkan si monyet,tapi monyet itu bahkan tidak terluka.


Saat aku kehilangan harapan,aku melihat batu disamping kananku,batu itu cukup besar dan berat.


Aku mengambil posisi duduk dengan susah payah,dan mengambil batu disebelahku dan melemparnya kearah monyet itu.


Berharap bahwa batu itu bisa mengenainya,monyet itu menggenggam dan menghancurkan batunya dengan tangannya sebelum batu itu mengenainya.


"Mencoba menyerangku secara diam-diam huh?,sayang sekali manusia,anda tidak akan berhasil."nada bicara yang sombong membuatku kesal dan aku ingin meninju wajahnya saat ini juga.


"Jika bukan karena sang raja,aku sudah meremukan seluruh tubuhmu yang lemah itu."


Kata-katanya menambah pertanyaan yang ada dikepalaku. Tapi aku teralihkan dengan badak yang bangkit setelah tumbang karena serangan monyet itu.


"Dengar manusia,kaum kalian hanyalah semut bagi kami. Kalian hanyalah semut yang kami gunakan sebagai persembahan untuk dewa kami."


Kata-katanya mengejutkanku,tapi aku berencana untuk mengalihkan perhatian si monyet agar badak itu bisa menyerangnya.


"Aku memang lemah,tapi banyak dari rasku yang lebih kuat dari kalian,kalianlah yang kami gunakan sebagai batu loncatan supaya menjadi kuat,kamilah yang memburu ras kalian dan memperdagangkan tubuh kalian dan mencuri teknik dari ras kalian."


Urat tumbuh dikepala monyet itu,dia terpancing.


"Apa katamu,batu loncatan?"


"Ya,kalianlah yang harusnya tunduk pada kami,memohon pada kami untuk tidak dibunuh,tapi kami tidak akan mendengarkan ucapan kalian dan membunuh kalian supaya mendapat level,uang,dan ketenaran."


"B*jingan." Dia sudah kehabisan kesabaran dan mengepalkan tangannya untuk meninjuku.


Tapi sayang sekali,tangannya yang dia kepalkan lepas karena dibelah oleh cula tajam badak itu.


"Apa-apaan!?" Monyet itu terkejut karena serangan mendadak dari badak itu. Setelah berhasil memotong tangan kanan monyet itu,si badak itu menyeruduk monyet itu.


Karena kehilangan tangan kanannya,monyet itu kesulitan menahan badak itu dengan satu tangan.


Ini menjadi kesempatan untuk kabur atau menyerangnya secara diam-diam. Aku memilih untuk menyerangnya mengingat apa yang dia lakukan padaku.


'batu,batu,batu,dimana batunya?' aku mencari batu disekitar dan akhirnya aku menemukan batu yang terdapat ujung lancip.


Monyet itu membunuh badak itu dan mematahkan culanya,tapi dengan bayaran kehilangan kaki kanannya.


"Sial,aku kehilangan kakiku,sekarang bagaimana aku membawa manusia aku pada raja?"


Monyet itu gelisah,tapi sayang sekali,


"Hei,sialan"dari belakang aku menyerangnya dengan batu dengan ujung lancip.


Aku berhasil memukul monyet itu dengan keras hingga monyet itu pingsan.


"Mati,mati,mati kau sialan!"suaraku dipenuhi kebencian.


"Huft." Aku berhasil membunuh monyet itu.badak itu juga sudah mati. Aku merasa ngantuk. Tapi saat aku memejamkan mataku,terdapat layar hologram didepanku.


[Selamat,anda orang pertama yang membunuh monster meskipun kau manusia biasa,itu merupakan pencapaian luar biasa untuk orang sepertimu.]


"A-apa?"


[Karena itu kau akan diberi hadiah,hadiah akan didapatkan jika kau sudah membunuh 5 monster dari dunia lain.]


[Monster yang sudah dibunuh:1/5]


Saat itu meskipun kakiku patah,aku melompat kegirangan dengan layar yang ada didepanku.