The Slayers

The Slayers
Chapter 129 (Season 3)



Meski Incubus ataupun Succubus adalah ras yang bisa memuaskan hawa nafsu. Mereka tidak akan bisa memuaskan nafsu dari seorang petarung yang gila. Itu mengecewakan bagi Alan tentunya.


Mereka hanya bisa memuaskan hasrat duniawi, bukan hasrat untuk bertarung. Bagi Alan, bertarung dengan dirinya sendiri lebih seru daripada melawan Incubus atau Succubus. Secara teknis, memang, para Incubus dan Succubus tidak diciptakan untuk bertarung.


***


"Lagi!? Anak-anakku dibantai dengan kejam lagi!?" Siluet wanita kembali murka dengan perlakuan Alan terhadap anak-anaknya. Alan membantai semua anak-anaknya yang dia pilih sebelum sempat mengeluarkan sihir pesona mereka.


"Penantang satu ini sepertinya punya dendam sendiri terhadap pengikutmu," Ucap Siluet berkepala kambing.


"Bagaimana tidak? Kalian adalah satu set ras yang menyebalkan!" Kata Siluet berapi disertai dengan tawa terbahak-bahak.


Siluet naga berkepala tiga hanya bisa menggelengkan kepala. Satu lagi tidak usah ditanya, Dia tidak menyuarakan apapun dan hanya menonton dengan ekspresi yang tidak diketahui.


***


Tinggal dua tantangan yang tersisa. Alan berusaha untuk cepat-cepat, karena dia tidak bisa menahan rasa penasarannya terhadap rahasia menara.


Sesaat kemudian, dunia berubah menjadi debu dan terbentuk lagi menjadi dunia yang baru. Kali ini, areanya adalah hutan.


Dia bersumpah, jika dia bertemu dengan Incubus atau Succubus, dia akan mengamuk sejadi-jadinya. Kabar baik bagi Alan, lawannya muncul mendadak didepannya, dan itu bukan Succubus ataupun Incubus.


Itu adalah lizardman, kadal berbadan manusia tanpa armor dan great axe. Sangat badass jika dilihat dari dekat. Ini lah yang Alan cari-cari.


Alan menarik pedang dari sarungnya. Bilah emas dari pedangnya siap terkotori oleh darah. Alan memegang gagang pedangnya dengan kedua tangannya dan memantapkan kuda-kudanya. Mata nya tertuju pada lizardman itu saja. Si lizardman juga menyiapkan kuda-kudanya.


Alan berpikir untuk menyerang duluan, tetapi, lizardman itu sudah berada tepat didepannya. Alan tentu kaget, dan segera melompat tepat saat lizardman mengayunkan great axe nya.


Sekali ayunan, puluhan pohon, atau mungkin ratusan, telah hancur. Alan merasa ngeri dan berkeringat dingin. Tapi Alan masih sempat untuk mengayunkan pedangnya kearah leher Lizardman.


Lizardman mendadak menghilang dari pandangan Alan. Itu membuat Alan terkejut karena kecepatan Lizardman yang tinggi.


Langit tiba-tiba menjadi gelap, atau, ada sesuatu yang menghalangi cahaya matahari menuju Alan? Alan seketika melihat keatas langit.


Benar saja, Lizardman berada diatas Alan dan sudah bersiap untuk mengayunkan great axe secara horizontal. Dengan ayunan secepat kilat, Alan tidak bisa menghindari serangan Lizardman dan memutuskan untuk menahan serangan menggunakan pedang emasnya.


"Urgghhhh!!!"


Alan, yang mukanya seperti orang kebelet berak, berusaha sekuat mungkin menahan serangan Lizardman. Tanah yang dipijaknya sudah retak dengan hebat;tanah dibelakangnya sudah hancur karena ayunan dari Lizardman.


Alan sudah mengerahkan seluruh tenaganya. Bahkan urat-uratnya timbul semua. Tapi fakta bahwa Alan hampir tidak bisa menahan serangan Lizardman yang sangat berat tidak bisa dielakkan.


Alan mendorong great axe Lizardman kesamping dengan sekuat tenaga dan mengayunkan pedangnya lagi.


Lizardman itu menghilang dan muncul kembali disamping kiri Alan. Lagi-lagi bersiap untuk mengayunkan great axe. Alan sadar, satu-satunya cara untuk menghindari serangan dari Lizardman adalah membelokkannya.


Dengan segala cara, Alan berusaha untuk menebas salah satu anggota badan Lizardman meski itu hanya armornya. Tapi setiap dia berusaha melancarkan serangan balik, Lizardman selalu menghilang dari hadapannya dan menyerang dari arah lain. Stamina Lizardman pun tidak ada habisnya sedangkan Alan terus ditekan oleh serangan dahsyat Lizardman.


Alan kemudian punya satu rencana. Dia membelokkan serangan dati Lizardman dan menyerangnya. Lizardman lagi-lagi menghilang sesuai perkiraan Alan.


Alan, sebagai seorang pemuda yang siap menerima resiko apapun, bertaruh dengan satu serangan ini. Segera setelah Lizardman menghilang, Alan langsung berbalik kebelakang dan menusukkan pedangnya.


****!!


Alan langsung terkejut, disertai dengan senyuman. Pertaruhannya berhasil dengan cukup sempurna. Lizardman berhasil ditusuk dibagian dada hingga tembus.


Pedang itu ditarik kembali oleh Alan. Dada Lizardman menjadi air terjun darah. Tapi, Lizardman anehnya tidak bereaksi apa-apa. Lizardman hanya memegangi dadanya yang berlubang. Alan berpikir mungkin sebentar lagi Lizardman akan tumbang. Setelah beberapa detik, Lizardman tidak tumbang sama sekali. Malahan, angin yang tadinya semilir tiba-tiba menjadi semakin kencang. Angin-angin terasa berkumpul dan berputar disekitar Lizardman. Perasaan Alan menjadi semakin tidak enak.


Angin disekitar Lizardman perlahan menjadi angin topan. Angin topan disekitar Lizardman mulai berkumpul dibilah great axe nya. Lizardman, dia kemudian mengayunkan great axe nya. Alan tiba-tiba merasa merinding dan segera melompat.


Namun, Alan sudah terlambat. Kedua kaki nya terpotong oleh bilah angin yang cepat dan tajam. Alan segera jatuh tak berdaya karena kehilangan kakinya.


'Andai aku punya [Crazy Will] saat ini, pasti aku tidak akan kesusahan.' Alan mulai merindukan [Crazy Will] dan ingin memakainya saat itu juga. Tapi hal itu mustahil karena skillnya dikunci.


Berusaha untuk bangun dengan pedangnya, Alan benar-benar kesusahan. Apalagi dia tidak bisa berdiri. Suara langkah kakipun terdengar mendekati Alan. Alan mendongak keatas, menatap mata Lizardman yang memandangnya dengan tatapan merendahkan. Alan kesal dengan itu, dia tidak bisa melakukan apa-apa.


Lizardman mengangkat great axe nya, berniat untuk membelah Alan menjadi dua. Sebelum sempat melakukan itu, Alan mencoba untuk menusuk kaki Lizardman. Seperti biasa, Lizardman menghindar dengan sangat cepat. Dia berada diatas Alan dan menukik kebawah.


Sebelum tubuhnya akan hancur karena serangan Lizardman, Alan bergerak seperti hewan menggunakan kedua tangannya. Pedangnya dia gigit dengan mulutnya. Meski begitu, Alan masih terhempas karena dahsyat nya gelombang ledakan dari serangan Lizardman.


"Ugh..."


Alan mencoba untuk bangkit. Badannya terasa nyeri hampir disemua bagian. Lagi-lagi, Lizardman muncul didepan Alan dan mencoba untuk membelahnya. Alan hanya tersenyum, bukan tersenyum pasrah, tapi senyum penuh rencana. Lizardman memegang great axe nya dengan tinggi dan hendak mengayunkannya.


Sebelum itu, Alan sudah mengayunkan pedangnya. Lizardman hampir tidak bisa mengelak, tapi dia berhasil untuk melompat. Tapi Alan sudah menduga hal itu. Alan juga ikut melompat dan mengayunkan pedangnya keperut Lizardman hingga badannya terpisah jadi dua.


Lizardman belum mati dan terjatuh ditanah. Serangan kapaknya akhirnya batal. Alan yang juga ikut terjatuh, merangkak kearah tubuh Lizardman. Dia kemudian menebas kepala Lizardman hingga kepalanya menggelinding.


Alan, yang tidak ingin pindah terlebih dahulu, berjuang untuk mendapatkan great axe itu. Dia segera merayap kearah great axe seiring dengan dunia yang mulai berubah menjadi debu. Alan kemudian berhasil menggapainya, bersamaan dengan dunia yang menjadi kosong.