The Slayers

The Slayers
Chapter 108 (Season 3)



"Hmmm, kok aku deg-degan ya?"


"Kau kira aku tidak?"


"Kakak punya kemampuan bertarung yang bagus. Sedangkan aku tidak."


"Kau masih lumayan, kak Alan ada mengajarimu kan?"


"Iya, tapi aku masih tidak yakin, lagipula apakah ajaran kak Alan bakal bekerja?"


"Kau meragukan kak Alan? Dia mengajariku teknik Ganjur yang keren, jadi aku tidak meragukannya."


Norga tak bicara lagi, hanya menatap portal didepan mereka. Mereka sangat gugup karena ini pembersihan portal resmi mereka yang pertama. Dan lagi, Alan tidak menemani mereka. Mereka harus bisa tanpa bergantung pada Alan.


Tapi, tidak hanya mereka berdua, ada pria bernama Satria yang berjaga. Satria dari kantor Slayers yang bertugas untuk mencatat waktu, drop item serta membantu Seorang Slayers yang berada dalam keadaan genting.


"Jangan gugup kalian berdua, kalian pasti bisa!" Kata Satria menyemangati Alex dan Norga.


Mereka berdua menghirup dan menghembuskan nafas beberapa kali sebelum akhirnya masuk dengan langkah tidak berani.


Saat Alex dan Norga menyentuh portal bersamaan, mereka merasakan sensasi aneh seolah tubuh mereka ditarik secara paksa kedalam portal. Tapi sensasi tersebut hanya berjalan sebentar saja.


Dalam satu kedipan mata, mereka sudah ada dihutan belantara.


Alex dan Norga meneguk ludah. Mereka sedikit demi sedikit melangkah dan bersiaga.


Mereka kemudian mendengar suara semak-semak. Dengan kecepatan kilat, Alex dan Norga langsung menghadap kearah semak-semak yang bersuara.


Mereka mendekat dan berniat untuk mengecek, tapi mereka terlalu takut.


"Norga, kau saja yang cek."


"Kenapa aku!?" Norga tak terima.


"Jangan melawan yang lebih tua!"


"Yang tua harusnya lebih berani!"


Mereka berdua malah berdua bertengkar dan beradu argumen. Tanpa sadari, dari semak-semak, keluar seekor anak serigala yang mungil dan imut.


Anak serigala itu mendekat kearah mereka berdua dan cakarnya yang mungil menyentuh kaki Alex.


Alex tentu saja kaget dan langsung melompat kebelakang. Saat dia melihat kebawah, dia bertatapan langsung dengan mata anak serigala itu.


Mata yang imut dan mampu melelehkan hati orang yang melihatnya dalam sekali tatapan.


"Lucu sekali!!" Teriak Alex.


"Eh, anak anjing?"


"Anjing dari mana, ini lebih mirip serigala."


"Bagiku itu sama saja."


Alex dan Norga terus mengamati anak serigala itu. Mereka terus melihat perilaku menggemaskan anak serigala itu hingga tidak sadar kalau dibelakang mereka, ada serigala raksasa.


Anak serigala itu melihat serigala raksasa dan langsung berdiri dengan kedua kakinya. Dia seperti ingin memeluk serigala raksasa dibelakang Alex dan Norga.


"Woah, anak serigala ini bisa berdiri? Keren sekali!" Kata Norga takjub.


"Hmmm, dia ingin dipeluk?"


"Mana kutahu."


Semakin dilihat, Alex sadar jika ada sesuatu dibelakang mereka.


Alex dengan cepat melihat kebelakang dan yang dilihatnya adalah mulut serigala raksasa yang hendak memakannya.


Alex terkejut dan secara reflek melompat kesamping sambil mendorong Norga.


"Ouch, kenapa s- ah..." Norga ingin protes karena didorong tiba-tiba, tapi tidak jadi setelah melihat sosok serigala raksasa.


"Sial! Emaknya dateng!" Teriak Norga.


"Bersiap!" Kata Alex sambil mengangkat ganjur dan perisainya.


Serigala raksasa itu berdiri membelakangi anaknya. Serigala itu menggeram dengan ganas.


Serigala itu maju dulu dan melompat kearah Norga. Sebagai pelindung, Alex berdiri didepan Norga dan menahan serangan sang serigala.


Karena tak mampu menahan, Alex terlempar dan jatuh ketanah. Tangannya bergetar dan mati rasa sekarang.


Sementara itu, Norga memanfaatkan kesempatan itu meski dia khawatir dengan kondisi Alex.


Namun, Serigala raksasa menyadari bahwa Norga bersiap untuk menyerangnya diam-diam dan serigala raksasa mengayunkan cakar tajamnya kearah Norga.


'****!'


Kecepatan serigala raksasa lebih cepat dari Norga. Membuat Norga merasa kalau kematian makin dekat dengannya.


Tapi, Norga tiba-tiba teringat saat dia bertarung dengan Alan sebelum kesini. Seperti biasa, Alex dan Norga berusaha mengalahkan Alan.


Alan saat itu memakai pedang biasa, sedangkan Alex memakai ganjur biasa dan Norga memakai palu ganda biasa.


Alex dan Norga seperti biasanya menyerang Alan dengan segenap kekuatan yang ada. Seperti biasa, Alan dengan sangat cepat menangkis serangan mereka. Ada saat dimana Alex diserang oleh Alan dan langsung ambruk.


Norga dengan cepat memanfaatkan kesempatan itu. Dia meluncur kebelakang Alan dan menyerang dengan cepat.


Alan ingin ikut menyerang, tapi serangan Norga hampir mengenai Alan. Norga mengira kalau akhirnya dia akan menyerang Alan untuk pertama kalinya.


Tapi Alan dengan cepat memindahkan pedangnya dari tangan kanan ke tangan kiri, kemudian dia memutar pedangnya dan memegangnya secara terbalik.


Alhasil, palu ganda milik Norga beradu dengan pedang Alan, membuat suara yang nyaring. Ekspetasi Norga dihancurkan dalam sedetik, mulutnya terbuka lebar dan dalam dirinya berteriak 'APA!? MANA BISA GITU ANJ*NG!'


Tapi, dirinya tiba-tiba kehilangan keseimbangan dengan cepat dan jatuh. Rupanya, Norga jatuh karena kakinya ditendang oleh Alan.


Norga kemudian dengan kekesalan yang luar biasa bangun, tapi Alan mengarahkan ujung pedangnya kearah leher Norga. Norga langsung menahan nafasnya dan merinding meski sudah mengalami ini sebelumnya.


Sedangkan itu, Alan tersenyum dan berkata "Lumayan, tapi yang begitu tidak akan berguna melawan musuh yang lebih cepat. Jika musuhmu menyerang lebih cepat, usahakan kau bisa menangkis."


Norga teringat kata-kata itu dan mencoba untuk mempraktekkannya.


Dia menyilangkan palu ganda didepan dadanya tepat waktu dan cakarnya beradu dengan palu ganda.


Mustahil bagi Norga untuk beradu dengan serigala raksasa. Norga terdorong kebelakang dan menabrak pohon dengan keras. Tapi tubuhnya masih bisa menahan rasa sakitnya.


"Kak Alex, menghindar!"


Alex yang baru bangkit langsung dikejutkan dengan serigala raksasa yang menerjangnya. Serigala itu melompat dan hendak menerkam, untungnya Alex menunduk dan melindungi diri dengan perisai.


Meski begitu, serigala itu menggunakan perisai Alex sebagai pijakan dan melompat dengan kuat. Tanah yang dipijak Alex langsung retak dan tangannya hampir tak mampu digerakkan.


"Kak Alex, kau baik-baik saja?"


"Tidak... Aku tidak baik-baik." Alex menjawab dengan nada lemas. Norga memperhatikan tangan dan kaki Alex. Kaki dan tangannya gemetar hebat dan rasanya dia akan ambruk setelah ini.


"Bertahanlah kak Alex, jangan sampai ambruk meski kau tak bisa menahannya."


Alex langsung menatap tajam dan mencibir "'Birtihinlih kik Ilix, jingin simpi imbrik miski ki tik bisi minihinnyi' Kau kira gampang kah, bangs*t!?"


"Ya maaf... Monster itu tidak akan membiarkan kita meminum potion yang dikasih kak Alan, jadi kita harus bagaimana?"


"Lari pun tak mungkin, serigala ini punya kecepatan yang luar biasa."


"Kalau begitu...-"


Norga berpikir sejenak sebelum pikirannya terhenti karena anak serigala itu berjalan kedepan dan mengonggong dengan imut.


"Apa yang anak serigala itu lakukan?" Kata Alex kebingungan.


"Mana kutahu?"


Anak serigala itu menggonggong beberapa kali hingga akhirnya berhenti. Daerah itu menjadi hening seketika.


Serigala itu kemudian berjalan pelan. Norga langsung bersiap untuk menyerang lagi, tapi disisi lain, Alex tak merasakan bahaya dari serigala itu.


Setelah dekat dengan anaknya, serigala itu menggigit bulu anaknya dan pergi begitu saja.


Alex dan Norga langsung bengong dan bingung. Tapi mereka juga bersyukur karena tidak harus bertarung melawan musuh yang mengerikan dan kuat.


***


Disisi lain, Alan yang sedang terbaring disofa empuk dikamarnya sendiri menatap cincin emas yang ada ditangannya.


Dia kemudian menarik nafas dalam-dalam sebelum memasukan cincin itu ke hari manisnya.


Seketika, matanya menutup dengan paksa dan dia masuk dalam kondisi 'tidur'.