The Slayers

The Slayers
Chapter 72 (Season 2 END)



'Dia tahu mengenai ras Houman?, bagaimana bisa?'


Hanya dengan satu pertanyaan, langsung membuatku sangat bingung. Bagaimana monster wanita didepanku ini bisa tahu tentang ras Houman?


"Kau, bagaimana kau tahu tentang ras Houman?"


saat aku bertanya padanya, wanita itu mengernyitkan dahinya. Dia tampaknya kesal.


"Kau kira aku dari awal lahir dan tinggal disini?, tidak!, kami punya kehidupan!, dan 'orang itu' merebutnya dari kami!"


"Apa yang kau maksud dengan 'orang itu' dan 'kami'?" Tanyaku dengan bingung.


Wanita itu menatapku dengan tatapan tajam dan hawa membunuh sebelum kemudian berkata.


"Jika kau ingin tahu, kau harus mati terlebih dahulu!"


'Sepertinya wanita ini tak bisa diajak kerja sama, sama sekali tidak bisa.'


"Kau bercanda kan, yang mulia?"


Aku bertanya dengan ramah dan sopan, tetapi wanita itu mengangkat tangannya lagi, menandakan kalau dia tidak bercanda.


Aku langsung pergi dengan cepat saat dia mengangkat tangannya dan turun dengan lurus sempurna.


"Sialan!"


Dengan memaksa tubuhku sendiri, tubuhku terpelintir untuk menghindari serangannya, bukan hanya satu, tapi tiga serangan secara beruntun.


Aku terus berlari bersama dengan bilah angin yang sangat tajam, itu bahkan bisa membelah gunung!


Aku akhirnya bersembunyi dibalik batu raksasa serangan wanita itupun secara mendadak berhenti.


Tapi aku tidak akan santai, aku mengambil pistol dan bersiap untuk menyerang.


Tapi, tiba-tiba naluriku menyuruhku untuk menembak ke arah belakang.


Benar saja, saat aku menoleh dan menodongkan pistol secara acak, pistolku berada tepat di dahi wanita itu.


"Kau..., diantara penantang yang lain, kau yang paling pengecut dan yang paling lama bertahan melawanku."


Perkataannya terhenti sebelum akhirnya berlanjut dengan senyum sombongnya.


"Ya aku tidak akan heran sih, manusia memang dikenal dengan sifat pengecut mereka, mereka juga lemah, pecundang, selalu tidak melawan saat ditindas oleh ras lain, mereka juga tidak punya kemampuan spesial seperti 'kami'"


"Tapi sekarang kalian punya kemampuan yang seperti itu, itu membuatku ingin tertawa sangat kencang. Dan kalian, meski sudah mendapat kekuatan seperti itu, kalian masih menjadi pecundang?, kalian memang menyedihkan."


Kata-kata wanita ini sangat menusuk, harga diriku sangat terluka dengan perkataannya. Tapi...


"Sudah selesai menghinanya?"


Karena perkataanku yang tiba-tiba, wanita itu bingung.


"Kau memang benar, kami memang pengecut dan tak bisa bangkit lagi."


"Tapi apa kau tau?, itu salah satu cara kami untuk bertahan hidup. Meski kami terinjak-injak setiap waktu, tertindas karena sifat kami yang pengecut, tapi saat ada kesempatan, kami selalu bisa berdiri tegak kembali dan membalikkan keadaan, hanya masalah waktu bagi kami, para manusia, untuk beradaptasi dan menjadi kuat dan menaklukkan kalian semua, ingatlah!, kalian semua akan tunduk pada pecundang seperti kami!, hahahahahahahahaha-"


Sekarang, giliranku untuk berpuas diri, tapi kepuasaan ku hilang karena aku merasakan ada sesuatu didadaku, rasanya seperti berlo-, ... ternyata memang berlobang.


"Hehehe, kau kesal ya?" Kataku sambil tersenyum dan tertawa, meski dadaku berlubang, tapi lubang itu segera menutup dengan cepat.


Tak lama, dada, perut, dan paha kiriku terluka. Tapi itu juga menutup dengan cepat. Aku juga bukannya kesakitan, aku malah tertawa kencang.


Wanita itu terus menyerangku, lukaku terus menerus sembuh, dan tawaku semakin kencang dan tidak mau berhenti.


Aku terus terluka, sampai akhirnya...


"Kau menyebalkan!"


Wanita itu sudah tidak tahan dengan semua ini. Wajahnya menjadi lebih dingin, dia benar-benar ingin menghabisi ku.


"Hehehe, kau juga, yang mulia," balasku.


Setelah membalas kata-katanya, wanita itu menjadi sangat-sangat marah. Angin berkumpul disekelilingnya dan membentuk angin topan.


"Mati!"


"[Transform: Houman Beast]"


Tepat saat topan itu hendak menerjangku, aku berubah menjadi Houman dan secepatnya menghindar.


Dengan kecepatan tinggi, aku muncul di sebelah wanita itu dan hendak menyerangnya.


"[Bloodlust claw]"


Dengan kuku milikku yang menjadi tajam dan mengeluarkan aura berwarna merah darah, aku hendak menusuk kepalanya.


Tapi saat cakarku hampir mengenai pipinya, wanita itu menghilang.


'Dibelakang!'


Aku langsung memutar tubuhku dan menyerang kearah belakang. Benar saja, wanita itu ada dibelakangku dan hendak memotong tubuhku.


Wanita itu tersentak, tapi segera menghilang.


"[Houman Beast Instinct.]"


Dengan skill ini, indraku semakin tajam, dan dengan ini, lebih mudah untuk menemukan wanita itu saat dia menghilang.


'Disitu!'


Aku menoleh kearah lain, dan kemudian melihat wanita itu sedang mengacungkan jarinya, dan sebuah bola kecil yang hampir tak bisa dilihat berada di depan jarinya.


'Oh ****!'


"[Territory!]"


Dengan skill [Territory], aku membelokkan tangannya dan membuat bola kecil itu menyerang arah lain.


Setelah membelokkan serangannya, aku maju secepat kilat, dan menyerang wanita itu dengan lututku.


Lagi-lagi menghilang, tetapi aku tidak berputus asa. Aku terus bertarung dengannya meski manaku sedikit demi sedikit terkuras karena bentuk Houman ini.


Ini seperti kejar-kejaran yang tak akan pernah berhenti, aku terus membelokkan arah serangan dan menyerangnya, tapi kemudian dia hilang dan menyerangku lagi.


"[Summon Elemental Houman Beast.]"


4 Houman Beast berwarna hitam pekat muncul dari bayanganku dan langsung siaga untuk menyerang.


"Maju!"


Kami maju secara serempak dan aku yang pertama menyerang.


Saat aku hendak meninjunya, wanita itu menghilang.


Dia muncul lagi diatas kami, tetapi salah satu dari kami sudah siap untuk itu, jadi salah satu Houman Beast hendak menendang wajahnya.


Kukira bakal kena, tetapi wanita itu menghilang lagi saat hampir kena. Tapi terserah, karena kami...


"Kami tak akan memberimu istirahat!"


"Manusia sialan!"


Gerakan kami sangatlah kompak dan serasi. Kami terus menerus mengejarnya, sampai akhirnya...


"Graaaa!!!"


Salah satu Houman Beast hampir meninjunya, tapi dia menghilang lagi.


Dia muncul kembali seperti sedang melakukan teleportasi. Hanya saja, dia tiba-tiba berlutut seperti sedang kehabisan tenaga.


'Hoo, sudah mulai lelah ya?'


Tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, aku bersama Houman Beast yang lain langsung berlari secepat mungkin dan aku yang hendak menyerang pertama.


"Makan ini!"


"Ah-"


Akhirnya...


'Akhirnya aku memukulnya!'


Karena pukulan ku, wanita ini terpental kelangit yang membuat para Houman Beast langsung melompat secara serentak.


Tadi aku sudah memukulnya, sekarang giliran mereka. Aku hanya melihatnya dari kejauhan dan merasa puas.


Mereka terus-menerus menendang dan memukul, hingga akhirnya mereka ingin memberiku last hit. Karena itu, salah satu menendangnya hingga terpental kearahku.


'...kalian memang baik.'


Tubuh wanita itu menuju kearahku dengan kencang seperti meteor. Aku segera mengambil posisi untuk memukul dengan amat keras.


Tapi...


'...mulutnya sedikit terbuka?'


Aku melihat dengan teliti, bahwa mulutnya perlahan-lahan terbuka, seperti ingin mengatakan sesuatu atau...


"Graaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!"


Teriakan yang sangat keras yang bahkan mampu membuat gendang telingaku hancur dalam beberapa detik. Aku secara cepat langsung menutup telinga ku meski masih terdengar dengan jelas


Dan perlahan-lahan, tubuhku kembali seperti semula, tidak ada bulu hitam pekat, tidak ada aura hitam yang muncul.


Para Houman Beast pun perlahan-lahan juga menghilang.


'Ah..., aku mengerti.'


Teriakan itu sama dengan teriakan Giant Harpy yang mampu membakar mana dengan cepat.


'Sial.'


Wanita itu menabrak ku dan kami terpental bersama, hingga masing-masing dari kami jatuh terlentang dengan jarak yang tak jauh satu sama lain.


Aku masih menderita kesakitan di telinga akibat teriakan nya.


Tapi tiba-tiba tubuhku terangkat dan melayang. Seperti ada angin yang mengelilingi ku dan mengangkat tubuhku dengan ringan.


Dan tepat dihadapanku, ada wanita dengan wajah yang sangat suram. Dia pun melayang.


'Aku benar-benar akan dibunuhnya kali ini.'


Tubuhku bergerak sendiri, mendekati wanita itu, hingga kami berhadapan langsung.


Dia mengangkat tangannya dan sepertinya dia ingin menusukku dengan tangannya.


Dan ya,...


Jleb!


Dia menusuk tepat didada. Membuatku muntah darah yang banyak, dan dari lukaku, mengalir darah seperti air terjun.


Aku terus menerus batuk. kututupi mulutku dengan tanganku sendiri, dan tanganku akhirnya berlumuran darah.


Dia menarik tangan nya dari tubuhku, meninggalkan dadaku yang sekarang berlubang. Sekarang dia mengangkat tangan kirinya.


"Matila-"


Mulutnya terbuka lebar karena dia berteriak, tetapi kuhentikan dengan mengoleskan darahku pada lidahnya.


"Hehehe, berisik..."


Wajah wanita itu benar-benar tidak enak dipandang, amarahnya sekarang meluap-luap, aku yakin tidak ada satupun Slayers yang mampu menghentikan amarahnya, ya pengecualian untuk top 10.


"Binasa lah!"


Tangan kirinya turun dengan cepat, mengenai pundak kananku. Tapi aku dengan cepat menahannya dengan tangan.


Aku sangat beruntung, bahwa sub skill Rubber Body, Body Hardening, Poison blood, meditation dan sprint tidak menggunakan mana.


"Arghhhhhhh!!!"


Meski tangan kiriku mengeras, tapi perlahan besi ditanganku retak, membuat tanganku sobek perlahan-lahan.


"Mati..., mati..., mati..., mati.., mati..."


Wanita itu terus bergumam mati, mati, dan mati. Aku harap sebentar lagi dia akan berhenti.


"Mati..., mati..., ma-"


*Uhuk!


Wanita itu berhenti bergumam, dan batuk darah secara tiba-tiba. Di kulitnya yang mulus dan seputih susu, terdapat sesuatu seperti akar berwarna hijau tua yang tersebar di seluruh tubuhnya.


Perlahan-lahan, tubuhnya mulai lemas, dia tidak lagi melayang, dan jatuh sambil muntah darah.


[Racun dalam tubuh musuh telah aktif.]


[Racun akan menggerogoti tubuh musuh hingga mati.]


"Aahh, akhirnya bekerja."


Aku yang berhenti melayang pun ikut jatuh, tapi aku perlahan-lahan bangun, luka ditubuh kusembuhkan dengan first aid, tapi kasih menyakitkan. Saat ini, kondisi mental ku baik-baik saja, tidak menggila. Jadi aku tidak bisa regenerasi.


'Lagipula, mental orang tidak bisa dipaksa tau?'


"Hei, yang mulia, kau sudah kalah."


"Sekarang jawab pertanyaanku, sebelum kau menghilang."


Wanita ini, dia menatapku dengan sangat dingin, darah segar juga masih mengalir dari mulutnya.


"Pertanyaan pertama, tempat macam apa ini."


Beberapa detik, beberapa menit, tidak sampai beberapa jam. Wanita ini tidak menjawab sama sekali, di sini terasa sangat hening.


"Hahhh, kau tidak punya keinginan untuk bekerjasama ya?"


Aku menyerah setelah menunggu 10 menit lamanya. Aku mengambil pistol dari Inventory dan menodongkan pistolku tepat di dahi wanita ini.


"Kutanya sekali lagi, tempat apa ini?"


"...."


"Tidak menjawab?, baiklah kalau begitu."


Aku sudah kesal dengan ini, racun ditubuhnya semakin menyebar. Aku tak bisa menunggunya menjawab sedangkan racunnya dengan cepat menyebar.


"...jika aku menjawab pertanyaan mu, apa aku boleh meminta sesuatu."


'Ooh, akhirnya dia menjawab, permintaan macam apa dan kenapa aku?'


"Baiklah, selama kau bisa menjawab semua kebingungan ku, akan kukabulkan permintaan mu."


"....terima kasih."


Kata-kata itu tulus dari hatinya.


"Simpan rasa terima kasihmu, sekarang jawab aku."


Dengan perlahan, wanita ini berbicara.


"Namaku Flya, seorang ratu angin, juga ratu para Harpy."


"Tempat ini sesungguhnya adalah sebuah ujian bagi orang-orang yang ingin menjadi kuat. Tapi kebanyakan dari mereka tak sanggup untuk melanjutkan, karena tower ini ditempati oleh banyak tokoh hebat yang akhirnya terkurung disini."


"Kau pasti sudah bertemu dengan kaisar undead itu kan?, dia dulunya adalah seorang kaisar yang hebat, dipuja oleh rakyat nya, tapi karena suatu kejadian, dia akhirnya menjadi gila, bunuh diri, dan mayatnya bangkit kembali sebagai undead."


"Ada juga seorang goblin yang paling kuat, seorang juara dimasa lalu dengan teknik dan tombaknya yang tak tertandingi."


"Nantinya, kau juga akan bertemu tokoh-tokoh hebat dalam sejarah dunia mereka sendiri."


Apakah ada dunia selain ini?, apakah itu planet lain?, atau ada universe lain?


"Kau kira hanya ada satu dunia di semesta yang luas dan tak berujung ini?, ingatlah, dunia mu sekarang hanyalah secuil dari dunia yang luas dan penuh misteri."


"Hooo, begitu ya? Kalau begitu, berapa banyak orang yang sudah menaklukkan menara ini?"


"ada 21, tapi untuk orang yang benar-benar menaklukkan menara ini, salah satunya adalah Hum, seorang Houman yang punya teknik aneh, sama seperti milikmu. Keturunan dari Rodhes."


Lagi-lagi, Rodhes, seorang dewa yang dipuja oleh ras Houman. Dan Hum, Houman yang menciptakan seni beladiri yang digunakan oleh ras Houman selama ini adalah keturunan dari Rodhes?, fakta yang menarik, tapi juga mengejutkan.


"Kemudian, apa arti simbol-simbol yang ada di pintu menara?"


"Simbol?, kau melihat simbol!?" Wajahnya yang tadinya suram menjadi sedikit penuh harapan.


"Ya, simbol-simbol itu aneh, tapi keren."


"Kau memiliki elemen kegelapan kan?"


"Iya?, kenapa?"


"...Ini akan sulit."


Apa yang sulit?, apa yang aneh dari simbol-simbol itu?


"Simbol-simbol itu berhubungan dengan permintaanku." kata Flya, yang kemudian melanjutkan.


"Meski sudah ditaklukkan, itu belum benar-benar berakhir. Takdir kami sebagai penghalang belum selesai. Itu akan selesai jika kau berhasil dalam ujian yang diberikan oleh '5 sosok agung' yang hanya bisa ditemui dengan beberapa syarat."


"'5 sosok agung'?, apalagi itu?"


"'5 sosok agung' merujuk pada 'mereka' yang memberikan ujian dan berkah bagi para penantang sejati di menara. Para penantang diberi berkah tertinggi yang mana mereka diberikan kekuatan untuk memanggil sosok 'mereka'."


"'5 sosok agung dapat ditemui tergantung apa elemen mu. 'Mereka' hanya bisa ditemui oleh penantang yang memiliki elemen cahaya dan kegelapan."


"Dan untukmu yang memiliki elemen kegelapan, kau akan bertemu dengan '5 iblis agung.' Untuk penantang yang memiliki elemen cahaya, akan bertemu dengan '5 penguasa surgawi'."


'Sial, itu terdengar keren!'


Meski terdengar menggelikan ditelingaku tapi itu tetap keren, mendengar itu membuat hatiku berdebar dan tegang.


"'Mereka' biasanya memberi cobaan yang rumit dan membuat para penantangnya putus asa. Aku tidak tahu apakah kau sanggup atau tidak, tetapi melihat dirimu, aku yakin kau punya kesempatan."


"Hooo, jadi permintaanmu adalah.."


"Ya, lulus dari ujian yang 'mereka' berikan, dan bebaskan kami dari penderitaan kami yang tak tahu kapan akan berakhir."


"..."


Aku terdiam sesaat setelah mendengar penjelasan Flya. Ini terdengar sangat rumit dan gila. Tapi...


"Aku akan berusaha yang terbaik untuk menaklukkan menara terkutuk ini dan membebaskan kalian."


Flya terkejut dan senang karena kata-kata ku, meski waktunya tidak akan lama, tapi sia sepertinya tidak kesal atau marah.


Dia mengucapkan kata-kata terakhirnya padaku.


"Terima kasih."


Aku tidak menjawab, tetapi aku mundur selangkah, sebelum kemudian berlutut seperti saat bertemu dengan seorang raja ataupun ratu.


Aku berlutut, hingga tubuh Flya perlahan-lahan memudar dan menghilang. Dan sebuah notifikasi muncul didepanku.


[Selamat!, anda telah mengalahkan bos lantai 30! Hadiah akan dikirimkan pada anda.]


[Hadiah:


Skill:


Spirit walker level 1


Rank:ss


keterangan:


Jiwa pengguna sementara akan lepas dari tubuhnya. Saat itu, pengguna akan mengalami koma. Sementara itu, jiwa sang pengguna dapat terbang dan pergi dengan leluasa dan sangat cepat. batasnya adalah 5 detik, jika sudah 5 detik atau dengan kehendak pengguna, tubuh akan bersatu dan berteleportasi ketempat jiwa pengguna berada. Jika digunakan terus menerus, akan membuat tubuh terbebani.]


"Ha!, jadi ini skill nya, yang membuat nya bisa hilang dan muncul lagi?, aku akhirnya mendapatkan skill op ini!"


[Ingin menyimpan skill di Abyss glove? Y/N]


Tanpa ragu, aku menekan Y.


Sungguh informasi yang sangat berharga, ini membuatku sangat penasaran dengan menara.


"Baiklah, mari kita kembali dulu."


Tubuhku memudar secara perlahan, membuat seluruh indra ku tak bisa digunakan dan membuat pandangan ku buram, sampai akhirnya aku tak bisa melihat apa-apa. Tubuhku bagai tubuh tanpa jiwa.


Tapi, semua itu segera berakhir dengan cepat. Aku perlahan membuka mataku dan melihat langit-langit yang gelap. Gorden rumah sudah menghalangi surya, bagai benteng yang menghalau musuh.


Aku perlahan bangun dari sofa. Tubuhku rasanya lumayan capek. Untuk itu, aku segera meditasi.


Setelah selesai meditasi, tubuhku secara ajaib segar kembali.


'Meditasi memang terbaik!'


Sehabis meditasi, aku melanjutkan aktivitas ku sehari-hari, menunggu pesananku datang sambil membuat low rank potion.


**1 minggu kemudian...


Seorang wanita tertidur di sofa. Dia mempunyai kulit yang seputih susu, rambut hitam lebat dan panjang menutupi mata bagian kanannya yang mana mata itu sudah ditutupi oleh penutup mata.


Dia tidur dalam posisi yang seperti kucing, nyaman, dan tidak bisa diganggu.


Tapi, tetap saja dia terganggu oleh suatu hal yang tak akan bisa dia abaikan.


*Brak!


"Nona! bangun!"


"...ehm, ada apa?" kata wanita itu, dia agak kesal karena dikagetkan, tapi melihat bahwa masalahnya lumayan serius sehingga membuat bawahannya panik, dia mengurungkan kemarahannya.


"7 truk berisi ribuan low rank potion, ratusan middle rank potion, puluhan high rank potion, dan ribuan lethal potion dikirimkan pada kita!" kata bawahannya dengan panik.


"Eh?"


Wanita itu menjadi bingung sejenak.


'... jangan-jangan!'


Menyadari siapa pengirimnya, dia membuka gorden dan melihat keluar.


Dari ruangan pribadinya yang berada di lantai paling tinggi di bangunan berlantai 10. Di bawah benar-benar ada tujuh truk yang sedang mengantri di gerbang guild house Chaos!


"Apa!?"


"Hooo, ternyata begini penampilan dari guild master chaos."


Dia mendengar suara yang mendadak muncul. Dia menoleh ke arah samping kiri dan melihat seorang pemuda tinggi dengan mata merah darah dan kulit pucat seperti vampir.


Ling Hua langsung terkejut, begitu pula dengan bawahannya yang tadi masuk.


"Tada!, bagaimana kejutan ku?"


"Kau, bagaimana kau bisa masuk!?"


"Aku punya caraku sendiri."


"Dan apa-apaan semua itu?, kau mengirimi ribuan potion dengan sangat cepat!"


"Ya, produksi ku cepat karena buku itu, jadi itu karena mu juga."


Setelah itu, dia perlahan maju. Semakin dekat dan dekat, hingga mereka saling bertatapan dengan jarak yang bisa dibilang cukup dekat.


"Hei, apa kau tahu kalau kau termasuk tipeku?"


"Hah!?"


Muka Ling Hua memerah seperti tomat dan secara tidak sengaja menampar wajah Alan.


Alan langsung terpental hingga menabrak dinding. Tapi bukannya kesakitan, dia malah terkekeh.


"Hehehe, lucu juga dirimu."


"Diam! Apa tujuan mu datang kesini?"


"Aku hanya mampir dan aku penasaran dengan penampilan mu. Oh ya, aku juga ingin membeli senjata."


"Senjata? Baiklah."


Ling Hua memberikan Alan tablet berisi informasi senjata. Bermacam-macam senjata dan harga dimuat disitu.


Tetapi Alan hanya ingin senjata jarak jauh, dan terdapat 3 senjata yang menarik perhatiannya.


"Aku beli 3 ini."


[Death magister


Rank:A


Revolver terkutuk dengan efek detonate. Efek detonate ada setiap mengisi peluru. Mampu menampung 6 peluru. Revolver milik seorang penembak jitu yang mematikan. Setelah mati, arwahnya tidak tenang dan masuk dalam revolver nya sendiri.


*Efek khusus terkunci.]


[Dead Eagle


Rank:A


Desert eagle mematikan dengan akurasi tembak yang menakjubkan. Mempunyai efek 'Summon' yang dapat memanggil Skeleton eagle kedalam pertempuran selama 30 detik.]


[Imperial Hawk


Rank:S


Senapan kar98k yang dipakai oleh penembak jitu di kekaisaran kuno yang runtuh. Mempunyai akurasi luar biasa dan mempunyai 25% peluang untuk kerusakan berlebih.]


"Itu saja, jika aku membeli lebih, aku bisa bangkrut."


"Baiklah, ini semua gratis."


Setelah Ling Hua mengatakan kalimat yang bisa menyenangkan semua orang. Alan langsung menganga tidak percaya.


"K-kau serius!? Kau bercanda kan?"


"Tidak, aku serius, ini merupakan wujud rasa terima kasih ku."


"Ah, begitukah? Ya aku tidak akan menolak kalau itu gratis."


Wajah Alan menjadi sangat cerah karena kata 'gratis', memang, itu adalah kata-kata yang menyeramkan.


"Kalau begitu..."


Alan maju selangkah hingga jarak kami menjadi dekat.


Tangannya terangkat dan menepuk kepalaku sebelum mengucapkan selamat tinggal.


"Selamat tinggal, kita akan berjumpa lagi jika takdir mempertemukan kita. Jaga dirimu, Nona."


Ling Hua secara reflek memegang kepalanya dengan kedua tangannya setelah Alan selesai menepuknya. Wajahnya benar-benar merah.


"S-sebelum kau pergi, berjanjilah satu hal!"


"Janji apa? Selama tidak rumit, aku bisa menepati nya."


"Jangan sebarkan identitasku pada publik," kata Ling Hua dengan nada yang dalam.


Alan terdiam sejenak dan berkata,


"Tentu, Nona."


Dia membungkuk dengan senyum anehnya dan menghilang.


"Huft, benar-benar."


Ling Hua benar-benar terkejut. Kemampuan orang itu benar-benar sebuah misteri yang sulit untuk dipecahkan.


***


"Hum..."


"Sebentar lagi 'pemilihan' ya?"


Setelah aku mengunjungi guild master cantik yang menggoda. Aku pergi ke restoran mie dan memesan mie pedas kesukaanku.


Aku duduk dekat jendela dan memikirkan tentang 'pemilihan'


Mungkin aku yang dulu akan sangat antusias dengan pemilihan. Tapi, sekarang aku sudah menjadi Special. Aku tidak perlu berharap lagi.


"Aku ingin tahu, siapa orang yang beruntung disekolah ku."


Akhirnya, mie ku datang dan kumakan dengan tenang.


**5 Mei 2026


"Hei, ayo cepat! Kita bisa terlambat!."


"Tunggu sebentar, Norga."


Dua pemuda, yang satunya sangat tinggi dan satunya dengan tinggi biasa saja berlari bersama.


Mereka berlari kearah alun-alun dekat mereka tinggal.


Akhirnya, mereka sampai ke alun-alun yang benar-benar ramai dan padat.


Orang-orang itu, mereka semua berlutut, memohon dan berdoa. Di langit, ada sebuah hologram berwarna emas yang menunjukan hitung mundur.


[00,00,50]


Semakin mundur waktunya, semakin berdebar hati orang-orang disana.


"Ayo Norga, kita harus berdoa sesuai keyakinan kita masing-masing, berharap kita dapat terpilih menjadi Special!"


"Tentu saja, kak!"


Mereka mulai berdoa sesuai keyakinan mereka masing-masing. Mereka berdoa dengan sepenuh hati dan penuh harapan.


Saat sudah selesai berdoa, waktu tersisa 9 detik lagi. Orang-orang mulai berteriak sesuai hitungan mundur. Alex dan Norga juga ikut berteriak menghitung mundur.


"Lima!"


"Empat!"


"Tiga!"


"Dua!"


"Satu!"


...


Halo semuanya!


Terima kasih karena telah mengikuti cerita ini dari s1 hingga s2. Maaf jika saya semakin jarang update chapter novel ini.


Chapter kali ini akan menjadi penutup season 2 . Season 3 akan berlanjut jika saya sudah selesai dengan Ujian.


Untuk awal-awal season 3 nanti, akan menceritakan duo pemuda yang sangat ingin menjadi Slayers. Mereka bernama Alex dan Norga. 2 protagonis utama, Alan dan Johan juga bakal muncul kok.


Ditunggu ya!