
Rombongan yang dipimpin oleh Jono saat ini sedang dalam situasi yang tidak baik.
"Lihat!, karena siulan mu yang bagus itu membuat para monster tertarik untuk datang ke sini!!" Teriak Jono yang marah pada Mille yang masih santai sedangkan Jono dan yang lain bersiap untuk melawan para kobold yang jumlahnya melebihi mereka.
Reaksi Mille dengan kemarahan Jono berbeda, dia malah menanggapi dengan candaan.
"Terima kasih atas pujianmu kawan, kau benar, para monster datang kesini untuk mendengar siulanku." Dan dia kembali bersiul keras sampai suara siulannya bergema.
"Sialan!!!"
Pertempuran dimulai dengan para kobold yang langsung menerjang kelompok mereka. Jono dan yang lainnya berusaha keras untuk menahan mereka.
Sedangkan Mille juga bertarung menggunakan seni bela dirinya yang unik, tetapi dia masih bisa bersiul dan tetap tenang.
"Hey kau, tangkap!"
Mille menendang salah satu kaki kobold sehingga kobold itu kehilangan keseimbangan, kemudian Mille menendang nya keatas dan menendangnya lagi hingga terlempar kearah Jono.
"Apa yang-" Jono belum sempat menoleh dan melihat apa yang terjadi, segera saat dia ingin menoleh, dia tertabrak oleh tubuh kobold.
Jono terlempar bersama kobold yang menabraknya dan kobold yang dia lawan.
Jono kaget, tapi dia langsung bangun dan memotong leher 2 kobold yang bertabrakan dengannya dengan kapak.
"Apa yang kau lakukan bang-"
Belum selesai bicara, lagi-lagi dia melihat sebuah kobold melayang dan ingin menabraknya, tetapi dia langsung memegang tubuh kobold tersebut dan membantingnya disertai dengan memotong lehernya.
Dia kemudian menoleh ke arah Mille dan menemukan bahwa dia sudah selesai dengan urusannya. Terdapat mayat-mayat kobold yang anggota tubuh yang sudah patah.
Jono yang melihat itu tidak peduli dan langsung berjalan kearahnya dengan penuh amarah dan menarik jaketnya.
"Apa masalahmu bang-"
"Mulutmu sangat bau, apa sih yang kau makan sampai sebau ini?" Kata Mille sambil menutup hidungnya meskipun hidungnya sudah tertutup oleh topeng putih yang dikenakan olehnya.
Jono dengan cepat melepas tangan dan berbicara, kali tanpa dipotong oleh Mille.
"Dengar!, jika kau tak ingin bekerja sama dengan kami, mendingan sekarang kamu pergi dari sini atau aku akan membunuhmu dan memutilasi tubuhmu itu!"
Jono berteriak keras pada Mille, tapi lagi-lagi reaksi Mille berbeda.
"Hei, dari awal aku ada disini bukan sebagai teman kalian, aku hanya orang yang ikut nimbrung disini." Ucap Mille santai.
Tiba-tiba, sebuah anak panah melesat ke arah Mille. Tetapi panah tersebut tidak cukup cepat untuk mengenainya.
"Woah, siapa itu ya yang menyerang diam-diam?" Ucap Mille sambil menoleh kebelakang dan melihat salah satu archer yabg tadi menembaknya.
Jono memanfaatkan kesempatan itu dan menyerang muka Mille dengan kapaknya.
Mille yang teralihkan kaget dan menghindar, tetapi sayang, topeng miliknya tidak selamat.
Mille yang lompat kebelakang menyadari bahwa topengnya sudah terbelah menjadi dua dan langsung menutupi mukanya dengan satu tangan.
"Kalian!!" Mille mengamuk dan berdiri diam, tidak menyerang.
Dia melepas tangannya, menunjukkan wajah rusaknya akibat api.
Dia menarik nafas dalam-dalam, Jono yang melihat itu langsung melesat kearahnya.
Tetapi Mille tidak menyerang melainkan bersiul kencang.
Jono kaget dan berhenti, tak lama dia mendengar suara dan merasakan tanah bergetar.
Gerombolan monster telah datang