The Slayers

The Slayers
Chapter 44 (Season 2)



Mini bos,Giant skeleton.


Terbentuk dari tengkorak-tengkorak yang sudah hancur,bergabung menjadi suatu monster,menciptakan sosok baru yang menyeramkan.


Setidaknya itu untuk orang lain,tidak denganku.


Aku menganggap ini menyenangkan,dari pada yang tadi.


Ini cukup memuaskan,monster ini bisa menyembuhkan dirinya.


Saat aku menghancurkan tangan kanannya,tengkorak yang membentuk tangan tersebut terpisah,tetapi tengkorak-tengkorak itu akan kembali.


Menyusahkan sekali,bahkan ada beberapa bagian yang sulit untuk dihancurkan.


"[Absolute punch]"


Harusnya dengan ini aku bisa menghancurkannya.


Boom!


Sesuai dengan harapan,aku bisa-


'Eh?'


Bagian yang kupukul hancur,didalamnya terdapat sebuah mutiara berwarna ungu.


'Pasti!'


"[Territory!]"


Sayangnya sebelum aku selesai mengucapkan


Sayangnya,itu terlambat. Aku belum selesai mengucapkan skill ku,tulang-tulang itu langsung bersatu kembali,menutup mutiara ungu itu.


Sedangkan untuk tengkorak-tengkorak itu,aku tak bisa menggunakan [Territory] pada tengkorak yang menyatu,rasanya sangat berat.


Akhirnya setelah beberapa menit,aku memakai teknik [Absolute punch] dan bersiap menggunakan [Territory].


Tetap gagal,regenerasi monster ini terlalu cepat,ditambah nama skill ini juga lumayan panjang.


"Alright,saat nya ganti rencana."


Pergerakan monster ini sangatlah lambat,hanya regenerasi nya yang cepat,itulah kelebihannya.


Akan kucoba dengan teknik ini.


"[Ten fatal thrust!]"


Tanganku terbuka dengan jari-jari yang rapat.


'Tusukan pertama!'


'Tusukan kedua!'


'Tusukan ketiga!'


Mulai terlihat tempat dimana mutiara berwarna ungu itu berada.


'Tusukan keenam!'


'Tusukan ketujuh!'


Sedikit lagi!


'Tusukan kesembilan!"


Akhirnya,mutiara itu terlihat dengan jelas.


'Tusukan kesepuluh!'


Dengan mengerahkan seluruh tenaga,aku melesatkan serangan terakhir pada mutiara ungu.


Krak…


Suara benda pecah terdengar,mutiara itu pecah.


Tengkorak yang berkumpul,runtuh dan menghilang menjadi debu.


[Selamat,anda berhasil menyelesaikan lantai 5,lantai 5 akan menjadi Checkpoint.]


Ah,ada Checkpoint juga toh?,baguslah.


[Martial arts Houman style level 1--> level 2]


Oh,naik level?,baguslah.


"Melawan yang seperti ini capek juga ya,"Kataku sambil duduk.


"Nah sekarang,mana hadiah ku?"


[Selamat,anda mendapatkan item:


Glove of abyss souls.]


"Hoo,nama yang keren."


Sekejap,item sarung tangan untuk tangan kanan muncul.


"Lah,bukan satu pasang?,pelit banget."


Aku melihat deskripsi item ini,dan membuka mata lebar-lebar.


[Glove of abyss souls


Grade:S


Sarung tangan untuk tangan kanan,menyerap suatu item beratribut kegelapan menjadi sebuah skill.


Skill yang bisa disimpan:0/5]


Menyerap suatu item beratribut kegelapan dan menjadikannya skill?


"Item yang setimpal untuk pertarungan tadi,tidak mengecewakan!"


Aku berdiri dan melihat sekeliling,mungkin sudah saatnya aku keluar dari sini.


"Tapi gimana caranya?"


Setelah berkata begitu,panel hologram muncul didepanku.


[Anda ingin keluar?


Ya/tidak]


Aku langsung menyentuh "Ya".


"Ugh,sudah pagi?"


Aku menoleh kearah jam yang tergantung di dinding atas.


Jam menunjukan jam 07:30.


Hmmm,udah pagi,apa yang harus kulakukan?


Apa aku harus bersantai?,tidak,aku tak boleh bersantai.


Aku menuju kekamar dan memeriksa SlayersCommunity. Melihat apakah ada hal baru dan menarik.


Aku membuka tempat penjualan dan terlihat ada sebuah lelang yang besar.


"Hoo~,menarik,mari kita lihat."


Aku mengecek daftar lelang,dan melihat satu item yang menarik perhatian ku.


[Grimoire:tale of Alchemist.]


Sempurna untukku,aku harus mengumpulkan semua uangku.


Tabungan ku,gabungan dari uang peninggalan bini dan paman serta kartu dari Rendy. Semua jika dijumlahkan bernilai 2,5 milliar.


Aku tak menyangka aku sekaya ini.


"Baiklah,mari pergi!"


***


Ditaman tempat biasanya anak-anak bermain


Arya,Randy,Tejo,Rejo,Rina,Ira,Julia,dan Rise. 8 sekawan yang suka bermain bersama,sekarang menjadi canggung.


Bahkan di 7 bulan ini,mereka saling menghindar satu sama lain.


Sekarang,Arya dan Randy ingin pergi kelapangan,beserta Rina,Ira,Julia dan Rise.


Saat sampai disana,mereka bertemu Tejo dan Rejo,dan kecanggungan luar biasa terjadi.


Mereka belum masuk pada area taman,hanya bertemu saja. Arya dan Rejo saling menghindari,itu semua karena masalah waktu itu.


Sampai akhirnya,mereka melihat sosok yang berdiri di taman.


Sepatu hitam,celana panjang hitam,jaket hitam,semua serba hitam.


Dia melihat kearah tempat,dimana portal yang menjadi pemecah mereka.


Kemudian orang itu berbalik,dan terkejut melihat anak-anak itu.


Mereka melihat orang itu dan Julian terkejut.


"Kau…,kakak yang waktu itu?"


Orang itu bingung dan bertanya balik.


"Yang mana?,apa yang kau maksud?"


Kemudian Julia menyuruh orang itu,


"Hei,lepaskan hoodie mu,aku ingin melihat wajahmu dengan jelas!"


Karena bingung,orang itu menurutinya.


Julia dengan Rise terkejut,sosok dengan wajah tampan(?),rambut hitam,yang beda hanya matanya,mata nya berwarna merah.


"Kau…,kakak yang waktu itu masuk ke portal kan?" Tanya Rise.


Orang itu terkejut,melihat sekeliling,tidak ada orang,dan tertawa pelan.


"Hahaha,kalian juga anak-anak yang waktu itu bermain dekat portal kan?"


Semua anak-anak terkejut bukan main,orang yang waktu itu masuk kedalam portal karena menghentikan mereka,sudah kembali.


Kemudian mereka memeluk orang itu secara bersamaan dan menangis.


Orang itu sangat bingung dengan alasan kenapa mereka menangis.


Kemudian mereka bertanya kepada orang itu berbagai pertanyaan.


"Aku kembali belum lama ini." Katanya


"Aku mengalami banyak sekali kejadian yang membuat hidupku dalam bahaya,tapi aku berhasil bertahan."


"Aku melawan Monyet ganas dengan otakku sendiri loh,dan aku menang!"


Orang itu menjawab semua pertanyaan mereka,sampai kemudian.


"Kak Alan,apakah kakak sekarang seorang Special?"


Yang bertanya adalah Rise.


Orang itu menjawab.


"Ya!" Jawab Alan dengan yakin.


"Bagaimana?,pemilihan Special belum dilaksanakan,pemilihan Slayers dilaksanakan pada bulan Mei."


"Oh bulan Mei ya?"


"Bagaimana caranya kak?"


Rise sangat penasaran,hingga jawaban yang dilontarkan tidak sesuai harapan.


"itu,…rahasia."


Saat mengatakan itu,mata merahnya menyala.


"Ehm,to-"


"Ah,aku sudah telat."


Alan mengambil hp dari saku jaket untuk melihat jam.


"Bentar lagi lelang akan dilaksanakan,aku pergi dulu ya."


Alan melambaikan tangan dan pergi meninggalkan anak-anak.


"Ah,aku juga harus ikut ayahku ke pelelangan." Kata Rise.


Saat itu,Alan berhasil menceritakan kisah epik,memperbaiki pertemanan mereka,dan menimbulkan rasa penasaran bagi Rise.