The Slayers

The Slayers
Chapter 45 (Season 2)



Saat ini,wanita berusia 25 tahun,sedang menikmati sarapannya. Roti bakar dengan selai kacang,serta minumannya adalah teh manis.


Sambil melihat ke luar jendela,Ling hua menikmati pemandangan pagi yang luar biasa.


Kemarin malam,dia mendapat penghinaan dari seorang anak tidak jelas.


Sampai sekarang,dia terus memikirkan anak itu meski dia tidak mau mengingat nya. Dia terus memikirkan anak itu saat dia menepuk drone nya.


Padahal bukan dia yang ditepuk,tapi entah kenapa Ling hua merasakannya.


Ling hua tidak tidur karena itu,mata kirinya berwarna merah. Sedangkan satunya lagi…,tidak ada mata.


Saat sedang melamun,Xiao mei masuk dan berkata.


"Nona,anda tidak pergi ke pelelangan hari ini?"


Ling hua menoleh dan berkata,


"Tidak ada barang menarik disana,lagipula aku sedang tidak ingin pergi kemana-mana."


Tetapi Xiao mei menjawab.


"Ada barang menarik nona."


Xiao mei menunjukan tablet yang dipegang nya. Xiao mei sedang memantau dan terlihat seorang remaja tinggi berlari terburu-buru,masuk kedalam Mall besar di Surabaya,tempat lelang.


"Orang itu!?" Ling hua mengerutkan dahi,orang itu adalah Alan.


"Untuk apa dia ikut pelelangan?" Tanya Ling hua yang bingung.


"Mungkin ada benda yang menarik perhatian nya,Nona."


Ling hua berpikir sejenak,kemudian dia memerintahkan Xiao mei.


"Xiao mei,utus beberapa orang kita,aku ingin berbicara dengannya lagi!" Perintah Ling hua.


"Baik,Nona." Setelah itu,Xiao mei keluar dari ruangan tersebut.


'Huft,semoga kali ini dia mau menerima ajakan ku.' Batin Ling hua.


*** POV Alan.


"Wooooh!,akhirnya sampai!" Aku sampai ke tempat pelelangan dengan berlari sekuat mungkin.


Itu lumayan banyak dilakukan oleh para Slayers,mengingat mereka punya kelincahan yang luar biasa atau mungkin bisa terbang.


Masih tersisa lima menit sampai pelelangan dimulai.


Aku bukanlah tamu VIP,dan aku tak mau menghabiskan uangku untuk hal yang lain,selain buku tentang Alchemist.


Karena aku bukan VIP,aku duduk berdempetan dengan orang-orang,sesak dan sangat tidak nyaman.


'Aku ingin pindah.' Aku menyesal sekarang,tapi apa boleh buat?


Yah,itu yang kupikirkan sebelum seorang wanita mendatangi ku.


"Permisi,anda adalah tuan Alan?" Seorang wanita memakai baju petugas bertanya padaku,apakah aku melakukan kesalahan?


"Iya,ada apa?" Tanyaku balik.


"Anda dipanggil oleh seorang Guild master."


'Guild master?,jangan-jangan wanita itu lagi.'


"Guild master dari mana?"


"Saya juga tidak tahu,tuan."


Aku tidak melakukan satu kesalahan apapun,kenapa aku dipanggil?


Aku berdiri dari kursi dan berkata.


Dan wanita ini menunjukan jalannya,aku diarahkan sampai ke tempat VIP.


Didepanku terdapat pintu kembar dari kayu,aku membukanya.


"Selamat datang,tuan Alan."


Siapa lagi wanita ini,suaranya berbeda dari Guild master Chaos.


"Kau siapa?"


"Aku perwakilan dari Guild Chaos." Ternyata cuma perwakilan,apakah Guild master mereka belum menyerah?


"Kau ingin apa?,merekrut ku?"


"Ya."


"Aku menolak." Jawaban cepat dariku.


Wanita itu menghela nafas dan mengeluarkan sebuah cermin dari tasnya,dia mengarahkan cermin itu kearahku.


"Hei,bocah,kita bertemu lagi." Suara muncul dari cermin,tapi aku tak tahu siapa yang berbicara.


"Kau,…Ling hua?"


"Iya."


Aku memasang ekspresi capek,wanita ini benar-benar.


"Apakah kau-"


"Tidak." Jawaban cepat lagi dariku.


Aku mendengar helaan nafas,pasti dari Ling hua.


"Kalau aku membelikan mu barang yang kau ingin kan,apakah kau akan bergabung ke Guild Chaos?"


Hoo,sekarang pakai siasat lain?,lumayan sih,tapi jelas tidak akan.


"Tidak."


Suara helaan nafas terdengar lagi,dia kecewa.


"Sia-sia aku menyuruh perwakilan ku kesini."


Aku agak heran dengan nya,jadi aku bertanya.


"Tumben,orang sepertimu biasanya menggunakan paksaan,seperti orang jahat pada umumnya,hahahaha." Ucapku sambil tertawa terbahak-bahak.


"Aku bukan orang yang pemaksa tau,aku menghormati setiap keputusan orang-orang,aku tak bertindak seperti penjahat yang mengancam sang tokoh utama."


Aku terkejut,tak bisa berkata-kata,kata yang bagus.


"Kalau begitu,sebagai gantinya aku akan bekerja sama denganmu,bukan sebagai anggota guild."


"Hah!?,benarkah!?" Tanyanya terkejut,sesuai dengan apa yang kupikirkan.


"Ya,kebetulan kemarin aku menjadi Alchemist,dan pada pelelangan kali ini ada barang yang cocok untung diriku."


Aku menyeringai.


"Jika kau membantuku mendapatkan Grimoire:tale of Alchemist,aku akan membuat potion yang memiliki efek luar biasa,kemudian aku akan menjualnya kepadamu,bagaimana?"


Keheningan terjadi sebentar saja,tapi akhirnya Ling hua menjawab.


"Baiklah,aku akan membantumu."


"Bagus!"


Lumayan,uang 2,5 milliar rupiah ku tidak jadi melayang.